Judul: Sastra Lisan Saluan

Penulis: Ahmad Saro dkk.

Abstrak

Tujuan utama penelitian ini adalah menyelematkan sastra Saluan milik masyarakat Kecamatan Batui, Sulawesi Tengah, yang terancam punah. Untuk itu, peneliti melakukan inventarisasi yang diikuti dengan analisis terhadap bentuk, jenis sastra lisan Saluan, penutur dan penuturannya, serta amanatnya. Landasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori James Danandjaja yang terdapat dalam Foklor Indonesia (1984). Metode yang diterapkan adalah metode deskriptif dan teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik wawancara dan perekaman.

Bentuk sastra lisan Saluan terdiri dari dua bentuk yaitu prosa dan puisi. Prosa mempunyai dua jenis cerita, yaitu dongeng (7 cerita) dan fabel (2 cerita). Puisi juga mempunyai dua jenis puisi, yaitu nyanyian orang dewasa dan nyanyian orang tua. Penutur sastra lisan Saluan terpusat pada orang-orang tertentu secara turun-temurun sehingga gaya penceritaannya dapat terjaga, tetapi kurang berkembang karena kurang memasyarakat. Penuturannya mempunyai dua cara, yaitu pada situasi tidak resmi dan waktu yang tidak mengikat dan situasi resmi dengan waktu yang mengikat. Pada umumnya amanatnya adalah tuntunan hidup yang baik. Misalnya, Istri yang dimadu tidak akan mendapat kedamaian, seorang suami harus menolong istrinya, pemuda yang akan menikah harus menabung dahulu, mendekatkan diri kepada Tuhan bersifat mutlak, dan anak gadis harus dibekali keterampilan berumah tangga.