Bailau, Sastra Lisan Bayang Pesisir Selatan, Sumatra Barat

Sastri Sunarti

Penelitian khazanah tradisi lisan di Indonesia pada awalnya digalakkan setelah muncul kesadaran akan semakin banyaknya penutur dan penikmat yang hilang. Salah satu ragam tradisi lisan yang dikhawatirkan kehilangan penutur dan penikmatnya adalah tradisi lisan bailau, yaitu ragam tradisi lisan dari daerah Bayang, Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Pada mulanya bailau berangkat dari kebiasaan mendendangkan sisomba (pantun) bailau yang dilakukan oleh sekelompok perempuan yang sedang bekerja beramai-ramai di sawah. Mereka menyanyikan sisomba bailau dengan cara berbalas-balasan sebagai cara untuk membangkitkan semangat ketika bekerja di sawah.

Dalam perkembangannya, sisomba bailau juga dinyanyikan pada upacara menangkap harimau yang dilakukan oleh penduduk kampung secara beramai-ramai. Upacara menangkap harimau dikenal dengan istilah ilau rimau ‘memanggil harimau’, ilau datuak ‘merayakan penobatan datuk’, ialau urang mati ‘mengenang orang yang telah meninggal’, dan ilau urang ilang ‘memanggil sanak saudara yang hilang’. Dari bentuk teksnya, bailau termasuk ragam lisan Minangkabau yang berbentuk puisi yang biasanya terdiri atas 8—10 baris dalam satu bait. Di dalam barisnya terdapat bunyi sisipan yang memperindah irama nyanyian. Iramanya itu selalu dinyanyikan dengan irama yang sedih dan cenderung meratap. Hal itu disebabkan oleh orang yang menyanyikannya meyakini bahwa bailau juga suatu cara untuk menyampaikan parasaan penderitaan para perempuan penutur tradisi lisan bailau tersebut.

Dalam penelitian ini selain digambarkan faktor sosiologis dan antropologis, juga didedahkan prinsip kelisanan dalam kajian tradisi lisan. Formula dan komposisi formulaik adalah ciri atau hakikat kelisanan yang dapat ditemukan dalam teks kajian tradisi lisan seperti bailau. Berdasarkan hasil perekaman dan transliterasi teks bailau, ditemukan beberapa ragam teks bailau sesuai dengan fungsi pertunjukannya. Selain itu, kajian ini juga menghasilkan beberapa bentuk pengulangan yang sangat kaya yang terdapat dalam teks. Dalam hal itu, ancangan Lord merupakan suatu alternatif pendekatan teoretis yang sesuai untuk menelaah teks bailau.