Judul: Medan Makna Aktivitas Tangan dalam Bahasa Mandailing

Penulis: Anharuddin Hutasuhut

Subjek: Bahasa Mandailing-Semantik

Jenis: Tesis

Penerbit: Medan: Universitas Sumatera Utara

Tahun: 2008

Abstrak

Tesis ini mengkaji medan makna aktivitas tangan dalam bahasa Mandailing. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendata leksem dalam bahasa Mandailing yang menyatakan aktivitas tangan, (2) mendeskripsi komponen makna generic dan makna spesifik yang dikandung oleh tiap-tiap leksem tersebut, dan (3) mendeskripsi kelompok dan subkelompok leksem yang tercakup ke dalam makna aktivitas tangan berdasarkan komponen makna generic dan makna spesifiknya. Data penelitian ini adalah sejumlah leksem bahasa Mandailing yang mengandung makna aktivitas tangan. Sumber data mencakuo data lisan dan data tertulis. Data tertulis diperoleh dari Kamus Bahasa Angkola/Mandailing-Indonesia yang disusun oleh Ahmad Samin Siregar. Sementara, data lisan diperoleh dari berbagai percakapan yang terjadi di lingkungan masyarakat Mandailing di kabupaten Mandailing Natal.

            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode ini menetapkan persyaratan bahwa suatu penelitian harus dilakukan atas dasar fakta yang ada sehingga pemerian yang diberikan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.  Sejalan dengan itu, sebagai langkah kerja dilakukan tiga tahapan, uaitu (1) pengumpulan data, (2) pengolahan atau penganalisian data, dan (3) penyajian.

            Temuan penelitian dijelaskan bahwa medan makna aktivitas tangan yang dibicarakn dalam penelitian ini mencakup leksem-leksem pengungkap aktivitas tangan dalam bahasa Mandailing . Analisa seperangkat leksem verbal yang menyatakan makna aktivitas tangan dalam bahasa Mandailing ini diklasifikasikan berdasarkan komponen makna yang dimiliki bersama sehingga membentuk beberapa submedan yang lebih sempit ruang lingkupnya. Leksem-leksem pengungkap aktivitas tangan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi dua puluh kelompok atau submedan. Pembagian tersebut didasarkan pada tujuan aktivitasnya. Kedua puluh kelompok atau submedan tersebut, yaitu (1) memegang, (2) menyentuh), (3) mengambil, (4) membawa, (5) meletakkan, (6) melempar, (7) member, (8) menerima, (9) membuka, (10) menutup, (11) menarik, (12) menekan, (13) menyakiti, (14) menghancurkan, (15) menggulung, (16) memanggil, (17) mengusir, (18) menghambat, (19) menyalam, dan (20) menunjuk.

            Di dalam analisis, setiap submedan masih bias dibagi menjadi beberapa submedan dan mungkin juga masih bias dirinci ke dalam sub-submedan yang lebih kecil lagi, bergantung pada cirri semantic yang dimilikinya. Analisis atas medan dan submedan makna aktivitas tangan dalam bahasa Mandailing dapat diuraikan dan dibaca seluruhnya dalam tesis tersebut. [AL/a]