Judul: Wawacan Majapait Karya Haji Hasan Mustapa: Suntingan Teks, Terjemahan, Disertai Analisis Tema dan Fungsi

Penulis: Asep Rahmat Hidayat

Subjek: Kesusastraan Indonesia-Sejarah dan Kritik

Jenis: Tesis

Penerbit: Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Imdonesia

Tahun: 2009

Abstrak

Tesis ini bertujuan untuk menghasilkan suntingan teks naskah Wawacan majapait (WM), mengkaji hubungan judul WM dengan isi teks, serta menkaji tema dan fungsi teks WM.   Naskah WM merupakan karya Haji Hasan Mustapa (HHM) yang disalin oleh Haji Muhammad dalam bahasa Sunda dengan menggunakan aksara Pegon. Untuk mencapai tujuan tersebut, naskah WM terlebih dahulu harus dialihaksarakan, disunting, dan dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode filologi. Dalam penelitian ini, metode edisi kritis akan digunakan untuk menyunting teks WM. Teks WM dialihaksarakan ke dalam aksara Latin. Kesalahan-kesalahan kecil dan ketidakajegan akan diperbaiki dan ejaannya disesuaikan dengan ejaan yang berlaku saat ini. Setelah teks terbaca, isis teks perlu ditafsirkan. Untuk menafsirkan isi teks terlebih dahulu harus diketahui isi teks itu sendiri. Penafsiran isi teks dapat dilakukan dengan mengkaji tema karena tema merupakan gagasan, ide, atau pikiran utama dalam karya sastra.

            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analisis. Data-data yang diperoleh dideskripsikan kemudian dianalisis untuk mengambil simpulan. Pada tahap pengumpulan dilakukan studi kepustakaan tentang data utama dan penunjang. Data utama adalah naskah WM yang ada dalam koleksi Bagian Naskah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Data penunjang berupa tulisan-tulisan yang berkaitan dengan data utama. Pada pengolahan data, data utama dialihaksarakan dari aksara Pegon ke aksara Latin dan dialihbahasakan dari bahasa Sunda ke bahasa Indonesia. Analisis dilakukan untuk menelaah dan menjelaskan gaya penulisan penulis dalam WM.

            Wawacan Majapait adalah naskah karya Hoofdpenghulu Bandung, Haji Hasan Mustap, yang disalin sekitar awal abad ke-20. Nama penyalin berdasarkan sandiasma adalah Haji Muhammad. Berdasarkan penelusuran berbagai  katalog diketahui bahwa naskah WM merupakan naskah tunggal yang sekarang menjadi koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI). Karena naskah WM merupakan naskah tunggal, perbandingan naskah tidak dapat dilakukan. Penyuntingan naskah menggunakan metode edisi kritis. Naskah WM disunting dengan membetulkan kesalahan-kesalahan kecil dan ketidakajegan serta menyesuaikan ejaan dengan ejaan yang berlaku saat ini. Aksara yang digunakan dalam WM adalah aksara Pegon dan bahasa yang digunakan adalah bahasa Sunda.

            WM menggunakan tiga metrum pupuh, yaitu Dandhanggula, Asmaradana, dan Kinanti. Ada beberapa penyimpangan penggunaan aturan metrum dalam WM, tetpai penyimpangan tersebut tidak terlalu berpengaruh pada  arti teks. Isi teks WM adalah paham-paham keagamaan HHM. Paham-paham keagamaan HHM meliputi tema tentang hubungan Tuhan dengan hambanya dan proses pencarian Tuhan oleh hambanya. Tema tersebut meliputi konsepsi tentang Tuhan, konsep Kesatuan Wujud, dan hubungan HHM dengan masyarakatnya. Secara umum pandangan HHM tidak bertentangan dengan Al-Quran. HHM mengungkapkan bahwa kesatuan wujud Tuhan dan hamba adalah adanya kesinambungan esensi antara keduanya, seperti hubungan telur dan ayam. Berkaitan dengan fungsi naskah, ada beberapa fungsi WM. Pertama, WM berfungsi sebagai alat  pendidikan. Kedua, WM memiliki fungsi sosial yang mempersatukan orang-orang dengan berbagai latar belakang dalam satu perkumpulan untuk membahas karya-karya HHM. Ketiga, naskah WM memiliki fungsi praktis bagi orang yang mempercayainya dan mengamaalkan isinya. Keempat, WM berfungsi sebagai sanggahan HHM terhadap tuduhan-tuduhan dari orang-orang yang tidak memahami pemahaman keagamaan HHM atau yang berbeda pemahamannya dengan HHM. [AL/a]