Judul: Ideologi dalam Trilogi Drama Opera Kecoa Karya N. Riantiarno: Sebuah Analisis Wacana Kritis

Penulis: Ganjar Harimansyah W.

Subjek: Kesusastraan Indonesia-Sejarah dan Kritik; Drama-Analisis Wacana

Jenis: Disertasi

Penerbit: Jakarta: Program Pascasarjana, Universitas Negeri Jakarta

Tahun: 2009

Abstrak

Penelitian terhadap Trilogi Drama Opera Kecoa (OP) karya NR menempatkan analisis teks drama bukan sekadar menganalisis struktur teks dan ungkapan bahasa diri pengarang. Penelitian yang menggunakan paradigm kritis ini berusaha mengungkapkan “yang tersembunyi” atau mendapatkan ‘makna’ di balik sebuah teks drama sebagai ‘wacana’ Disertasi ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dan pemahaman tentang ideologi yang terdapat di dalam (1) struktur teks, (2) praktik kewacanaan, dan (3) praktik sosial yang mempresentasikan situasi dan kondisi sosial-politik dalam Trilogi Drama OK karya NR.

            Berdasarkan jenisnya, penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dibingkai dalam rancangan tahapan (a) penentuan fokus, (b) pengajuan pertanyaan penelitian, (c) pengumpulan data, dan (d) penganalisisan dan penginterpretasian data. Penelitian ini menggunakan prinsip analisis isi kualitatif, yaitu metode untuk memahami pesan simbolik dari suatu objek penelitian dengan memperhatikan konteksnya. Pesan simbolik yang dimaksud adalah ideology dalam Trilogi Drama OK  yang tercermin dalam perilaku, sikap, dan pandangan hidup para tokoh yang berkaitan pula dengan ekonomi dan budaya yang mempengaruhi penciptaan teks drama itu. Sumber data utama penelitian ini adalah naskah drama Trilogi Drama OK karya NR. Data tersebut merupakan potongan tuturan-tuturan tokoh dalam drama yang mengandung tindak tutur tertentu dari suatu episode atau fragmen yang terdapat dalam satuan lingual percakapan drama. Penelitian ini juga menggunakan model tipologi teks-teks yang mempertimbangkan dengan seksama banyaknya peserta dan/atau latar pesan, yaitu pengirim pesan individual, pengirim pesan antar-pribadi dan kelompok. Sejalan dengan metode kualitatif, dasar pelaksanaan analisis isi ini adalah interpretasi. Peneliti menekankan  bagaimana memaknakan isi komunikasi, yaitu memaknakan isi interaksi simbolik yang terjadi dalam peristiwa komunikasi.

            Dalam teks dramatik, tidak terkecuali dalam Trilogi Drama OK, terdapat dua teks yang saling berkaitan. Keterkaitan antara teks pokok dan teks tambahan itu dapat diibaratkan sebagai oposisi berpasangan. Keterkaitan tersebut dapat diibaratkan sebagai keterkaitan antara teks dan konteksnya, antara lakon dan konteks pementasannya, dan bahkan antara teks dramatic, pertunjukanya, dan dunia sosial-kulturalnya. Kata atau frasa yang dianalisis dalam Trilogi Drama OK ditempatkan dalam konteks teks dramatik yang utuh. Operasional analisisnya didasarkan pada tiga nilai yang terkandung dalam kosakata. Tiga nilai kosa kata tersebut adalah (1) nilai eksperiensial, (2) nilai relasional, dan (3) nilai ekspresif. Nilai eksperiensial kosakata  dalam disertasi ini difokuskan pada pembahasan (a) pengklasifikasian pengalaman yang tergambar dalam kata-kata, (b) kata yang secara ideologis diperjuangkan, (c) leksikalisasi (penyusunan kata dalam konteks), (d) relasi makna yang signifikan secara ideologis, (e) metafora yang digunakan. Nilai  relasional kosakata diwujudkan dalam pembahasan (a) ungkapan eufemistik, dan (b) kata-kata formal dan informal yang menonjol. Dan, nilai ekspresif kosakata difokuskan pada (a) evaluasi positif dan (b) evaluasi negative terhadap kata.

            Dalam analisis teks Trilogi Drama OK, kosakata yang mewadahi nilai eksperensial dan ekspresif memuat ideology ‘perbedaan sebagai konsekuensi adanya beragam kepentingan’. Nilai relasional dan ekspresif kosakata memuat ideology ‘keterbukaan dalam mengungkap realitas” dan “keinformalan sebagai bentuk ke-egaliter-an”. Adapun di dalam metafora ditemukan nilai ekspresif yang mengandung ideology ‘perjuangan masyarakat miskin untuk hidup layak”. Penilaian-penilaian terhadap ideology dalam kata-kata tersebut tentunya mempertimbangkan pemilihan kata yang sangat tergantung pada maknanya, kedudukan kata tersebut di tengah kata lain dalam kalimat, dan kedudukan kata dalam keseluruhan teks dramtik Trilogi Drama OK. Dalam proses penilian ini juga dilihat bagaimana pergumulan penulis dengan karyanya. Dalam hal ini seorang penulis dianggap akan memilih kata-kata yang benar-benar mengandung arti yang sesuai dengan yang diinginkannya, baik dalam arti konotatif maupun denotative, atau bahkan penulis akan mengambil kosakata dari bahasa daerah atau bahasa asing untuk memperkuat ungkapan ide-idenya. [AL/a]