Judul: Penalaran dalam Karangan Argumentasi Mahasiswa: Penelitian Analisis pada Mahasiswa FKIP UNSRI

Penulis: Hani Atus Sholikhah

Subjek: Membaca-Penelititan; Penalaran-Penelitian

Jenis: Tesis

Penerbit: Jakarta: Program Pascasarjana, Universitas Negeri Jakarta

Tahun: 2012

Abstrak

Tesis ini bertujuan menemukan dan mengetahui kemampuan bernalar mahasiswa dalam  karangan argumentasi. Penelitian dilaksanakan di  Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah FKIP Universitan Sriwijaya dengan subjek penelitian tentang penalaran dan kesalahan nalar yang dilakukan mahasiswa semester 2 angkatan 2010 pada karangan mereka.

            Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik analisis isi. Penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang secara primer menggunakan paradigm pengetahuan berdasarkan pandangan konstruktivisme, peneliti mengumpulkan data penting secara terbuka terutama dimaksudkan untuk mengembangkan tema-tema dari data tersebut. Sumber data penelitian adalah karangan argumentasi mahasiswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua jenis penalaran ditemukan. Jumlah penalaran yang ditemukan adalah 204 dan yang berfrekuensi tinggi adalah penalaran deduktif silogisme kategorial, sebanyak 62 penalaran atau 30.39%, sedangkan yang paling rendah adalah penalaran induktif analogi metafora, sebanyak 1 penalaran atau 0,49%.  Kesalahan nalar yang ditemukan hanya kesalahan yang disebabkan penggunaan bahasa atau kesalahan informal. Kesalahan formal tidak ditemukan. Kesalahan informal terdiri 18, yaitu appeal to the people, red herring, missing the point, accidence, hasty generalization, weak analogy, false cause appeal to the author, amphiboly, begging the question, complex queation, false dichotomy, suppressed evidence, division dan  composition. Kesalahan nalar baru penulis namakan kesalahan kompleks. Jumlah kesalahan nalar yang ditemukan 218.

Penelitian ini menghasilkan beberapa simpulan. Pertama, penalaran yang digunakan mahasiswa lebih banyak pada jenis silogisme kategorial dan yang paling sedikit  penalaran langsung. Silogisme kategorial mengacu pada penjabaran structural sehingga lebih mudah digunakan dalam kegiatan mengarang. Alur berpikir umum-khusus dengan penggunaan korelasi yang setara inilah yang memudahkan bagi mahasiswa untuk menggunakannya dalam membuat karangan. Kedua, masalah kesalahan nalar secara internal mengacu pada empat hal, yaitu konseptual, substansi, structural, dan validitas. Empat hal inilah yang menjadi penyebab kesalahan nalar. Selain itu, permasalahan eksternal mengacu pada faktor mahasiswa itu sendiri, minimnya buku tentang penalaran, serta permasalahan pengajaran terkait pemahaman penalaran ketika mahasiswa tersebut masih di bangku sekolah. Ketiga, aspek penalaran dan kesalahan nalar menunjukkan bahwa penalaran memiliki peran yang sangat penting dalam karangan argumentasi.

Dalam tulisan ini, diharapkan, pendidik dapat menemukan cara yang tepat untuk meningkatkan kemampuan penelaran mahasiswa dalam menulis karangan argumentasi. Kemampuan penalaran mahasiswa hendaknya dilatih agar tidak melakukan kesalahan penalaran ketika menulis karangan argumentasi; mahasiswa perlu lebih banyak memaksimalkan dan mengoptimalkan kemampuan menulis terutama berkaitan dengan kelogisan dalam menggunakan bahasa pada kalimat, paragraph, karangan, hingga karya ilmiah yang lebih luas. Selain itu, guru sekolah menengah perlu membuat konsep pengajaran terutama dengan menambahkan  substansi yang mengacu pada penalaran. [ALOY/a]