Judul: Medan Makna Leksikon Sikap dan Gerak Tubuh dalam Bahasa Indonesia: Suatu Analisis Semantik

Penulis: Menuk Hardaniwati

Subjek: Bahasa Indonesia-Semantik

Jenis: Tesis

Penerbit: Jakarta: Universitas Negeri Jakarta

Tahun: 2009

Abstrak

Tesis ini bertujuan untuk mengklasifikasikan seperangkat leksem verbal yang tergolong pada medan makna sikap dan gerak tubuh bahasa Indonesia. Penelitian ini juga dapat memberikan sumbangan untuk pendefinisian  sebuah lema. Fokus penelitian ini adalah medan makna sikap dan gerak tubuh dalam bahasa Indonesia dan implikasinya bagi pengajaran semantik di perguruan tinggi. Data yang menjadi sumber penelitian ini diperoleh dari Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Niew Maleisch-Nederlandsch Woordenboek. Selain itu, karya sastra angkatan Pujangga Lama, Pujangga Baru, Angkatan 45, dan Angkatan Balai Pustaka, serta media cetak dan elektronik sebagai data untuk pemakaian dalam kalimat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Penelitian ini dimaksud untuk mendeskripsikan ikhwal medan makna sikap dan gerak tubuh dalam bahasa Indonesia. Fakta yang muncul dianalisis secara objektif berdasarkan analisis komponen makna. Metode analisis komponen makna itu dihubungkan dengan medan leksikal oleh adanya komponen makna yang dimiliki bersama dan komponen makna diagnostic. Komponen diagnotiklah yang mampu menimbulkan kontras antara leksem yang satu dari leksem yang lain di dalam sebuah medan leksikal.  Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument). Peneliti menjadi instrument karena peneliti turun secara langsung dalam mencari data, meneliti, dan menganalisis sumber data.

            Penelititan medan makna leksikon sikap dan gerak tubuh dalam bahasa Indonesia yang akan dianalisis ini didasarkan atas makna sikap dan gerak tubuh yang mempunyai banyak penamaan untuk menyebutkan konsep gerak kepala, gerak badan ketika duduk, sikap dan gerak tangan ketika membawa dan mengambil, sikap dan gerak kaki ketika berjalan dan lari.

            Penelitian ini berhasil menginventarisasi seperangkat leksem sikap dan gerak tubuh dalam bahasa Indonesia. Leksem sikap dan gerak tubuh yang meliputi sikap kepala; sikap badan ketika duduk, sikap tangan ketika membawa, sikap tangan ketika mengambil, sikap kaki ketika berjalan, dan sikap kaki ketika berlari sebanyak 152 leksem. Data-data tersebut membentuk kelompok sikap dan gerak tubuh, sebagai berikut. (1) Dalam medan gerak kepala terdapat sikap yang dapat dijabarkan menjadi tiga, yaitu (a) sikap dan gerak kepala diangkat ke atas, (b) sikap dan gerak kepala digerakkan ke kiri atau ke kanan, dan (c) sikap dan gerak kepala digerakkan ke bawah atau ke atas; (2) Dalam medan gerak badan ketika duduk terdapat sikap yang dapat dijabarkan menjadi delapan sikap, yaitu (a) sikap duduk dengan pantat tidak menyentuh lantai atau tanah, (b) sikap duduk dengan pantat menyentuh lantai atau tanah, (c) sikap duduk dengan lutut sebagai tumpuan, (d)  sikap duduk dengan kaki ditekuk, (e) sikap duduk dengan menaikkan lutut, (f) sikap duduk dengan lutut terbuka lebar, (g) sikap duduk dengan menggantungkan kaki, dan (h) sikap duduk dengan meluruskan kaki; (3) Dalam medan gerak tangan ketika membawa terdapat sikap yang dapat dijabarkan menjadi enam sikap, yaitu (a) sikap membawa dengan telapak tangna, (b) sikap membawa dengan jari-jari, (c) sikap membawa dengan menekuk tangna, (d) sikap membawa dengan cara mengatupkan jari-jari, (e) sikap membawa dengan cara objek diletakkan di bahu, dan (f) sikap membawa dengan cara merapatkan lengan ke badan; (4) Dalam medan gerak tangan ketika mengambil terdapat sikap yang dapat dijabarkan menjadi lima sikap yaitu (a) sikap mengambil dengan mengatupkan jari-jari, (b) sikap mengambil dengan mengatupkan kuku jari, (c) sikap mengambil dengan telapak tangan, (d) sikap mengambil dengan menggunakan telapak tangan secara cepat, dan (e) sikap mengambil dengan telapak tangan menggenggam; (4) Dalam medan gerak tungkai ketika berjalan terdapat sikap berjalan yang dapat dijabarkan menjadi enam sikap yaitu (a) sikap berjalan dengan kaki terbuka lebar, (b) sikap berjalan dengan ujung jari sebagai tumpuan, (c) sikap berjalan dengan gerakan melompat, (d) sikap jalan dengan gerak kaki tidak keruan, (e) sikap jalan dengan gerak kaki cepat, dan (f) sikap berjalan dalam keadaan kurang sehat; dan (6) Dalam medan gerak tungkai ketika berlari terdapat sikap berlari yang dapat dijabarkan menjadi empat sikap, yaitu (a) sikap lari dengan kecepatan tinggi, (b) sikap lari dengan terburu-buru,  (c) sikap lari tak bersasaran, dan (d) sikap lari untuk tujuan mengejar. [AL/a]