Judul: Bahasa Sunda di Kabupaten Brebes: Suatu Kajian Morfologis

Penulis: Sry Satriya Tjatur Wisnu Sasangka

Subjek: Bahasa Indonesia-Morfologi

Jenis: Tesis

Penerbit: Jakarta: Universitas Negeri Jakarta

Tahun: 2006

Abstrak

Tesis ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahasa Sunda di Kabupaten Brebes yang dikaji secara morfologis. Sehubungan dengan itu, masalah yang dikaji mencakupi beberapa pertanyaan berikut. a)  bagaimanakah wujud kosakata bahasa Sunda Brebes/, b) bagaimana bentuk afiks dalam bahasa Sunda Brebes, c) bagaimana bentuk reduplikasi, dan d) bagaimana bentuk kata majemuk? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi karena dengan menggunakan metode ini data  dan informasi secara langsung tentang morfologi bahasa Sunda di daerah Brebes, terutama data bahasa dari sumber primer. Penelitian ini dilakukan di lima kecamatan di Kabupaten Brebes, yaitu di Kecamatan Losari, Kecamatan Banjarharjo, Kecamatan Larangan, Kecamatan Salem, dan Kecamatan Bumiayu. Data yang digunakan berupa data bahasa lisan sebab bahasa Sunda di daerah ini cenderung hanya digunakan sebagai komunikasi sehari-hari. Penentuan sumber data dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas data yang diharapkan sesuai dengan tujuan penelitian.

            Kata dasar dalam bahasa Sunda Brebes dapat dikelompokkan ke dalam lima jenis, (a) kata benda, (b) kata kerja, (c) kata sifat, (d) kata keterangan, dan (e) kata tugas.  Dalam bahasa Indonesia, sebagian besar kata benda dapat bersanding dengan kata pengingkar bukan, kata kerja dapat bersanding dengan kata sedang, dan kata sifat dapat bersanding dengan kata sangat, agak, dan paling. Dalam bahasa Sunda Brebes pun sebagain besar kata benda dapat bersanding dengan kata pengingkar lain ‘bukan’, kata kerja dapat bersandin g dengan kata keur atau eukeur ‘sedang’ dan kata sifat dapat bersanding dengan kata rada ‘agak’, kacida atau pisan ‘sangat’, dan pang ‘paling’.

            Berdasarkan uraian yang dipaparkan penulis, penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. Bahwa kosakata bahasa Sunda Brebes dapat dibedakan menjadi dua, yaitu berupa kata dasar dan kata berimbuhan, baik kata dasar maupun kata jadian dalam bahasa Sunda Brebes banyak yang berbeda dengan bahasa Sunda standar. Prebedaan itu dikarenakan beberapa hal, yaitu kosakata itu merupakan kosakata asli bahasa Sunda Brebes dan kosakata itu diduga merupakan kosakata serapan dari bahasa Jawa. Sehubungan dengan itu, bahasa Sunda Brebes cenderung merupakan dialek tersendiri.

            Afiks atau imbuhan dalam bahasa Sunda Brebes dibedakan menjadi prefiks, sufiks, infiks, dan konfiks. Meskipun beegitu, imbuhan yang paling produktif dalam bahasa Sunda Brebes hanyalah imbuhan yang berupa prefiks N- dan infiks –ar-. Afiksasi dalam bahasa Sunda Brebes cenderung mengubah kelas kata. Proses Morfologis karena afiksasi cenderung menghasilkan kata turunan berupa verba, nomina, dan adjektiva. Namun, yang paling banyak dihasilkan adalah verba turunan.

            Reduplikasi atau perulangan dalam bahasa Sunda Brebes dapat dibedakan menjadi dwilingga, dwipurwa, dan trilingga. Akan tetapi, perulangan yang paling produktif hanya perulangan yang berbentuk dwilingga (perulangan penuh). Perulangan dalam bentuk dwilingga dapat mengungkapkan makna jamak, baik dalam  kuantitas maupun kualitas dan dapat pula mengungkapkan makna penekanan terhadap bentuk yang diulang. Perulangan penuh dengan variasi bunyi dalam bahasa SUnda Brebes dapat mengungkapkan makna (a) ‘melakukan pekerjaan secara berulang kali’ atau (b) ‘bermacam-macam (dasar). Sementara itu, kata majemuk dalam bahasa Sunda Brebes cenderung berupa penggabungan bentuk bebas + bentuk bebas, bentuk bebas + bentuk terikat, dan/atau bentuk terikat + bentuk bebas. Namun, hanya pemajemukan bentuk bebas + bentuk bebas yang paling produktif. [AL/a]