Judul: Tindak Tutur dalam Upacara Perkawinan Masyarakat Batak Toba

Penulis: Tomson Sibarani

Subjek: Perkawinan Adat

Jenis: Tesis

Penerbit: Medan: Universitas Sumatera Utara

Tahun: 2008

Abstrak

Pengertian upacara adat  ialah upacara yang dihadiri oleh ketiga undur Dalihan Na Tolu, yaitu  dongan sabutuha,  hula-hula, dan boru yang berpartisipasi dalam upacara itu. Tesis ini bertujuan (1) mendeskripsikan tindak tutur yang digunakan pihak hulahula (pihak pemberi istri), dongan sabutula (kerabat semarga), boru (pihak penerima istri) pada saat upacara perkawinan dalam masyarakat Batak Toba, (2) menentukan tindak tutur apa yang dominan digunakan pada saat upacara perkawinan dalam masyarakat Batak Toba, (3) menguraikan cara tindak tutur apakah yang digunakan pada saat upacara perkawinan  dalam masyarakat Batak Toba, dan (4) menjelaskan jenis dan fungsi tindak tutur yang digunakan pada saat upacara perkawinan dalam masyarakat Batak Toba.

            Untuk meengumpulkan data yakni berupa tindak tutur yang diucapkan dalam upacara perkawinan masyarakat Batak Toba, penulis menggunakan teknik pencatatan terhadap tindak tutur yang diucapkan pada pelaksanaan acara adat dan melalui observasi pada saat acara adat berlangsung. Data dijaring dengan menggunakan angket (self administered questionnaire). Metode analisis yang dipakai penulis adalah analisis induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh yang kemudian  dikembangkan.

            Dalam analisis data tindak tutur dalam upacara adat marunjuk ‘pesta penyerahan adat penuh’ dalam masyarakat Batak Toba, penulis menyimpulkan. (1) Dalam upacara marunjuk tindak tutur yang digunakan adalah berbeda dengan bahasa sehari-hari karena dalam upacara marunjuk biasanya digunakan umpasa ‘pantun’ ‘ungkapan’, frase, dan kata khusus; (2) Tindak tutur dalam upacara marunjuk digolongkan dengan ‘raja panise’ penanya ‘pihak hulahula dan raja pangalusi ‘penjawab’ dari pihak boru dan dongan sabutuha ‘kawan semarga’ serta unsure di luar Dalihan Na Tolu; (3) Tindak tutur upacara marunjuk di bagi atas 13 jenis tindak tutur, yaitu tindak tutur bersalam (T Tbslm) dengan kategori ekspresif, tindak tutur memberkati (T Tmbkt) dengan kategori representatif, tindak tutur memohon (T Tmhn) dengan kategori direktif, tindak tutur memuji (T Tmmj) dengan kategori representatif, tindak tutur meminta (T Tmmt) dengan kategori direktif, tindak tutur berjanji (T Tbjj) dengan kategori komisif, tindak tutur menyarankan (T Tmyrn) dengan kategori representatif, tindak tutur memperingati (T Tmprgt) dengan kategori direktif, tindak tutur mengesahkan (T Tmgsh) dengan kategori komisif, tindak tutur berterima kasih (T Tbk) dengan kategori ekspresif, tindak tutur menjawab (T Tmjw) dengan kategori representatif, tindak tutur menjelaskan (T Tmjls) dengan kategori representative, dan tindak tutur bertanya (T Tbty) dengan kategori direktif; (4) Tindak tutur yang dituturkan oleh tiap pihak Dalihan Na Tolu ditentukan oleh posisinya dalam upacara adat tersebut, apakah sebagai hulahula ‘pemberi istri’, boru ‘penerima istri’ atau dongan sabutuha ‘kerabat semarga’. [AL/a]