Judul: Frasa Preposisional Temporal Bahasa Indonesia

Penulis: Toshio Suenobu

Subjek: Bahasa Indonesia-Sintaksis; Bahasa Indonesia-Semantik

Jenis: Tesis

Penerbit: Depok: Fakultas Sastra, Universitas Indonesia

Tahun: 2001

Abstrak

Tesis ini adalah studi frasa preposisional temporal (FPrT) bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengobservasi, mendeskripsi, menganalisis, dan menjelaskan perilaku FPrT bahasa Indonesia baik dari segi sintaktis maupun semantis. Aspek sintaktis yang dibahas adalah preposisi dan kategori pelengkap preposisi, pola FPrT, pelesapan preposisi, distribusi FPrT, dan fungsi sintaktis FPrT. Sementara itu, aspek semantis yang diteliti berkaitan dengan peran semantis FPrT dan perbedaan makna antara satu preposisi dengan preposisi lain dalam konstruksi FPrT. Penelitian ini dibatasi sebagai penelitian sinkronis karena data-data yang digunakan dan dianalisis adalah data pemakaian bahasa pada tahun 1990-an. Sumber data adalah buku kumpulan cerpen Derabat, buku sejarah Zaman Peralihan dan Penakluk Rezim Orde Baru, majalah Tempo, dan surat kabar Kompas.

            Metode penelitian ini adalah metode kualitatif. Data kualitatif penelitian ini berupa data yang dicatat dalam bentuk bukan angka-angka, tetapi berupa FPrT bahasa Indonesia dan pemakaiannya dalam klausa atau kalimat. Prosedur yang digunakan adalah observasi, pencatatan, dan wawancara. Data yang berupa kalimat yang mengandung FPrT dan kalimat yang terjadi pelesapan preposisi pada pemakaian FPrT yang tersebar dalam berbagai sumber diamati. Metode analisis pelesapan preposisi pada pemakaian FPrT dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Pertama, peneliti menemukan konstruksi klausa atau kalimat yang mengalami pelesapan preposisi pada FPrT. Kedua, mengamati perilaku klausa yang mengalami pelesapan preposisi pada FPrT. Ketiga, melakukan tes sifat pelesapan preposisi untuk menemukan apakah preposisi itu bersifat wajib atau manasuka. Keempat, mengamati dan melakukan tes untuk menemukan perilaku pelesapan preposisi, kapan terjadi pelesapan preposisi dan kapan tidak.

            Konsep waktu dapat dilihat dalam pemakaian bahasa, baik secara leksikal maupun gramatikal. Secara leksikal, konsep waktu dapat dilihat dalam berbagai leksem waktu, baik yang berupa unit kalender maupun leksem deiksis dan nondeiksis. Selain itu, konsep waktu juga dapat dilihat dalam struktur tata bahasa. Salah satu aspek tata bahasa yang berkaitan dengan konsep waktu adalah frasa preposisional temporal. Berdasarkan analisis data penelitian ini ditemukan adanya 31 preposisi yang menjadi unsure FPrT. Preposisi tersebut adalah di, ke, dalam, pada, (se)dari, se(men)jak, sebelum, sampai, hingga, selesai, setelah, sesudah, selepas, seusai, lewat, sehabis, menjelang, menginjak, memasuki, mulai, selama, sepanjang, sekitar, selagi, seputar, dan menuju. Di samping itu  ada preposisi korelatif yang menjadi unsure frasa preposisional temporal, yaitu se(men)jak/(se)dari/mulai …hingga/sampai …, sekitar …  hingga/sampai …, sepanjang …hingga/sampai …, antara…dan…, dan dari….ke ….. Berdasar analisis data, ditemukan tujuh pola FPrT bahasa Indonesia. Ketujuh pola itu adalah (1) FPr → Pr + N, (2) FPr → Pr + FN, (3) Fpr →Pr+Adj, (4) FPr →Pr + Demonstrativa, (5) FPr →Pr+Fpr, (6) FPr →Pr+FN+Fpr, dan (7) FPr →Pr+FPr+FPr.       

            Dalam pemakaian FPrT bahasa Indonesia Nampak adanya pelesapan preposisi. Preposisi yang dapat dilesapkan adalah preposisi pada yang menyatakan makna titik waktu dan selama yang menyatakan makna jangka waktu. Di samping itu, karena preposisi di dapat menggantikan preposisi pada dalam konstruksi FPrT tertentu, pelesapan preposisi di pun mengikuti kaidah pelesapan preposisi pada dalam konstruksi yang memungkinkan preposisi di  menggantikan preposisi pada. Pelesapan itu hanya bersifat kecenderungan dan ada pula yang bersifat opsional.

FPrT bahasa Indonesia dapat mempunyai beberapa fungsi sintaktis dalam kalimat, yaitu sebagai predikat, keterangan, pemerlengkap, dan pewatas belakang pada struktur modifikasi nomina. Di samping itu, FPrT bahasa Indonesia dapat menjadi tema pada struktur tema-rema dan dapat menjadi topic pada struktur topic-komen. Karena banyaknya kemungkinan fungsi sintaktis yang dapat diisi oleh FPrT bahas Indonesia, distribusi FPrT pada kalimat pun dapat berada pada semua posisi, yaitu posisi awal, tengah, dan akhir.

FPrT bahasa Indonesia memiliki peran semantis utama keterangan waktu.  Peran semantis utama itu dapat dibagi menjadi subperan semantis titik waktu, hubungan waktu, jangka waktu, frekuensi, arah kewaktuan, kebersamaan waktu, dan tujuan kewaktuan. Dengan digunakannya istilah peran semantis seperti nampak pada uraian  di atas, penelitian ini berarti hanya membatasi pemakaian FPrT dalam kaitannya dengan peran argumen yang disebut waktu terjadinya tindakan predikat kalimat. Pemakaian istilah itu juga berkaitan dengan upaya menghindari kontroversi keleksikalan preposisi karena banyak pakar bahasa yang berpendapat bahwa pada hakikatnya preposisi tidak mempunyai makna leksikal. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian lanjutan yang berkaitan dengan relasi makna FPrT bahasa Indonesia. [AL/a]