Judul: Teks Hasil Menulis Berstimulus Teks dan Hasil Menulis Berstimulus Nonteks Dilihat dari Kohesi, Koherensi, dan Alur Wacana

Penulis: Triwulandari

Subjek: Bahasa Indonesia-Wacana

Jenis: Tesis

Penerbit: Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Program Studi Linguistik

Tahun: 2010

Abstrak

Tesis ini bertujuan untuk 1) mencatat kemampuan mahasiswa dalam tes menulis, 2) mengklasifikasikan karya tulis mahasiswa berdasarkan stimulus dalam soal tes menulis, 3) melihat kelemahan dan kelebihan yang terdapat dalam tulisan mahasiswa, 4) melihat kelebihan dan kelemahan stimulus dalam soal tes penulis, dan melihat kesesuaian jenis soal dengan tujuan akhir tes menulis. Masalah yang diteliti ialah kohesi, koherensi, dan alur wacana argumentasi pada teks hasil menulis berstimulus teks dan hasil menulis berstimulus nonteks yang dibuat oleh mahasiswa semester VI Program Studi bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang hasil kegiatan menulis seseorang dikaitkan dengan stimulusnya. Penulis mencoba untuk melihat relasi antara stimulus dalam tes menulis dan teks yang dihasilkan sebagai respons atas tugas tersebut.

            Dalam penelitian ini akan digunakan metode kualitatif yang memberikan perhatian pada bentuk dan makna yang terdapat pada kata. Data penelitian berupa teks tugas menulis (writing task) dan teks hasil menulis (hasil dari tes menulis). Dalam penelitian ini terdapat dua komponen data, yaitu soal tes menulis dan teks hasil menulis.

            Berdasarkan jumlah varian teks yang sudah dikemukakan, terdapat delapan teks yang akan dianalisis. Analisis pertama adalah analisis kohesi dan koherensi terhadap tiap-tiap paragraf dalam setiap teks. Dengan analisis kohesi dan koherensi itu dapat diketahui kemampuan mahasiswa untuk membuat wacana yang utuh dan padu. Kemudian, setiap teks diteliti dan dibandingkan alur wacananya berdasarkan struktur argumentasi yang benar.  Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan beberapa hal berikut. 1) Stimulus teks tidak menimbulkan perbedaan yang signifikan pada teks yang dibuat oleh mahasiswa. Stimulus teks bagi sebagian besar mahasiswa memang hanya berfungsi sebagai stimulus, pemicu untuk mengemukakan gagasan; 2) Stimulus berkaitan erat dengan topik. Stimulus nonteks (bagan) dalam topik manajemen yang ruang lingkupnya terbatas pada ranah ilmu tertentu lebih sesuai digunakan untuk memancing mahasiswa untuk menghasilkan tulisan deskriptif atau ekspositoris; 3) Kohesivitas dan koherensivitas teks bertopik manajemen sangat ditentukan oleh informasi  dalam stimulus  yang bersifat teoretis dan berkaitan dengan ranah ilmu tertentu; 4) Pemilihan topic dan stimulus dalam tes menulis harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai. Secara keseluruhan, kedelapan teks yang dianalisis memiliki kelemahan yang relative sama. Pertama, kedelapan teks itu menunjukkan bahwa mahasiswa belum dapat menyusun kalimat dengan baik. Hal itu ditunjukkan oleh banyaknya kalimat yang tidak gramatikal dalam teks.  Dari segi kohesi, mahasiswa belum bias menerapkan perangkat kohesi dengan baik terutama perangkat kohesi yang berupa konjungsi. Kedua, mahasiswa melum memiliki kompetensi yang memadai untuk membangun wacana argumentasi. [ALOY/a]