Judul: Morfofonemik Bahasa Jawa Dialek Banyumas

Penulis: Yani Paryono

Subjek: Bahasa Jawa-Morfologi

Jenis: Tesis

Penerbit: Surabaya: Universitas Negeri Surabaya

Tahun: 2008

Abstrak

Tesis ini memfokuskan pada tataran internal kebahasaan yang berupa pendeskripsian morfofonemik bahasa Jawa Dialek Banyumas yang meliputi afiksasi, reduplikasi, klitiksasi, komposisi dan modifikasi intern.  Kajian morfofonemik pada ilmu bahasa memiliki dua konsep dasar dan teori. Pertama, peristiwa fonemis sebagai akibat proses morfemis. Kedua, proses morfemis sebagai penyebab timbulnya peristiwa fonemis yang saling berkaitan satu sama lain. Proses morfemis merupakan pertemuan morfem dengan morfem, sedangkan peristiwa fonemis dipandang sebagai proses perubahan fonem akibat pertemuan fonem dengan fonem.  Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan morfofonemik bahasa Jawa Dialek Banyumas yang meliputi morfofonemik pada afiksasi, reduplikasi, komposisi, klitiksasi, dan modofikasi intern. Penelitian dilaksanakan di kabupaten Banyumas pada bulan Januari 2007 sampai dengan Oktober 2007.

            Penelitian ini menggunakan teori linguistik struktural, yaitu teori yang menempatkan bentuk dan makna yang kedudukannya seimbang, namun dalam perkembangannya menjadi beraneka versi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sinkronis yaitu pendekatan analisis bahasa yang menggunakan prinsip kesejamanan atau kesesaatan sebagai pegangannya. Sumber data adalah tuturan dalam berbagai peristiwa tutur alami di masyarakat yang bercirikan empat ragam, yakni ragam fungsional, ragam sosial, ragam regional, dan ragam temporal. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan cakap.

            Temuan dalam penelitian ini dapat dipaparkan bahwa secara umum morfofonemik bahasa Jawa Dialek Banyumas yang terjadi pada afiksasi (prefiksasi, infiksasi, sufiksasi, dan konfiksasi) sebagai berikut. Dalam prefiksasi dihasilkan Sembilan belas prefiksasi terdiri atas prefiks N-} Nasal, prefiks {paN-} nasal, prefiks nasal {N-} berkombinasi sufiks {-na}, prefiks nasal {N-} yang berkombinasi sufiks {-aken}, prefiks {tak-} berkombinasi sufiks {-na}, prefiks {-tak} yang berkombinasi sufiks {-i}, prefiks {tak-} berkombinasi sufiks {-aken}, prefiks {di-}, prefiks {di-} yang berkombinasi sufiks {-i}, prefiks {di-} yang berkombinasi sufiks {-aken}, prefiks {di-} yang berkombinasi sufiks {-na}, prefiks {ko-}, prefiks {ke-}, prefiks {sa-}, prefiks {pa-}, prefiks {me-}, dan prefiks {pating-} menyebabkan peristiwa fonemis berupa perubahan fonem, pemunculan fonem, dan penghilangan fonem. Morfofonemik pada konfiksasi [N-i}, {ke-an}, dan {pe-an} berupa perubahan fonem dan pemunculan fonem. Morfofonemik yang terjadi pada klitiksasi berupa peristiwa fonemis perubahan fonem. Peristiwa fonemis yang berupa pemunculan fonem berupa pemunculan konsonan hambat letup dorso-velar /k/ atau bunyi glottal stop, dan konsonan nasal dorso-velar /n/. Morfofonemik yang terjadi pada reduplikasi berupa perubahan bunyi /a/ menjadi /i/, fonem /a/ menjadi fonem /ə/ fonem /a/ bervariasi dengan /ə/, fonem /a/ menjadi fonem /u/, fonem /a/ menjadi fonem /ə/. Adapun morfofonemik yang terjadi pada proses modifikasi intern berupa pelesapan/penghilangan suku awal kata pada bentuk dasar tersebut dan berupa penyisipan atau penambahan vokal /u/. [AL/a]