Judul: Pengaruh Lingkungan Sosial Budaya Mahasiswa dan Metode Mengajar terhadap Prestasi Belajar Menerjemahkan Bahasa Jawa Kuno ke dalam Bahasa Indonesia

Penulis: Bengat Hadiatmadja

Subjek: Bahasa Jawa - Sosiolinguistik

Jenis: Tesis

Penerbit: Program Studi Pendidikan Bahasa, IKIP Negeri Jakarta (belum diterbitkan)

Tahun: 1991

Abstrak

Jarang sekali mahasiswa Jurusan Sastra Daerah dan Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sebelas Maret, dapat menerjemahkan bahasa Jawa Kuno ke dalam bahasa Indonesia dengan baik, walaupun mahasiswa Jurusan Sastra Daerah telah mendapatkan perkuliahan bahasa Jawa Kuno selama enam semester dan mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia selama dua semester. Penyebab ketidakberhasilan tadi harus dicari, agar kemampuan mereka dalam menerjemahkan bahasa Jawa Kuno ke dalam bahasa Indonesia dapat ditingkatkan.

            Tujuan eksperimen ini untuk mengetahui apakah antara lingkungan sosial budaya mahasiswa dengan metode mengajar ada pengaruhnya terhadap prestasi belajar menerjemahkan bahasa Jawa Kuno ke dalam bahasa Indonesia.

            Eksperimen ini dilakukan di Jurusan Sastra Daerah dan Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sebelas Maret, Surakarta dengan 40 orang mahasiswa sebagai sampel, yang dipilih secara acak. Prestasi menerjemahkan bahasa Jawa Kuno ke dalam Bahasa Indonesia didapatkan dari skor tes akhir.

            Analisis data dilakukan dengan ANAVA dua jalan yang hasilnya sebagai berikut:

  1. Prestasi belajar menerjemahkan bahasa Jawa Kuno ke dalam bahasa Indonesia mahasiswa yang berasal dari lingkungan sosial budaya pedesaan lebih baik daripada mahasiswa yang berasal dari lingkungan sosial budaya perkotaan.
  2. Prestasi belajar menerjemahkan bahasa Jawa Kuno ke dalam bahasa Indonesia yang diajar dengan metode deduktif tidak lebih baik daripada mahasiswa yang diajar dengan metode deduktif.
  3. Terdapat interaksi antara lingkungan sosial mahasiswa dengan metode mengajar yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar menerjemahkan bahasa Jawa Kuno ke dalam bahasa Indonesia.
  4. Prestasi belajar menerjemahkan bahasa Jawa Kuno ke dalam bahasa Indonesia kelompok mahasiswa dari lingkungan sosial budaya pedesaan yang diajar dengan metode deduktif lebih baik daripada kelompok mahasiswa dari lingkungan sosial budaya perkotaan yang diajar dengan metode induktif.
  5. Prestasi belajar menerjemahkan bahasa Jawa Kuno ke dalam bahasa Indonesia bagi kelompok mahasiswa dari lingkungan sosial budaya perkotaan yang diajar dengan metode deduktif tidak lebih baik daripada kelompok mahasiswa dari lingkungan sosial budaya pedesaan yang diajar dengan metode deduktif.

Implikasi dari penelitian ini ialah, dalam perkuliahan penerjemahan bahasa Jawa Kuno ke dalam bahasa Indonesia, mahasiswa dari lingkungan sosial budaya pedesaan seyogyanya diajar dengan metode induktif, sedangkan mahasiswa dari lingkungan sosial budaya perkotaan sebaiknya diajar dengan metode deduktif saja. (a)