Judul: Validitas Prediktif Tes Kompetensi Berbahasa Indonesia Menurut Minat Belajar

Penulis: Elvi Suzanti, S.S., M.Pd.

Pos-el: elvisuzanti@yahoo.com

Subjek: Bahasa Indonesia

Jenis: Tesis

Penerbit: Program Studi Penelitian Evaluasi Pendidikan (PEP), Universitas Negeri Jakarta (belum diterbitkan)

Tahun: 2007

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan prediktif dari tes kompetensi berbahasa Indonesia terhadap hasil Ujian Nasional bahasa Indonesia berdasarkan minat belajar siswa SMP dalam belajar bahasa Indonesia. Tes kompetensi berbahasa Indonesia di sini meliputi kompetensi komunikasi ranah sosial, vokasional, dan akademik. Tes disusun dalam dua bagian, yaitu Bagian A tes ejaan bahasa Indonesia dan Bagian B tes membaca.

            Penelitian ini diadakan di SMP Negeri 51 dan 25 Jakarta dengan metode survei dan ex post facto. Sampel penelitian adalah siswa kelas tiga kedua sekolah tersebut yang berjumlah 494 responden. Dari responden tersebut diperoleh skor minat, skor tes kompetensi berbahasa, dan nilai Ujian Nasional bahasa Indonesia.

            Penelitian ini adalah penelitian survei dan ex post facto yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan prediktif tes kompetensi berbahasa Indonesia terhadap hasil Ujian Nasional bahasa Indonesia berdasarkan minat belajar bahasa Indonesia siswa yang dinyatakan dalam koefisien regresi.

            Dalam analisis data, data dibagi berdasarkan minat belajar tinggi dan minat belajar rendah. Untuk mencari korelasi kedua nilai tersebut, hasil tes kompetensi dan nilai Ujian Nasional bahasa Indonesia dilakukan analisis regresi sederhana. Untuk mencari perbedaan antara minat tinggi dan minat rendah, data dianalisis dengan uji-t.

            Dari pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa validitas prediktif tes kompetensi berbahasa Indonesia terhadap hasil Ujian Nasional (1) untuk siswa yang mempunyai minat belajar tinggi valid, yaitu thitung 36,36 > ttabel 1,645; (2) untuk siswa yang mempunyai minat belajar rendah valid, yaitu thitung 45,18 > ttabel 1,645; dan (3) antara kelompok siswa yang mempunyai minat belajar rendah valid, yaitu thitung 2,484 > ttabel 1,645. Dengan demikian, tes kompetensi berbahasa Indonesia dapat digunakan sebagai alat prediksi bagi hasil Ujian Nasional bahasa Indonesia siswa SMP. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa minat berpengaruh bagi keberhasilan seorang siswa dalam belajar sehingga diharapkan guru dapat selalu meningkatkan minat belajar siswanya. (a)