Gaya Belajar Siswa dan Gaya Mengajar Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di Kota Palembang

Dewi Sartika
Bahasa Inggris - Pembelajaran Bahasa
Tesis
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
2007

Penelitian ini bertujuan untuk (1) memperoleh informasi tentang gaya belajar 970 siswa dan gaya mengajar 97 guru Sekolah Lanjutan Tingkat Atas yang terdiri dari 19 Sekolah Menengah Umum Negeri dan 7 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kota Palembang, (2) memperoleh informasi tentang prestasi belajar bahasa Inggris siswa, (3) menemukan hubungan antara ketiga variabel tersebut (gaya belajar, gaya mengajar, dan prestasi belajar bahasa Inggris).

Penelitian ini merupakan penelitian yang berbentuk survei dengan menggunakan dua instrumen yaitu data mengenai gaya belajar siswa diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang sudah jadi dan diadaptasi dari Barsch Learning-Style Inventory, dan gaya mengajar guru diperoleh dengan menggunakan instrumen yang juga sudah jadi dan diadaptasi dari Teaching Style Inventory yang dibuat oleh Dunn and Dunn. Untuk mendapatkan data prestasi belajar bahasa Inggris siswa digunakan nilai pelajaran bahasa Inggris siswa dari buku rapor siswa tahun ajaran 2001/2002. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, korelasi, dan regresi. Data dihitung dengan menggunakan Statistical Program for Social Science.

Hasil penelitian pada studi ini menunjukkan bahwa siswa SMU di Palembang pada umumnya menggunakan gaya belajar auditori dan global. Sementara itu, siswa SMK umumnya lebih memilih gaya belajar visual dan analitik. Selain itu ditemukan pula bahwa tidak ada hubungan yang berarti antara gaya mengajar guru dan gaya belajar siswa, serta antara gaya belajar siswa dan prestasi belajar bahasa Inggris mereka. Ini berarti, kemungkinan ada faktor lain seperti IQ, motivasi belajar, jender, dan umur yang mempengaruhi prestasi belajar mereka. Terakhir ditemukan bahwa secara umum terdapat hubungan yang signifikan antara gaya mengajar dan prestasi belajar siswa. Namun, korelasi keduanya sangat rendah. (a)