Kritik Dan Edisi Teks Kaba Si Tungga

Muhardi

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan edisi teks Kaba Si Tungga berdasarkan prinsip filologis. Teks ini merupakan hasil karya kolektivitas masyarakat Minangkabau sekitar seratus tahun yang lampau. Edisi teks ini diedisikan berdasarkan tiga naskah koleksi Museum Nasional Jakarta, yakni VDW 210, VDW 211, dan ML 32. Sebelum sampai pada edisi teks dilakukan terlebih dahulu pertimbangan yang menyangkut asal usul naskah; deskripsi isi naskah; perbandingan teks; keadaan bahasa teks; sistem pentransliterasian; metode edisi teks; dasar penyusunan teks.

Metode edisi teks yang digunakan adalah metode gabungan dalam arti luas atau dengan kata lain digunakan metode gabungan dalam semua unsur kebahasaan, seperti kata, frasa, kalimat, dan wacana.

Dalam pelaksanaannya di samping menggunakan metode gabungan juga metode edisi naskah tunggal. Edisi teks Kaba Si Tungga ditulis ke dalam bahasa Minangkabau walaupun teks ini mungkin juga diedisikan ke dalam bahasa Melayu. Hal itu dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa teks itu lebih dekat dengan sosio-budaya Minangkabau daripada Melayu setelah dilakukan perbandingan data keadaan bahasa teks secara kualitatif. Selanjutnya, teks dialihbahasakan dalam bahasa Indonesia atau lebih tepat bahasa Melayu sekitar seratus tahun yang lalu karena nuansa sosio-budaya masyarakat ketika teks ditulis.