Sistem Sapaan dan Istilah Kekerabatan dalam Bahasa Melayu Deli

Tengku Syarfina
Bahasa Melayu –Sosiolinguistik
Tesis
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
2007

Penelitian ini bertujuan untuk mengadakan perbandingan bahasa pada masa kini dan pada masa lalu (kerajaan Melayu). Penelitian sistem sapaan dan istilah kekerabatan bahasa Melayu Deli ini perlu diuraikan karena sangat penting dari sudut inventarisasi kebahasaan, terbukti dari kesulitan dalam memperoleh bahan acuan yang berkaitan dengan topik pembahasan. Selain untuk inventarisasi juga untuk memperlihatkan kekhasan sistem sapaan dan istilah kekerabatan bahasa Melayu Deli berdasarkan bahasa Istana dan bahasa Kebanyakan, mendatangkan manfaat bagi masyarakat bahasa itu sendiri karena sebagian sapaan dan istilah kekerabatan yang masih berlaku sekarang diduga akan berubah dan akan dilupakan sehingga pada suatu waktu mungkin tidak akan disebut lagi oleh masyarakat penuturnya sebagai akibat pengaruh globalisasi, menunjang usaha pemerintah dalam mengambil kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia dan bahasa daerah khususnya bahasa Melayu Deli, memberikan sejumlah data sapaan dan data istilah kekerabatan untuk sosiolinguistik.

Penelitian ini berdasarkan pada pendekatan Ervin-Tripp yang meliputi kaidah alternasi, kaidah perurutan, dan kaidah kejadian bersama. Dalam pengumpulan data digunakan teknik wawancara dan observasi. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan para informan, memberikan informasi yang diperlukan, dan diterapkan teknik rekaman agar informasi dapat dianalisis dengan sempurna di samping mencatat apa yang perlu. Observasi langsung digunakan sebagai teknik pengumpulan data dengan peneliti melibatkan diri di berbagai interaksi linguistik seperti percakapan dan pertemuan.

Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa terdapat perbedaan antara sistem sapaan bahasa Istana dan bahasa Kebanyakan pada masa kerajaan dan pada masa kini. Perbedaan yang ada sebagai hasil penerusan tradisi Melayu lama yang diwarisi hingga masa kini. Dalam sistem gelar kerajaan terdapat pengurangan gelarnya. Hal ini diakibatkan perubahan pemerintahan kerajaan. Selajutnya istilah kekerabatan terdapat tiga variasi dalam Bahasa Melayu Deli, hal ini disebabkan adanya susunan lapisan masyarakat.

Setelah terjadi revolusi sosial, pemakaian sebagian sistem sapaan dan istilah kekerabatan Bahasa Melayu Deli tidak digunakan lagi sesuai dengan tuntutan zaman sekarang. Dalam kenyataannya Bahasa Melayu Deli telah digunakan dalam masyarakat demokrasi dewasa ini dengan segala perkembangannya. (a)