Judul: Struktur Cerita Rakyat Suku Asmat Kabupaten Merauke

Penulis: J.Ch. Sujianto, dkk.

Subjek: Cerita Rakyat

Jenis: Laporan Penelitian

Tahun: 1992

Abstrak

Faktor geografis daerah Asmat di Kabupaten Merauke, keunikan aspek sosial budayanya, serta pandangan dan nilai-nilai hidup yang beraneka ragam masyarakatnya, menjadi kendala berat yang yang dihadapi dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia Asmat. Oleh karena itu, perlu diadakan analisis terhadap unsur-unsur cerita rakyat suku Asmat sebagai salah satu aspek kebudayaannya, sehingga diharapkan dapat mengungkap nilai-nilai dari tata kehidupan masyarakat pendukungnya.

            Lebih khusus penelitian ini bertujuan (1) penjenisan cerita rakyat Asmat sebagai dasar penelitian sastra selanjutnya,; (2) analisis unsur intrinsiknya; dan (3) analisis unsur ekstrinsiknya. Tujuan tersebut direalisasikan dengan pendekatan analisis struktur sastra lisan Asmat yang sifatnya deskriptif. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif atas relevansi sifat dan wujud data serta tujuan penelitian yang akan dicapai. Data penelitian dideskripsikan berdasarkan teori-teori analisis sastra serta teori-teori pendekatan apresiasi sastra sebagaimana digunakan oleh Hanafiah, dkk. (1985). Penelitian menggunakan penelitian dasar (grounded research). Teknik yang digunakan adalah perekaman tuturan informan ke dalam pita kaset kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan bantuan informan, atau bantuan informan lain jika informan utama kurang menguasai bahasa Indonesia. Data yang diperoleh dari kepustakaan baik dalam bahasa Asmat atau bahasa Indonesia diterjemahkan melalui informan yang menguasai bahasa Asmat dan bahasa Indonesia. Cerita akan disusun dalam bahasa Indonesia.

            Penelitian ini telah menghasilkan 22 judul cerita rakyat Asmat, yang setelah diseleksi terdiri dari sembilan jenis mite, dua legenda, dan 11 dongeng. Pengumpulan cerita dilakukan melalui sumber pustaka dan wawancara langsung dengan nara sumber di Kecamatan Agats, Kabupaten Merauke, Papua. Dari hasil analisis, tema-tema cerita itu mengandung unsur-unsur positif, seperti nasehat-nasehat, pengajaran tentang hal-hal yang baik, perjuangan, keseimbangan hidup, dan lain-lain. Akan tetap, terdapat juga tema yang mengandung hal-hal negatif, seperti balas dendam, perzinahan, tipu muslihat, pembunuhan, dan lain-lain. Aluar cerita umumnya alur maju, sedangkan latar tempat sudah tentu lingkungan suku Asmat dengan perkampungan, hutan, sungai, tanjung, dan pantai. Latar peristiwa berupa pengajaran dan nasehat, perjuangan hidup, perkelahian, hubungan badan, dan lain-lain. Tokoh-tokohnya didominasi oleh laki-laki, di samping tokoh binatang, dan roh-roh nenek moyang. Amanatnya mengandung unsur-unsur positif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam hubungan masyarakat Asmat dengan alam semesta dan roh-roh nenek moyang. Unsur-unsur ekstrinsik berkaitan dengan sosial budaya, ekonomi, kepercayaan atau religi yang dapat mengungkap latar belakang usaha manusia menjaga keseimbangan hidup antara manusia di dunia, alam sekitar dan alam roh nenek moyang.

            Data lain tentang latar belakang, penyebaran cerita, dan waktu pemakaian cerita diambil dengan penyebaran angket kepada sejumlah responden, wawancara terbuka dengan masyarakat setempat, dan melalui observasi melengkapi data-data yang dianggap masih kurang.

          Populasi penelitian adalah daerah pendukung cerita, yakni masyarakat Asmat yang secara geografis meliputi Kecamatan Sawa Erma, Agats, Atsy, dan Pantai Kasuari yang terletak di pesisir pantai selatan Irian Jaya.