Judul: Pembelajaran Bahasa Lampung di Sekolah Menengah Pertama Provinsi Lampung: Suatu Penelitian Etnografi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Kota Metro Lampung (2005)

Penulis: Romli

Subjek: Bahasa Lampung-Pembelajaran

Jenis: Tesis

Tahun: 2005

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan proses pembelajaran bahasa Lampung di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Kota Metro Lapung dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Lokasi penelitian adalah SMPN I Kota Metro Lampung. Penelitian ini menggunakan kualitatif Naturalistik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, berperan serta, dan studi dokumentasi. Data analisis dalam empat tahap secara urut mulai dari analisis domain analisis taksonomik analisis komponen dan analisis tema. Berdasarkan hasil penelitian tentang pembelajaran bahasa Lampung  yang komunikatif dapat dikemukakan beberapa simpulan sebagai berikut,

     Pertama, pandangan terhadap bahasa Lampung didasarkan pada fungsi bahasa Lampung sebagai alat komunikasi sosial, sebagai bahasa daerah. Kedua, tujuan pembelajaran bahasa Lampung adalah membekali siswa dengan kemampuan, menulis, membaca, menyimak dan berbicara. Ketiga, silabus pembelajaran bahasa Lampung di SMPN I Kota Metro Lampung merupakan silabus pembelajaran yang didasarkan atas prinsip-prinsip komunikatif dan struktural yang berimplikasi pada pembelajaran berpusat pada siswa dan berdasarkan tugas-tugas. Keempat, dalam kegiatan pembelajaran bahasa Lampung yang berbentuk klasikal, peran guru adalah sebagai fasilitator, motivator dan pembimbing, pengawas dan evaluator. Selanjutnya peran siswa dalam kegiatan pembelajaran misalnya mendengarkan penjelasan guru, menyelesaikan tugas, memahami pelajaran dan mengulanginya di waktu senggang, menjadi patner belajar dan motivator bagi siswa lain. Kelima, kemandirian belajar siswa merupakan usaha siswa secara mandiri untuk menguasai materi pelajaran yang disampaikan guru. Kemandirian belajar siswa tercermin dari keaktifan belajar dan bertanya, kerajinan siswa dalam mengulangi pelajaran, siswa mencari gaya belajarnya sendiri dan kreativitas siswa dalam belajar bahasa Lampung dan pelajaran lain yang berbahasa Lampung. Keenam, faktor-faktor yang menunjang pembelajaran antara lain adanya kewajiban berbahasa Lampung dalam komunikasi sehai-hari, guru yang mengawasi jalannya belajar sebagai fasilitator, motivator, pembimbing, pengawas, dan evaluator.

     Peran guru dalam kegiatan pembelajaran misalnya bahasa Lampung selalu memberi motivasi kepada siswa yang tinggi. Faktor-faktor penghambat mencari gaya belajarnya sendiri keefektifan pembelajaran dapat diidentifikasi antara lain adanya perilaku siswa yang seperti tidak mengikuti pelajaran dengan baik, menurunnya perhatian atasan terhadap program Mulok, kesejahteraan guru tidak terpenuhi, jumlah pengajar yang terbatas, fungsi kontrol tidak berjalan efektif, media pembelajaran tidak diperbaharuhi, dan fasilitas serta sarana sekolah banyak yang usang. (aloy)