Judul: Kata Tanya dalam Konstruksi Interogatif Bahasa Indonesia: Kajian Sintaktis dan Semantis

Penulis: Wini Tarmini

Subjek: Bahasa Indonesia-Sinktasis dan Semantik

Jenis: Disertasi

Tahun: 2008

Abstrak

Penelitian ini mengkaji perilaku sintaktis dan semantis kata tanya yang terdapat pada setiap tipe interogatif (interogatif terbuka, interogatif tertutup, dan interogatif retorik). Tujuan penelitian ini adalah a) mendeskripsikan kata tanya dapat menandai perbedaan tipe konstruksi interogatif dalam bahasa Indonesia, b) menganalisis ciri-ciri sintaktis pemarkah kata tanya yang terdapat pada setiap tipe interogatif bahasa Indonesia, dan c) menganalisis representasi semantis dalam kontruksi interogatif bahasa Indonesia. Sejalan dengan tujuan  penelitian, kerangka acuan yang digunakan dalam penelitian menggunakan pendekatan elektik (beberapa pendekatan digunakan untuk saling melengkapi).

     Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang erat hubungannya dengan metode kualitatif dan ciri latar alami. Metode deskriptif digunakan dengan pertimbangan bahwa peneltian ini memusatkan perhatian pada ciri-ciri dan sifat bahsa secara alami serta kenyataan bahasa apa adanya yang secara empiris masih hidup dalam pemakaian bahasa yang bersangkutan. Pengumpulan data yang relevan dilakukan melalui pencacatan dari media tulis seperti novel Bumi Manusia (Pramoedya Ananta Toer, 2005), Saman (Ayu Utami, 1998), Larung (Ayu Utami, 2001), dan Orang-Orang Proyek (Ahmad Tohari, 2004).

     Hasil penelitian ini menunjukkan simpulan sebagai berikut. Pertama, kata tanya sebagai alat pembentuk kalimat interogatif dapat menandai perbedaan tipe konstruksi interogatif, yakni tipe interogatif terbuka, interogatif tertutup, dan interogatif retorik. Dalam tipe interogatif terbuka digunakan kata tanya apa, siapa, kenapa, mengapa, berapa, mana, di mana, ke mana, dari mana,  dan bagaimana. Dalam tipe interogatif tertutup digunakan kata tanya apa, apakah,  dan bagaimana.  Dalam tipe interogatif retorik digunakan kata tanya apa, apakah, siapa, siapakah, kenapa, mengapa, berapa, mana. Di mana, ke mana, dan bagaimana. Kedua, kata tanya memiliki ciri-ciri sintaktis yang berbeda dalam  setiap tipe interogatif. Dalam tipe interogatif terbuka, kata tanya dapat menjadi konstituen kata dan sebagai konstituen frasa. Kata tanya sebagai konstituen kata memiliki pola urutan yang tidak terikat di dalam kalimat. Dalam tipe interogatif tertutup,  kata tanya cenderung menjadi kontituen kata. Kata tanya sebagai konstituen kata memiliki pola urutan yang tidak terikat di dalam kalimat.  Kata tanya sebagai konstituen kata cenderung bergabung dengan kategori sintaksis berupa klausa. Kata tanya dalam konstruksi interogatif tertutup tidak mengisi fungsi sintaksis. Dalam tipe retorika retorik, kata tanya  ada yang menjadi sebagai konstituen kata dan ada yang menjadi sebagai konstituen frasa yang masing-masing dapat bergabung dengan kategori sintaktis berupa kata, frasa, dan klausa. Ketiga, pertanyaan yang disampaikan dalam interogatif terbuka dan tertutup dapat berupa informasi lama dan informasi baru. Informasi lama secara eksplisit dapat ditandai oleh kategori FN, Fdem, Fadv., Fprep. Pertanyaan yang disampaikan dalam interogatif retorik keseluruhannya berupa informasi lama.  Kata tanya dalam konstruksi interogatif retorik tidak digunakan untuk bertanya. Kata tanya dalam konstruksi interogatif retorik berfungsi memberikan penekanan makna tertentu. (aloy)