Judul: Inovasi Internal dan Eksternal Bahasa Banjar Hulu

Penulis: Siti Jamzaroh

Subjek: Bahasa Banjar Hulu-Fonologi

Jenis: Tesis

Tahun: 2006

Abstrak

Kajian ini difokuskan pada dialek Banjar Hulu yang meliputi wilayah pemakaian Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang erat kaitannya dengan periode klasik di kalimantan Selatan. Lebih mendapat perhatian, karena unsur-unsur leksikon bahasa daerah dalam hal ini bahasa Jawa masih cukup terlihat di satu sisi dan di sisi yang lain memperlihatkan ciri-ciri pemakaian bahasa Melayu yang konservatif.  Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem fonologi bahasa Banjar Hulu, menguraikan inovasi atau pembaharuan di bidang fonologi dan leksikonbahasa Banjar Hulu, menguraikan pembaharuan leksikon karena pengaruh bahasa lain terutama kata serapan dari bahasa Jawa, serta perlakuan terhadap kata-kata serapan dari bahasa lain.

     Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui studi lapangan dan data sekunder diperoleh dari Kamus Banjar-Indonesia (Hapip, 1977, 1977). Data primer diperoleh dengan menggunakan instrumen penelitian 200 kosakata Swadesh dan Daftar Nothofer yang direvisi R. Blust. Analisis data inovasi internal dilakukan dengan metode sinkronis dengan teknik komparatif, analisis data kata serapan dari bahasa Jawa dilakukan dengan  membandingkan leksikon bahasa Banjar Hulu dengan kata dasar yang terdapat dalam Maleisch Nederlaandsch Zakwoordenboek (Klinkert, 1918), Comparative Phonology of the Austronesia Word Lists (Volume III), dan Old Javanese Dictionary (Zoetmulder, 1982); perlakuan terhadap kata serapan dalam bahasa Banjar Hulu dilakukan dengan mengamati perubahan bunyi secara sporadic seperti yang dianjurkan Crowley (1992).

     Temuan inovasi internal menunjukkan bahwa fonem bahasa Banjar Hulu mengalami perubahan dikarenakan penuturnya sendiri. Temuan vokal antara lain (1) kompensasi logis fonem tidak berkembang, (2) timbulnya alternasi penambahan bunyi, (3) vokal /i/ tinggi menjadi /i/ rendah, (4) vokal /u/ tinggi menjadi /u/ rendah. Temuan konsonan antara lain (1) menghilangnya konsonan geminate, (2) konsonan /*r/ menjadi tril palatal /r/ dan tril alveolar /r/, (3) bunyi /-k#/ menjadi /-q#/, (4) pelesapan bunyi /w/ di antara vokal /a/ dan /i/, (5) pelesapan bunyi /y/ di antara vokal /a/ dan /u/.

     Kata serapan bahasa jawa dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. (1) mengidentifikasi leksikon bahasa Melayu, bahasa Dayak, bahasa Jawa, bahasa asing Sankrit, bahasa Arab, (2) mengidentifikasi unsur kognat bahasa Jawa, bahasa Melayu yang mirip maknanya dengan bahasa Jawa, (3) mengidentifikasi kognat bahasa Jawa-Dayak (Ngaju, Maanyan). Temuan inovasi eksternal berupa kata serapan dari bahasa Jawa Kuno memperlihatkan adanya ranah-ranah tertentu. Leksikon bahasa lain mengalami penyederhanaan atau naturalisasi fonem ketika diserap. Perubahan bunyi yang terjadi adalah pelemahan bunyi (lenition), penguatan bunyi (fotition), penambahan bunyi (addition), penggantian bunyi (substitution), dan penghilangan bunyi (elimination). (aloy)