Judul: Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia: Eksperimen di Kelas V Sekolah Dasar Cianjur (1998)

Penulis: M.L.A. Sumaryati

Subjek: Bahasa Indonesia-Kemampuan

Jenis: Tesis

Tahun: 2000

Abstrak

Kegiatan penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cianjur Jawa Barat pada catur wulan III yaitu April sampai dengan Juni 1998. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri. Populasi penelitian berjumlah 371 siswa dan sampel berjumlah 40 siswa. Jumlah siswa perempuan 20 dan siswa laki-laki 20 orang. Sampel diambil secara acak. Untuk mengumpulkan data digunakan tes penguasaan kosakata bahasa Indonesia dengan jumlah 100 butir tes. Data dianalisis dengan analisis varians (Anava) dan uji t pada taraf signifikan α = 0,05. Metode penelitian adalah eksperimen dengan pola desain faktorial 2 x 2.

     Dari hasil penelitian ditemukan sebagai berikut. Pertama, hasil analisis varians menunjukkan perbedaan pendekatan mengajar CBSA dan eksplositoris mengenai penguasaan kosakata bahasa Indonesia Fhit = 61,51 ≥ Ftab = 4,11. Kedua, hasil analisis varians menunjukkan ada perbedaan signifikan antara perempuan dan laki-laki yang menggunakan kedua pendekatan mengenai penguasaan kosakata bahasa Indonesia: Fhit = 8,86 ≥ Ftab = 4,11. Perempuan lebih tinggi penguasaan kosakata bahasa Indonesianya dari laki-laki. Ketiga, hasil uji-t menunjukkan ada perbedaan signifikan antara perempuan yang belajar dengan pendekatan CBSA (X = 81,9 dan s = 4,25) dan yang belajar dengan pendekatan ekspositoris (X = 67,5 dan s = 4,60) dalam penguasaan kosakata bahasa Indonesia. Keempat, hasil uji-t menunjukkan ada perbedaan signifikan antara laki-laki yang belajar dengan pendekatan CBSA (X = 79,2 dan s = 5,55). Kelima, tidak terdapat pengaruh gabungan antara pendekatan mengajar dan jenis kelamin terhadap penguasaan kosakata dengan nilai Fhit = 61,51 (Ftab = 4,11) yang berarti bahwa penguasaan kosakata tidak dipengaruhi jenis kelamin dan pendekatan mengajar.

     Penelitian ini menyimpulkan bahwa a) ada perbedaan hasil antara pendekatan CBSA dan pendekatan Ekspositoris terhadap penguasaan kosakata bahasa Indonesia, b) ada perbedaan penguasaan kosakata bahasa Indonesia antara perempuan dan laki-laki, dan c) tidak terdapat interaksi antara pendekatan dan jenis kelamin terhadap penguasaan kosakata bahasa Indonesia. (aloy)