Judul: Peran dan Sifat Tokoh Kresna dalam Karya Sastra Jawa

Penulis: Darmoko

Subjek: Sosiologi Sastra

Jenis: Tesis

Tahun: 2003

Abstrak

Kresna merupakan tokoh pendukung dan pelindung (pengayom) tokoh yang memiliki sifat benar, utama, dan adil, yaitu tokoh Pandawa. Ia juga sebagai tokoh penjaga dan pemelihara alam semesta. Bagi masyarakat Indonesia, khususnya suku Jawa, tokoh Kresna sudah tidak asing lagi. Tokoh Kresna sudah lama muncul dalam Sastra Jawa Kuno dan Jawa Baru. Dalam penelitian ini penulis memfokuskan tokoh Kresna. Oleh karena itu, permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana peran dan sifat tokoh Kresna dalam karya sastra Jawa serta mengapa tokoh Kresna tampil dengan berbagai wujud dalam masa yang cukup lama.    

            Penelitian ini bertujuan mendapatkan keterangan selengkapnya tentang objek yang diteliti, yaitu peran dan sifat tokoh Kresna dalam karya sastra Jawa. Untuk itu, penelitian bersifat deskriptif.  Selain itu, juga dicari kemungkinan hubungan keterangan dan dilakukan pengkajian peran dan sifat tokoh Kresna dari suatu sumber data dengan sumber data lainnya dengan menggunakan prinsip hermeneutik, yaitu memberikan penjelasan (explaining), penafsiran (interpreting), dan penerjemahan (translating).

            Tokoh Kresna yang hidup dalam berbagai zaman di dalam karya sastra Jawa Kuno dan Jawa Baru akan dijelaskan dan diinterpretasikan menurut konteks peristiwa dan zamannya. Metode penelitian ini terdiri atas kajian isi teks dan penjelasan latar belakang budaya. Dalam penelitian ini digunakan teori mengenai simbol. Kategori simbol meliputi (1) simbol sebagai tanda konvensional, (2) simbol sebagai suatu jenis dari tanda ikonik, dan (3) simbol sebagai sebuah tanda konotasi. Simbol juga berarti membandingkan dan membuat analogi antara tanda dan objek  yang diacu. Penelitian ini menerapkan simbol sebagai sebuah tanda konvensional. Dalam pengertian (konteks) itu, tokoh Kresna yang hidup dalam berbagai zaman di dalan karya sastra Jawa Kuno dan Jawa Baru secara konvemsional dipandang oleh masyarakat Jawa mengandung simbol tertentu, seperti Kresna sebagai simbol raja binathara (dewa raja) dan raja pinandhita (pendeta raja).

            Dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa tokoh Kresna memiliki berbagai macam peran dan sifat bergantung pada konteks peristiwa dan zamannya. Tokoh Kresna dapat tampil berbagai wujud alam waktu yang cukup lama karena kelompok masyarakat pendukung mengangkatnya sebagai simbol dalam kehidupan mereka. Kelompok masyarakat istana yang mewakili penguasa tokoh Kresna tampil sebagai dewa raja (raja yang memiliki sifat batara atau dewa) bersifat benar, utama, adil, dan melindungi. Di dalam kelompok masyarakat yang sering mengolah rohani, Kresna tampil sebagai pendeta raja (raja yang meniliki sifat pendeta), yaitu bersifat arif (wicaksana). Kelompok masyarakat tersebut menyatu dengan lingkungan penguasa. Tokoh Kresna sebagai pendeta dalam kesusastraan Jawa Baru didukung oleh wujud boneka wayang kulit. (LS)