Judul: Penafsiran Teks Drama Berdasarkan Pendekatan Praksis

Penulis: Benny Yohanes Timmerman

Subjek: Drama

Jenis: Tesis

Tahun: 2000

Abstrak

Penelitian ini bertujuan merumuskan dan mendiskripsikan sejumlah pandangan konseptual untuk dapat diterapkan sebagai metode tafsir bagi karya drama. Pandangan konseptual itu disebut pendekatan praksis. Pendekatan praksis itu menawarkan konsep penafsiran produktif.

     Dalam kerangka penafsiran produktif, teks drama tidak semata-mata terletak pada sesuatu yang secara nyata dan langsung diutarakan secara literal. Makna teks terletak dalam caranya yang khusus bagaimana suatu maksud diutarakan. Cara yang khusus itu sering kali berupa unsur yang bukan ucapan, tetapi yang menentukan daya pengubah dari apa yang diucapkan. Cara yang khusus itu dalam teks drama muncul berbagai situasi wacana. Berbagai situasi wacana itu bersifat lebih kaya dan majemuk kandungan maknanya dibandingkan dengan makna yang melekat dalam struktur ceritanya.

     Jadi, analisis teks drama berdasarkan pendekatan praksis melibatkan upaya pemahaman mengenai bagaimana makna itu tercipta dalam konstruksi tekstualnya , dan bukan semata-mata menganalisis apa yang secara tersurat dinyatakan dalam teks. Makna muncul dalam wacana, bukan yang melekat dalam cerita. Selain itu, pendekatan praksis juga meyakini bahwa bangunan makna dalam teks drama tidak hanya disusun oleh satu jenis wacana. Teks drama dibangun oleh berbagai cara pengucapan dan model penandaan yang majemuk, yang kemudian menciptakan berbagai wilayah wacana. Adanya berbagai wilayah wacana  itulah yang memungkinkan dibukanya berbagai jalan tafsir terhadap unit teks sehingga proses tafsir yang interatif dengan bagian teks akan menjadi suatu pertemuan yang produktif. Pendekatan praksis merupakan prosedur tafsir yang kritis-dialogis untuk menemukan makna interaksional teks, yaitu suatu kandungan makna yang lebih dinamis, bersifat menggali dan menguji, serta tumbuh berkelanjutan sebagai cerminan dan kedinamisan teks dan penafsir teks.  Dalam penelitian ini, teks drama yang menjadi fokus tafsir adalah teks drama “Perjuangan Suku Naga” karya W.S. Rendra (1975).

     Hasil pendekatan praksis terhadap teks drama “Perjuangan Sku Naga” menunjukkan bahwa prosedur tafsir melalui bagian teks yang bersifat signifikan, yakni bagian teks yang berfungsi sebagai representasi dari cara teks tersebut membuka wilayah wacananya telah ditemukan dan direkonstruksi sejumlah makna yang merupakan kandungan makna dari situasi pascaliteralnya. Dengan demikian, prosedur tafsir pendekatan praksis telah memungkinakan teks drama berfungsi sebagai pintu pemaknaan baru. Sebagai hasil tafsir, makna baru itu senantiasa dapat diubah dan dilengkapi sebab metode penafsiran bukan dimaksudkan untuk memfinalkan hasil tafsir.

     Manfaat dari pendekatan praksis adalah bahwa metode tafsir itu dapat digunakan sebagai instrumen tafsir dalam memperkaya model atau versi visualisasi teks pertunjukan. Dalam penelitian ini juga ditunjukkan bahwa penggalian tafsir terhadap berbagai muatan tematik dari dua lingkup besar wacana, yaitu lingkup basis konflik dan basis kontrol, telah memberikan lebih banyak bahan gagasan visual bagi pengayaan konstruksi teks pertunjukannya. Berbagai bahan gagasan visual itu akan membantu menajamkan fungsi kode teatrikal yang dipakai sebagai komponen visualisasi teks pertunjukan serta dalam hal menata struktur dramatiknya. Dengan mempertimbangkan prinsip pengungkapan, antara prinsip harmonisasi dan ekstremisasi yang dapat memadukan tematik dengan bahasa ungkap estetiknya sehingga sesuai dengan pesan teatrikal yang akan disampaikan, teks pertunjukan dapat menyajikan hasil hubungan intertekstual yang produktif antara teks tertulis dan manifestasi artistiknya sebagai teks pertunjukan. Hubungan yang produktif itu akan makin menghidupkan dan menyelesaikan pencapaian literal dari teks tertulisnya. (LS)