Judul: Preposisi Lokatif Bahasa Indonesia

Penulis: Toshio Suenobu

Subjek: Linguistik-Preposisi

Jenis: Disertasi

Tahun: 2007

Abstrak

Dalam preposisi bahasa Indonesia melekat beberapa masalah yang harus dipecahkan, yaitu penentuan lokatif yang ada dalam bahasa Indonesia dan klasifikasinya, deskripsi makna prepisisi lokatif, pelesapan dalam konstruksi lokatif, dan tipe pola frasa preposisional lokatif. Oleh karena itu, topik yang diangkat dalam penelitian ini adalah preposisi lokatif bahasa Indonesia.

            Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan laras jurnalistik sebagai data. Sumber data penelitian ialah surat kabar Kompas dan majalah Tempo pada tahun 2003—2006. Korpus data penelitian ialah kalimat yang memiliki konstruksi lokatif yang terdiri atas tiga unsur, yaitu subjek preposisi, preposisi lokatif, dan objek preposisi. Kajian ini menggunakan ancangan semantik kognitif, terutama dalam deskripsi makna preposisi lokatif melalui skema citra (image schema).

        Dalam penelitian ini ditemukan 25 preposisi lokatif bahasa Indonesia yang dapat diklasifikasi menjadi dua kelompok besar, yaitu preposisi simpleks dan kompleks. Preposisi simpleks memiliki dua subkelompok, yaitu preposisi simpleks sejati, yang terdiri atas tiga preposisi, yaitu di, ke, dan dari, dan preposisi simpleks hasil proses gramatikalisasi, yang terdiri atas empat preposisi, yaitu pada, sampai, hingga, dan lewat. Sementara itu, preposisi kompleks dapat diklasifikasi lagi menjadi tiga subkelompok, yaitu preposisi kompleks berafiks: yang berafiks meng- (menuju) dan meng-i (melalui), preposisi kompleks gabung, yang terdiri atas 6 preposisi berdampingan: sampai di, sampai ke, hingga di, hingga ke, mulai dari,  dan menuju ke, dan 10 preposisi kompleks berkorelasi:  dari ... ke ..., dari ... menuju ..., dari ... sampai ..., dari... hingga ..., mulai dari ... sampai ..., mulai dari ... hingga ..., dari ... sampai ke ..., dari ... hingg ke ..., mulai dari ... sampai ke ..., dan mulai dari ... hingga ke .... Di samping itu, ditemukan adanya 33 nomina lokatif yang dapat bergabung dengan preposisi sejati yang menghasilkan 88 kombinasi. Di antara 33 nomina lokatif itu, ada 7 nomina lokatif yang dapat muncul tanpa kehadiran preposisi sejati, yaitu dalam, sekitar, sepanjang, seputar, sekeliling, dekat, dan antara. Di antara 7 nomina lokatif itu, hanya 4 yang dapat digunakan untuk menyatakan makna temporal, yaitu dalam, sepanjang, sekitar, dan antara.

        Dalam penelitian ini juga ditemukan adanya lima makna preposisi lokatif bahasa Indonesia, yaitu makna keberadaan, tujuan, asal lokasi, lintasan, dan jarak. PrepL di   dan pada menyatakan skema <keberadaan>; prepL ke, menuju, sampai/hingga (ke/di ) dan menuju ke menyatakan skema <tujuan>; prepL dari menyatakan <asal lokasi>, prepL melalui dan lewat menyatakan <lintasan>, dan prepL dari ... menuju (ke) /hingga/sampai (ke) ....menyatakan skema <jarak>.  Makna NL dapat ditinjau berdasarkan perbedaan nomina lokatif beraksis dan nonaksis.

          Dalam konstruksi lokatif, pelesapan dapat terjadi pada preposisi lokatif, nomina lokatif, dan nomina sebagai objek preposisi. Preposisi yang dapat mengalami pelesapan ialah preposisi sejati, yaitu di, ke, dan dari. Pelesapan nomina sebagai objek preposisi terjadi, baik secara anaforis maupun kataforis, sedangkan pelesapan preposisi lokatif terjadi secara anaforis.

          Ada dua tipe pola frasa preposisional lokatif bahasa Indonesia, yaitu preposisi lokatif + nomina/frasa nominal dan preposisi lokatif + pronomina penunjuk tempat. Semua subkategori nomina dapat hadir sebagai salah satu pengisi objek preposisi dalam konstruksi lokatif. (LS)