Judul: Sistem Sapaan dalam Bahasa Amungkal

Penulis: Novaria Panggabean

Subjek: Sosiolinguistik

Jenis: Laporan Penelitian

Tahun: 2006

Abstrak

Sistem sapaan suatu kelompok masyarakat memiliki keunikan tersendiri. Bahasa Amungkal misalnya, mempunyai keunikan tersendiri dalam memberikan sapaan di dalam kehidupan sehari-hari. Keunikan itu seperti terlihat pada pemakaian istilah sapaan dalam bahasa Amungkal, yaitu menggunakan sapaan nan untuk mentebut kakak laki-laki, dan menggunakan kata nao untuk menyebut kakak perempuan. Sedangkan untuk menyebut adik laki-laki menggunakan sapaan nigak atau sapaan kepada adik perempuan adalah nengel. Berdasarkan keunikan inilah, yang mendorong peneliti untuk mengadakan penelitian tentang sistem sapaan bahasa Amungkal.

     Masalah yang dikaji dalam penelitian ini meliputi jenis-jenis sapaan yang digunakan, strategi pemilihan sapaan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan sapaan dalam bahasa Amungkal.

     Sapaan adalah cara mengacu seseorang di dalam interaksi linguistik yang dilakukan secara langsung (Crystal, 1991:7). Menurut Kridalaksana (1874:14), semua bahasa mempunyai bahasa tutur sapa, yakni sistem yang mempertautkan seperangkat kata-kata atau ungkapan yang dipakai untuk menyapa para pelaku dalam suatu peristiwa. Setiap bahasa memiliki kekhasan mengenai sistem sapaan.

    Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif. Pengumpulan data kualitatif ini menggunakan teknik studi pustaka dan teknik wawancara. Data penelitian ini diperoleh dari studi pustaka tentang berbagai hal yang terkait dengan masyaraakt bahasa Amungkal. Data penelitian juga diperoleh dari hasil wawancara dengan informan. Data yang berupa jawaban yang diberikan oleh informan dipadukan dengan hasil studi pustaka.

       Secara umum sapaan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu term of reference dan term of addresse. Term of reference berkaitan dengan sapaan yang menyangkut kekerabatan, sedangkan  term of addresse  berkaitan dengan sapaan yang menyangkut panggilan terhadap orang di luar lingkungan kekerabatan.

     Faktor perbedaan kerabat sangat mempengaruhi bentuk sapaan yang digunakan oleh penutur kepada lawan tuturnya dalam bahasa Amungkal. Jika penutur tidak memiliki hubungan dengan lawan tuturnya, urutan kelahiran cenderung tidak menjadi pertimbangan dalam pemilihan bentuk sapaan yang digunakan. Dalam kondisi demikian penutur akan mempertimbangkan beberapa faktor, antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan/ jabatan, dan keakraban. (aloy)