Judul: Dampak Pelatihan Membaca Efektif-Efisien terhadap Kecakapan Membaca: Penelitian Dampak Pelatihan Membaca Efektif-Efisien dalam Bahasa Indonesia terhadap Kecakapan Membaca dalam Bahasa Indonesia dan Kecakapan Membaca dalam Bahasa Inggris

Penulis: Angela R. Sutanto-Pekerti

Subjek: Membaca Efektif-Efisien

Jenis: Disertasi

Tahun: 1993

Abstrak

Penelitian ini menjawab beberapa kendala dalam membaca bahan berbahasa Inggris sebagai bahasa kedua (L2) pada para sarjana Indonesia yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama (L1). Kendala membaca diteliti melalui efektivitas-efisiensi atau EE baca yang diukur dalam dua komponen membaca yang utama, yaitu kecepatan dan pemahaman membaca. EE baca dipahami dalam kaitannya dengan kecakapan membaca dan kemahiran bahasa. Alih keterampilan lintas bahasa dalam membaca yang terkait dengan masalah penelitian itu ditinjau dari dampak pelatihan membaca efektivitas-efisiensi (BEE) dalam bahasa Indonesia terhadap kecakapan membaca dalam bahasa Inggris.

     Kaitan antara kecakapan membaca, kemahiran berbahasa, dan efektivitas-efisiensi baca dijelaskan dengan landasan teori pemerolehan bahasa, kemampuan komunikatif, dan teori-teori psikologi membaca yang kognitif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan eklektik. Dari berbagai kajian mengenai kemampuan bahasa sebagai kemampuan komunikatif disimpulkan bahwa kecakapan membaca berbeda dengan kemahiran bahasa. Ternyata juga, antara kecakapan membaca dan kemahiran bahasa ada kaitan yang simbiotik. Arah pembelajaran yang kognitif mempertahankan faktor bawaan berbahasa pada manusia dalam sistem kesanggupan intelektual yang luas dan menempatkan unsur pokok bahasa dalam ranah belajar. Beberapa proses pelaksanaan membaca ditentukan oleh keefisienan distribusi sumber daya olah yang terbatas. Penggunaan sumber daya olah secara efisien untuk proses mental yang kompleks, seperti membaca yang dapat dilaksanakan apabila sejumlah komponen membaca bekerja secara otomatis. Kerja sama komponen membaca secara otomatis dapat diciptakan dengan pengulangan melalui pelatihan dan peningkatan kesadaran metakognitif akan strategi membaca yang efektif dan efisien. Pemahaman teoretis ini membuahkan perkiraan berikut: EE baca dalam L1 dan EE baca L2 dapat ditingkatkan dengan memberikan pelatihan BEE dalam L1. Perkiraan ini secara rinci dirumuskan dalam 10 hipotesis. Kesepuluh hipotesis ini kemudian diuji secara empirik dengan rancangan kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol-eksperimental yang diberi prates dan pascates. Kelompok percontoh penelitian terdiri atas 113 sarjana dari berbagai disiplin ilmu. Pelatihan BEE diberikan sebagai perlakuan dalam eksperimen. Pelatihan BEE itu dilaksanakan di Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen, di Jakarta, selama delapan minggu.

     Hasil eksperimen menunjukkan bahwa: (a) pelatihan BEE dalam bahasa Indonesia meningkatkan EE baca dalam bahan berbahasa Indonesia dan EE baca bahan berbahasa Inggris; (b) peningkatan EE baca tidak disertai peningkatan kemahiran bahasa; hal itu menunjukkan bahwa kecakapan membaca memang berbeda dengan kemahiran bahasa; (c) meningkatkan EE baca bahan berbahasa Inggris disertai dengan peningkatan kesadaran metakognitif mengenai strategi BEE bahan berbahasa Indonesia dan strategi baca bahan berbahasa Inggris.

     Penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) kendala membaca berbahasa Inggris sebagai L2 bagi sarjana Indonesia yang mempunyai kemahiran L2 yang terbatas dapat diatasi dengan pelatihan BEE dalam bahasa Indonesia sebagai L1; (2) kendala membaca bahan berbahasa Inggris pada orang yang mempunyai kemahiran bahasa Inggris yang terbatas, antara lain, berkaitan dengan terbatasnya kecakapan membaca dalam L1. Oleh karena itu, pelatihan yang semata-mata dilakukan untuk meningkatkan kecakapan membaca L1 dapat meningkatkan EE baca L1 ataupun EE baca L2; (3) pelatihan kesadaran metakognitif mengenai penggunaan strategi BEE dalam bahan berbahasa Indonesia ternyata berhasil memolakan kegiatan membaca yang interaktif yang secara seimbang menggunakan strategi baca global dan strategi baca rinci sesuai dengan tujuan membaca. Perubahan lebih nyata terjadi pada kegiatan membaca bahan berbahasa Inggris daripada kegiatan membaca bahan berbahasa Indonesia. Kecakapan BEE ternyata menambah kepercayaan diri pembaca dalam menghadapi bahan berbahasa Indonesia dan Inggris; (4) penelitian ini mendukung pemikiran kognitif dalam psikologi membaca. (es)