Judul: Berbahasa dalam Situasi Diglosik Kajian tentang Kendala Pemilihan dan Pemilahan Bahasa di dalam Masyarakat Tutur Jawa di Tiga Kelurahan Kotamadya Surakarta

Penulis: Suwito

Subjek: Sosiolinguistik

Jenis: Disertasi

Tahun: 1987

Abstrak

Penelitian ini membahas pemilihan dan pemilahan bahasa berikut ragamnya yang ditinjau dari kendala sosio-situasional serta penyimpangan dalam tuturan yang terjadi dalam masyarakat Jawa di Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk memerikan seberapa jauh peranan faktor luar bahasa terhadap perilaku kebahasaan di dalam masyarakat tutur Jawa, dan seberapa besar pengaruh persentuhan bahasa terhadap tuturan para penuturnya. Teori yang digunakan untuk mengetahui adanya faktor luar bahasa sebagai kendala pemilihan dan pemilahan bahasa dipergunakan konsep komponen tutur yang dikemukakan oleh Dell Hymes, sedangkan teori yang digunakan untuk menjawab mengenai penyimpangan tuturan didasarkan pada gejala interferensi seperti yang dikemukakan oleh Weinreich.

     Dua macam data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data yang berujud tuturan dan data yang berujud bagian tuturan yang terjadi dalam berbagai adegan tutur di dalam ranah sosial (societal domain) tertentu tentang kondisi pribadi dan sikapnya terhadap bahasa yang dikuasainya. Tiga macam teknik pengumpulan data yang digunakan dalam kajian ini adalah pengamatan langsung, perekaman, dan wawancara.

     Kajian ini  dilandasi oleh suatu anggapan  dasar (asumsi) bahwa di dalam masyarakat tutur Jawa setidak-tidaknya terdapat dua bahasa sebagai alat komunikasi, yaitu bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Namun, kedua bahasa itu tampaknya tidak dipergunakan secara sembarangan, tetapi pemakaiannya disesuaikan dengan faktor sosial, kultural, dan situasional yang hidup di dalam  masyarakat Jawa. Ketidakleluasaan pemilihan bahasa seperti itu menunjukkan kecenderungan adanya pemilahan bahasa, yaitu untuk apa dan dalam situasi bagaimana bahasa yang satu dipergunakan, dan untuk apa dan dalam situasi bagaimana pula dipergunakan bahasa yang lain. Adanya pemilihan dan pemilahan bahasa menunjukkan kecenderungan situasi diglosik di dalam masyarakat itu. Akan tetapi, di dalam masyarakat tutur  Jawa di Surakarta masih banyak terjadi penyimpangan dalam tuturan sehingga memberi kesan adanya tumpang tindih antara pemakaian bahasa yang satu dan bahasa yang lain. Ketumpangtindihan pemakaian bahasa itu menunjukkan belum mantapnya situasi diglosik masyarakat yang bersangkutan. (es)