Judul: Keterampilan Berpidato

Penulis: Farida Ariani

Subjek: Pidato

Jenis: Tesis

Tahun: 2008

Abstrak

Keterampilan berpidato merupakan salah satu bentuk komunikasi yang banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Seseorang yang ingin terampil dalam berpidto, ia harus berlatih dengan baik. Hal yang tak kalah pentingnya dalam berpidato adalah konsep diri, yaitu kemampuan pada diri seseorang dengan dukungan menyiapkan diri dan mampu menyimak.Berhasil atau tidaknya seseorang dalam berpidato harus diimbangi dengan pengetahuan yang luas, perbendaharaan yang cukup, memahami materi yang akan disampaikan, bagaimana menyampaikan materinya, penguasaan bahasa, kesesuaian gerakan dengan materi yang akan disampaikan, dan lainnya. Adapun masalah yang terdapat dalam penelitian ini adalah (1) Apakah ada siswa yang berminat dalam berpidato?; (2) Apakah ada hubungan konsep diri dengsn keterampilan berpidato?; (3) Apakah ada hubungan kemampuan menyimak dengan keterampilan berpidato?; (4) Apakah ada hubungan konsep diri dengan kemampuan menyimak dengan keterampilan berpidato?; (5) dan Apakah ada pengaruh penggunaan pilihan kata dengan keteramnmpilan berpidato? Batas penelitian ini difokuskan pada konsep diri, kemampuan menyimak, dan hubungan konsep diri dan kemampuan menyimak dengan keterampilan berpidato. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan untuk mata pelajaran bahasa Indonesia bagi siswa sekolah dengan mengetahui sejauh mana hubungan konsep diri dan kemampuan menyimak dengan keterampilan berpidato. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terutama guru sebagai pendidik melatih dan mengarahkan siswanya untuk banyak latihan yang akan menjadikan siswa berkonsep diri dan berguna bagi nusa dan bangsa dalam mempersiapkan bangsa ini mampu berwawasan luas agar dapat menyampaikan gagasan atau idenya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan konsep diri dan kemampuan menyimak, hubungan kemampuan menyimak dan keterampilan berpidato, dan hubungan konsep diri dan kemampuan menyimak dengan keterampilan berpidato.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik korelasional, yaitu pengumpulan data dari berbagai sumber yang berhubungan dengan judul tesis. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen dan tugas berpidato. Sebelumnya , diujicobakan dengan tujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen. Instrumen tersebut diujicobakan pada siswa SMA Negeri 2 Depok, Jawa Barat. Instrumen dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu dengan tes dan kuesioner.Selanjutnya, data dianalisis dengan cara analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif untuk melakukan perhitungan terhadap harga rata=rata hitung, standar deviasi dari ketiha skor hasil konsep diri, kemampuan menyimak, dan keterampilan berpidato. Sedangkan analisis inferensial digunakan untuk menguji hipotesis dan generalisasi hasil pengujian.Langkah=langkah yang harus dilakukan adalah melakukan pengujian persyaratan analisis, yaitu pengujian normalitas dengan uji lifefors dan homogenitas dengan uji Bartlett, melakukan uji keberartian persamaan regresi melalui uji F, dan menguji hipotesis dengan menggunakan analisis korelasi dan regresi (menggunakan rumus Product Moment dari Pearson (r) dengan menghitung koefisien determinasinya (r 2) yang menunjukkan kadar besarnya kadar hubungan masing-masing variabel X1 dan X2 dengan Y. Selanjutnya dengan uji signifikan dengan uji t.

Penelitian ini terdiri dari variabel Keterampilan berpidato (Y) sebagai variabel terikat, Konsep diri (X1), dan Kemampuan menyimak (X2) sebagai variabel bebas. Hasil penelitian menyatakan bahwa 1) konsep diri mempunyai hubungan positif dengan keterampilan berpidato. Semakin tinggi konsep diri, semakin tinggi keterampilan berpidato (skor empiris sebesar 16 dengan skor terendah sebesar 12,5, dan skor tertinggi 28,5); 2) kemampuan menyimak berhubungan dengan keterampilan berpidato. Semakin tinggi kemampuan menyimak, semakin tinggi kemampuan berpidato (skor empiris sebesar 20 dan skor tertinggi sebesar 41), 3) Konsep diri dan kemampuan menyimak berhubungan dengan keterampilan berpidato (skor empiris sebesar 25, skor terendah sebesar 80, dan skor tertinggi 105). Konsep diri bersama-sama ditingkatkan dengan kemampuan menyimak, maka kemampuan berpidato akan meningkat.

Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa meningkatkan keterampilan berpidato dapat melalui peningkatan kemampuan menyimak yang mempunyai hubungan positif dengan keterampilan berpidato, melalui konsep diri yang mempunyai hubungan positif dengan keterampilan berpidato, dan melalui konsep diri dan kemampuan menyimak secara bersama-sama yang mempunyai hubungan positif dengan keterampilan berpidato. (RDH)