Judul: Realisasi Kesantunan Tindak Tutur Menolak Bahasa Banjar

Penulis: Jahdiah

Subjek: Kalimat

Jenis: Tesis

Tahun: 2010

Abstrak

Dalam pergaulan sehari-hari masyarakat Banjar bercampur dengan suku-suku lain, seperti suku Dayak, suku Jawa, suku Madura, dan lain sebagainya. Akibat pergaulan suku Banjar dengan suku-suku lain, bahasa Banjar mendapat pengaruh dari berbagai macam bahasa daerah. Untuk menjaga keaslian bahasa Banjar, perlu diadakan penelitian bahasa Banjar yang dapat dikaji dari tataran fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan wacana. Kesantunan merupakan salah satu prinsip yang sangat penting dalam penggunaan bahasa. Penggunaan kesantunan dalam berbahasa ditentukan oleh pilihan tuturan dan tingkat kesantunan. Dalam komunikasi, peserta tutur diasumsikan secara intrinsik bersikap kooperatif dan bertujuan memberi informasi sebanyak mungkin. Kesantunan berbahasa tercermin dalam tata cara berkomunikasi verbal.

Penelitian ini difokuskan pada wujud kesantunan tindak tutur menolak bahasa Banjar, bentuk kesantunan tindak tutur menolak bahasa Banjar, dan strategi kesantunan tindak tutur menolak bahasa Banjar.Permasalahan yang akan dibahas adalah 1) Bagaimana wujud kesantunan tindak tutur menolak bahasa Banjar, 2) Bagaimana bentuk kesantunan tindak tutur menolak bahasa Banjar, 3) Bagaimana strategi kesantunan bahasa banjar dalam tindak tutur menolak bahasa banjar, dan 4) Apa fungsi kesantunan tindak tutur menolak bahasa Banjar.

Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan wujud tindak tutur menolak bahasa Banjar, bentuk kesantunan tindak tutur menolak bahasa, strategi kesantunan tindak tutur menolak bahasa Banjar, dan fungsi kesantunan tindak tutur menolak bahasa Banjar. Metode dasar yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu penelitian yang dilaksanakan secara apa adanya dan seobjektif mungkin. Metode ini mendasari penelitian dari dalam pengumpulan dan penganalisisan data. Data penelitian meliputi berbagai macam tuturan dalam berbagai situasi komunikasi sosial di lingkungan keluarga Banjar di Wilayah Kalimantan Selatan.Tempat penelitian ini di Astambul.

Penelitian ini bersumber pada data tuturan dan data catatan. Data tuturan merupakan wujud kesantunan menolak bahasa Banjar, bentuk kesantunan menolak bahasa Banjar, strategi kesantunan menolak bahasa Banjar, dan fungsi kesantunan menolak bahasa Banjar. Data catatan berupa catatan lapangan deskriptif dan reflektif. Catatan lapangan deskriptif tentang interaksi verbal dalam menolak bahasa Banjar, perilaku peserta tuturan saat terjadi komunikasi, dan gambaran tentang situasi dan komponen tutur, topik, dan tujuan tutur.  Catatan lapangan reflektif tentang tafsiran sementara mengenai wujud, bentuk, strategi, fungsi kesantunan menolak melalui observasi langsung interaksi komunikasi keluarga Banjar. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, pencatatan dan perekaman, dan wawancara. Observasi untuk memperoleh data yang memadai tentang kesantunan deskriptif bahasa Banjar. Pencatatan untuk mencatat data-data yang ada pada penelitian, yaitu di dalamnya terkandung maksud kesantunan bahasa Banjar. Perekaman merupakan teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yang bersumber dari tuturan interaksi selama berlangsung percakapan dengan menggunakan alat rekam.  Wawancara merupakan teknik yang dilakukan setelah teknik observasi dan rekaman data tuturan dan untuk menjaring sekaligus menguji keabsahan data yang kurang jelas selama obseravasi dan perekaman.

Teknik analisis data melalui dua tahap, yaitu selama proses pengumpulan data dan setelah proses pengumpulan data terakhir. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan model analisis interaktif, yaitu 1) dapat dilakukan dengan langkah selama pengumpulan data, pereduksian data, penyajian data,  dan penyimpulan data, dan 2) keempat langkah itu terjadi bersamaan, berhubungan, berlanjut, dan berulang. Data yang dihasilkan berupa wacana interaksional yang merepresentasikan realisasi prinsip kesantunan.Peneliti ini menghasilkan temuanberupa (1) Wujud kesantunan tindak tutur menolak berupa kalimat imperatif dan kalimat deklaratif; (2) Delapan bentuk penolakan berupa a) Penolakan yang menggunakan kata kada tidak atau indah tidak mau, b) Penolakan dengan menggunakan alasan, c) Penolakan dengan menggunakan syarat, d) Penolakan dengan menggunakan usul, e) Penolakan dengan mengucapkan terima kasih, f) Penolakan dengan komentar, g) Penolakan dengan permintaan kata maaf, dan h) Penolakan dengan menyalahkan orang lain; (3) Strategi kesantunan positif dan kesantunan negatif; (4) Kesantunan positif fungsinya untuk meminimalkan tindak ancaman terhadap mitra tuturdan kesantunan negatif fungsinya bagi tuturan yang kurang santun menjadi tuturan santun. (RDH)