Judul: Tindak Tutur dan Kompetensi Komunikatif Guru Bahasa Indonesia di SMA Sekota Manado

Penulis: Oldrie Ch.Sorey

Subjek: Pemakaian Bahasa

Jenis: Tesis

Tahun: 2010

Abstrak

Bertutur mempunyai tujuan untuk memberi informasi kepada pendengar atau lawan tutur sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Dengan tindak tutur, dapat diketahui kemampuan potensial seseorang dalam berbahasa atau berkomunikasi. Seorang penutur harus menguasai tuturan dan memiliki kemampuan atau kompetensi dalam berkomunikasi.Penelitian ini difokuskan pada penggunaan tindak tutur dan kompetensi komunikatif guru bahasa Indonesia pada saat proses pembelajaran di kelas. Melalui tindak tutur, dapat diketahui kemampuan potensial guru dalam berbahasa atau berkomunikasi.Tindak tutur mempunyai ciri, yairu  lebih memperhatikan makna atau tindak dalam tuturan, lebih cenderung sebagai gejala individual, bersifat psikologis, dan ditentukan oleh kmampuan bahasa penutur dalam menghadapi situasi tertentu Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis dan mendeskripsikan tindak tutur guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di SMA yang ada di kota Manado; dan 2) menganalisis dan mendeskripsikan kompetensi komunikatif gramatikal guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di SMA yang ada di Kota Manado.Kompetensi komunikatif adalah kemampuan untuk menerapkan kaidah-kaidah gramatikal suatu bahasa dalam membentuk kalimat-kalimat yang benar, menerapkan tata bahasa dan kosa kata yang benar, kaidah berbicara, penggunaan berbagai tipe tindak tutur, dan menggunakan bahasa secara tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang memfokuskan pada pemecahan masalah yang aktual.Data penelitian berupa tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi dan kompetensi gramatikal. Sumber data penelitian adalah guru-guru bahasa Indonesia di SMA Kristen Eben Haezar Manado, SMA Katolik Rex Mundi Manado, SMA Negeri 1 Manado, dan SMA Negeri 7 Manado pada saat melakukan kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Objek penelitian adalah tindak tutur dan kompetensi komunikatif dalam proses pembelajaran ada pada guru-guru bahasa Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, pencatatan, dan perekaman. Teknik observasi dilakukan untuk mengamati penggunaan tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi, dan kompetensi gramatikal oleh guru-guru bahasa Indonesia di sekolah menengah atas selama kegiatan belejar-mengajar berlangsung.

Teknik pencatatan dilakukan untuk mencatat penggunaan tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi, dan kompetensi komunikatif guru-guru bahasa Indonesia di sekolah menengah atas selama kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Sedangkan teknik perekaman dilakukan untuk merekam semua tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi, dan kompetensi komunikatif guru-guru bahasa Indonesia di sekolah menengah atas selama kegiatan belejar-mengajar berlangsung. Data hasil penelitian terdiri dari semua tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi dan kompetensi komunikatif.

Data yang terkumpul akan diklasifikasikan dan dideskripsikan. Data yang terkumpul  berupa tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi dan kompetensi komunikatif yang digunakan oleh guru-guru bahasa Indonesia dianalisis sesuai kriteriatindak tutur lokusi( suatu kata dan kalimat sesuai dengan kata dan kalimat itu dan sesuai dengan kaidah situasinya, ilokusi (tindak tutur yang berfungsi mengajarkan atau menginfiormasikan sesuatu dan untuk melakukan sesuatu berdasarkan makna tambahan di samping makna sebenarnya, perlokusi (tindak tutur yang memberikan efek terhadap pendengarnya), dan kompetensi komunikatif (kemampuan untuk menetapkan kaidah-kaidah gramatikal suatu bahasa dalam membentuk kalimat-kalimat yang benar, tata bahasa yang benar, kosa kata yang benar, kaidah berbicara, dan menggunakan berbagai tindak tutur, serta menggunakan bahasa secara tepat), kemudian dideskripsikan sesuai dengan pengelompokan jenis tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi dan kompetensi gramatikan digunakan oleh guru-guru bahasa Indonesia yang ditemukan selama interaksi belajar-mengajar berlangsung.

Setelah dianalisis, peneliti melakukan pengecekan kembali keabsahan data dengan teknik triangulasi, yaitu cara terbaik untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan konstruksi kenyataan yang ada dalam konteks sewaktu mengumpulkan data tentang kejadian dan hubungan dari berbagai pandangan.Analisis menyatakan bahwa tindak tutur guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran belum komunikatif dan kompetensi komunikatif guru masih kurang karena pemakaian kalimat kurang tepat secara sintaksis, pemilihan kosa kata kurang tepat karena masih dipengaruhi oleh dialek Melayu Manado.Konsep tindak tutur dan kompetensi komunikatif guru bahasa indonesia dapat ditingkatkan dengan cara mempelajari pengetahuan mengenai tindak tutur dan kompetensi komunikatif. (RDH)