Judul: Pisuhan dalam Basa Suroboyoan Kajian Sosiolinguistik

Penulis: Tri Winiasih

Subjek: Sosiolinguistik

Jenis: Tesis

Tahun: 2010

Abstrak

Pisuhan merupakan kata-kata yang dilontarkan karena marah atau  makian yang diucapkan karena jengkel. Masalah penelitian ini adalah Bagaimanakah bentuk-bentuk pisuhan dalam “basa Suroboyoan” berdasarkan konteks sosiokultural; Bagaimanakah karakteristik pemakaian bentuk-bentuk pisuhan dalam “basa Suroboyoan” berdasarkan konteks sosiokultural?; Bagaimanakah fungsi tuturan pisuhan dalam “basa Suroboyoan”; dan Bagaimanakah fenomena campur kode yang menyertai pisuhan dalam “basa Suroboyoan” Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk tuturan pisuhan dalam “basa Suroboyoan” berdasarkan konteks sosiokultural, mengidentifikasikan karakteristik pemakaian bentuk-bentuk pisuhan dalam “basa Suroboyoan” berdasarkan konteks sosiokultural, menjelaskan fungsi tuturan pisuhan dalam “basa Suroboyoan”, dan mendeskripsikan fenomena campur kode yang menyertai pisuhan dalam “basa Suroboyoan”.

Sasaran penelitian ini adalah tuturan masyarakat penutur “basa Suroboyoan” yang menggunakan kata pisuhan spontan yang bermakna kurang baik (lisan). Penelitian ini termasuk kualitatif deskriptif, yaitu mendeskripsikan bentuk-bentuk tuturan pisuhan dalam “basa Suroboyoan” berdasarkan konteks sosiokultural.Fokus  pisuhan “basa Suroboyoan” pada peristiwa tuturan lisan di warung, pasar, rumah penutur pisuhan, pendopo bunga, sekolah, tempat kos, kebun, warnet, lapangan, perempatan jalan, dan kantor. Informan berasal dari informan tidak tetap (3 orang laki-laki dan 2 orang perempuan) dan informan tetap (2 orang budayawan dan 1 orang sesepuh masyarakat). Temuan penelitian ini berupa: a) Bentuk tuturan pisuhan “basa Suroboyoan” dalam konteks sosiokultural yang dibedakan menjadi pisuhan berupa kata, frasa, dan klausa. Penggunaan pisuhan yang paling banyak terdapat dalam bentuk kata (140 pisuhan). Karakteristik bentuk-bentuk tuturan pisuhan “basa Suroboyoan” menunjukkan keragaman yang mengacu pada keadaan, binatang, makhluk yang menakutkan, benda-benda, bagian tubuh, kekerabatan, aktivitas, profesi, makanan, tempat, etnik dan bangsa, serta tiruan bunyi. Fungsi pisuhan “basa Suroboyoan” untuk mengekspresikan kemarahan, kekesalan, penyesalan, kesedihan, kekecewaan, kekaguman, penghinaan, keterkejutan, keakraban, kegembiraan, ketidakpercayaan, kebencian, rasa sakit, dan rasa malu. Fenomena campur kode  berupa kode bahasa menyertai pisuhan “basa Suroboyoan” yaitu campur kode bahasa Jawa dengan bahasa Indonesia, campur kode bahasa Jawa dengan bahasa Inggris, serta campur kode bahasa Jawa dengan bahasa Arab. Sedangkan campur kode berupa tingkat tutur adalah campur kode ragam ngoko, dengan bahasa jawa ragam krama berupa kata, frasa, dan klausa. (RDH)