Judul: Analisis Keberlawanan Arti dalam Bahasa Jawa Suroboyoan

Penulis: Puspa Ruriana

Subjek: Antonim bahasa Jawa Dialek Suroboyo

Jenis: Tesis

Tahun: 2012

Abstrak

Keberlawanan arti atau keantoniman yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kata-kata yang memiliki makna berlawanandalam Bahasa Jawa Suroboyo (BJS) . Kata-kata yang memiliki makna berlawanan dalam penelitian ini terdiri ataskata-kata berkelas nomina, adjektiva, dan verba. Bahasa Jawa yang dituturkan oleh penduduk Jawa Timur memiliki logat-logat yang berbeda-beda karena letak geografis yang berjauhan. BJS merupakan salah satu dialek dari bahasa Jawa yang memiliki perbedaan dengan bahasa Jawa standar (BJSt).    Adapun perbedaan BJS dengan BJSt terletak pada fonologi, morfologi, dan leksikal. Penelitian ini berhubungan dengan masalah keberlawanan arti dalam BJS yang meliputi bentuk dan tipenya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk-bentuk keberlawanan arti dalam BJS berdasarkan kelas kata yang meliputi nomina, adjektiva, dan verba?dan bagaimana tipe-tipe hubungan keberlawanan arti dalam BJS? Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan bentuk-bentuk keberlawanan arti berdasarkan kelas kata yang meliputi nomina, adjektiva, dan verba dalam BJS dan menemukan tipe-tipe hubungan keberlawanan arti dalam BJS.

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk pelestarian dan pengembangan bahasa, dapat digunakan sebagai bahan dalam penyusunan kamus antonim bahasa Jawa Suroboyoan, dan dapat dijadikan masukan bagi bahan pengajaran bahasa daerah. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan oleh peneliti untuk memerikan gejala kebahasaan secara cermat dan teliti berdasarkan fakta-fakta yang sebenarnya. Penelitian deskriptif mencoba untuk menjelaskan sebuah fenomena yang telah dipelajari berupa penjelasan, perekaman, analisis, dan penginterpretasian dari kondisi yang mungkin muncul. Metode kualitatif dipilih dengan menggunakan peneliti sebagai alat pengumpul data utama dan data leksikon bahasa Jawa Suroboyoan. Ciri utama keberlawan arti adalah penyangkalan terhadap yang satu berarti penegasan terhadap anggota yang lain dan sebaliknya penegasan terhadap yang satu berarti penyangkalan terhadap yang lain.Tahap penelitian dilakukan oleh penulis dengan cara pengumpulan data, reduksi data (pendataan kata, frasa, maupun kalimat dari berbagai sumber yang diduga mengandung keberlawanan), melakukan klasifikasi data, melakukan analisis kontras makna, mendeskripsi temuan data, dan menyimpulkan hasil analisis data. Beberapa sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa (1) Sumber tercetak (kamus berbahasa Jawa Suroboyoan, Kamus Suroboyonan-Indonesia, karya berbahasa Jawa Suroboyoan dalam majalah Penyebar Semangat dan Jayabaya, karya sastra berbahasa Jawa Suroboyoan karya Trinil ) dan (2) Pemakaian lisan para penutur bahasa Jawa (laki-laki atau perempuan berusia antara 30—60 tahun dan  berpendidikan paling sedikit berpendidikan SD) dengan cara wawancara.

Teknik penyediaan data dengan cara teknik pustaka (sumber tertulis) dan teknik kerja sama dengan informan (pembicara asli bahasa Jawa Suroboyoan), khususnya terhadap data yang masih meragukan. Analisis data menggunakan metode distribusional yaitu metode yang menganalisis satuan lingual tertentu berdasarkan tingkah laku kebahasaan. Tahap analisis data dalam penelitian ini dengan Teknik Oposisi Dua-Dua (oposisi antara dua kategori morfologis yang mengandung nilai kategorial tertentu dan yang lainnya tidak), Teknik Perluas (teknik memperluas suatu kalimat dengan menegasikan kata tersebut), dan Teknik Analisis Komponen Makna (digunakan hanya untuk menganalisis pasangan kata yang mengandung keberlawanan arti yang memerlukan pendeskripsian bunyi-bunyi bahasa dengan menyebutkan ciri-ciri pembeda bunyi.

Penelitian ini menghasilkan temuan yang menunjukkan bahwa 1)Tidak semua kata mempunyai pasangan berlawana arti.Analisis keberlawanan arti dalam BJS ditemukan pada tiga kelas kata, yaitu kelas kata benda (nomina), kelas kata sifat, dan kelas kata benda (verba).Keberlawanan arti berjenis kata benda yang ditemukan berupa keberlawanan arti nomina konkret dan keberlawanan arti nomina abstrak.Keberlawanan arti kelas kata sifat yang ditemukan adalah keberlawanan arti kata sifat bertaraf dan keberlawanan arti kata sifat waktu.Sedangkan dalam keberlawanan arti verba yang ditemukan adalah keberlawanan arti verba perbuatan dan keberlawanan arti verba keadaan.2) Keberlawanan arti yang lebih banyak ditemukan dalam bahasa Jawa Suroboyoan pada kelas kata sifat.Keberlawanan arti pada kelas kata benda umumnya adalah keberlawanan arti tipe komplementer, sedangkan keberlawanan arti pada kelas kata sifat umumnya keberlawanan arti tipe bergradasi.3)Ada enam tipe hubungan keberlawanan arti dalam bahasa Jawa Suroboyoan, yaitu keberlawanan arti tipe komplementer, keberlawanan arti tipe timbal-balik, keberlawanan arti tipe  direksional, keberlawanan arti tipe keantoniman, keberlawanan arti tipe hirarkial, dan keberlawanan arti tipe berkeanggotaan majemuk. (RDH)