Judul: Preposisi Bahasa Arab ‘ala dan li dalam Bahasa Indonesia: Analisis terhadap Teks Al-Qur’an dan Terjemahannya

Penulis: Saifullah Kamalie

Subjek: Preposisi Bahasa Arab

Jenis: Tesis

Tahun: 2012

Abstrak

Menerjemahkan adalah usaha memindahkan suatu pesan dari Bahasa sumber (Bsu) ke dalam Bahasa sasaran (Bsa), yaitu dengan mengganti bahasa teks Bsu dengan bahasa teks yang sedekat-dekatnya sepadan dalam Bsa dan diungkapkan kembali dengan bentuk leksikon dan struktur Bsa dengan memperhatikan konteks budayanya. Hal yang sering menimbulkan masalah dalam penerjemahan adalam preposisi. Preposisi merupakan kata yang bertugas menghubungkan antara dua unsur bahasa dan dari preposisi dapat dibentuk frasa preposisional. Adapun unsur yang mengikuti preposisi dapat berupa nomina, adjektiva atau pun verba. Tesis ini berisi tentang kajian perpadanan preposisi bahasa Arab dalam bahasa Indonesia.

Peneliti akan mengkaji masalah makna dan fungsi preposisi dalam Teks sumber (Tsu), bentuk dan jenis padanan yang terbanyak, bentuk dan jenis padanan preposisi bahasa Arab dalam Teks sasaran (Tsa), dan geseran serta pengaruh tata bahasa Arab dan penerjemahan preposisi tersebut. Batasan masalah penelitian ini difokuskan pada dua buah preposisi ‘ala dan li. Tujuan penelitian untuk menemukan makna dan fungsi preposisi ‘ala dan li dalam bahasa Arab, menemukan padanan preposisi ‘ala dan li dalam bahasa Indonesia, menentukan kata-kata yang mempengaruhi perpadanan preposisi, menemukan padanan untuk preposisi ‘ala dan li, dan melihat jenis penggeseran dan pengaruh tata bahasa arab dalam penerjemahan kedua preposisi tersebut.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan menganalisis unsur bahasa yang mempengaruhi perpadanannya dengan bentuk preposisi.Sumber data penelitian adalah terjemahan seluruh ayat dalam Al-Qur’an dalam bahasa Indonesia, sedangkan untuk terjemahannya penulis menggunakan Al Qur’an dan terjemahanya versi Departemen Agama.Sumber data yang berhasil dikumpulkan dalam penelitian ini sebanyak 4208 korpus data yang terdiri atas 1445 preposisi ‘ala dan 2763 preposisi li.Analisis data dilakukan dengan inventarisasi kemunculan preposisi ‘ala dan perposisi li dari sumber data, kemudian mengklasifikasikannya menurut maknanya dalam Bsu dan menurut bentuk padanannya dalam Bsa. Makna preposisi ‘ala dan li dijadikan faktor kontekstual yang mempengaruhi perpadanannya dengan bentuk Bsa.

Untuk mengetahui faktor kontekstualnya, setiap kemunculan preposisi diteliti unsur bahasanya sebelum preposisi atau sesudah preposisi. Khusus padanan yang yang sama-sama berbentuk preposisi, setiap preposisi dianalisis untuk mengetahui faktor kontekstual dan faktor ko-kontekstual yang mempengaruhi padanannya. Temuan dalam kedua preposisi ‘ala dan preposisi li adalah dari sembilan buah makna preposisi ‘ala ditemukan enam makna yang terdapat dalam Al Qur’an, yaitu 1) Al-Isti’la ‘menunjukkan posisi tinggi’, 2) semakna preposisi fi ‘pada’, 3) Al-Ta-lil‘menyatakan alasan’, 4) semakna preposisi ma’a ‘bersama’, 5) semakna preposisi min ‘dari’, dan 6) semakna preposisibi ‘dengan’ . Sementara itu, dari 30 buah preposisi li, makna ditemukan 21 buah makna, yaitu Al-milk ‘kepemilikan’, Al-Tamlik ‘menyatakan pemberian’, syibh Al-Milk ‘kepemilikan yang bukan sebenarnya’, syibh Al-Tamlik ‘pemberian yang bukan sebenarnya’, Al-Ta’lil ‘menyatakan alasan’, Al-Tabyin ‘penjelasan’, Al-Ta’diyah ‘mentransitifkan’, Al-sayrurah ‘proses menjadi’, Al-Tablig ‘menyampaikan’, semakna preposisi ilake’, semakna preposisi li, semakna preposisi ‘an‘tentang’, semakna preposisi ‘ala‘di atas’, semakna Ad ‘inda‘pada’, semakna Adv ba’da ‘sesudah’, semakna preposisi min‘dari’, Al-Tab’id, kay ‘agar’, Al- Juhud ‘sanggahan’,Al-Taqwiyah ‘memperkuat’, dan semakna preposisi bi ‘dengan’. Sebanyak 898 buah padanan preposisi ‘ala sama-sama berbentuk preposisi, yaitu 62 % dari total 1445 kali pemunculan preposisi ‘ala  dan 1653 padanan preposisi li sama-sama berbentuk preposisi, yaitu 60% dari total 2763 kali kemunculan preposisi li. Preposisi ‘ala dan preposisi li berfungsi untuk menjadikan verba tak transitif menjadi transitif . Dengan demikian, mayoritas padanan kedua preposisi (‘ala dan li) sama-sama berbentuk preposisi.Dalam padanan sejajar ditemukan transferensi baik pada tataran frasa, maupun pada tataran klausa karena penerjemahan kedua preposisi  secara harafiah.Pengaruh bahasa Arab dalam penerjemahan preposisi ‘ala dan preposisi li cukup kuat.Adanya pergeseran dalam penerjemahan preposisi ‘ala dan preposisi li membuktikan bahwa bahasa dalam penterjemahan telah berupaya menghasilkan terjemahan yang baik. (RDH)