Judul: Hubungan Antara Penguasaan Kosakata dan Pemahaman Tindak Tutur dengan Kemampuan Mendengarkan: Survei di Kelas X SMAIT Nurul Fikri Depok

Penulis: Atikah Solihah

Subjek: Bahasa Indonesia-Kosakata

Jenis: Tesis

Tahun: 2009

Abstrak

Tesis ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penguasaan kosakata dan kemampuan mendengarkan, kore1asi antara pemahaman tindak tutur dan kemampuan mendengarkan, serta korelasi antara penguasaan kosakata dan pemahaman tindak tutur dengan kemampuan mendengrkan. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Nurul Fikri , Kelapa Dua, Cimanggis, Depok. Pembahasan masalah penelitian ini pada:

1) hubungan antara penguasaan kosakata dan kemampuan mendengarkan pada siswa SMAIT

Nurul Fikri Depok, 2) hubungan antar pemahaman tindak tutur dan kemampuan mendengarkan pada siswa SMArT Nurul Fikri Depok, 3) hubungan antara penguasaan kosakata siswa SMAIT Nurul Fikri Depok.

Kerangka teori yang akan dipaparkan meliputi hakikat kemampuan mendengarkan,hakikat penguasaan kosakata, dan hakikat pemahaman tindak tutur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu suatu pendekatan yang bertujuan menguji teori dari suatu hubungan, efek, dan penyebab yang dapat digeneralisasikan dalam lingkup populasi. Metode yang dipilih adalah metode survey dalam bentuk korelasional yang dilakukan di tempat yang telah dipilih, yaitu SMAIT Nurul Fikri, Depok. Survei korelasional ini meneliti dua buah variabel bebas yang dipercaya mempunyai hubungan dengan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penguasaan kosakata (Xj) dan pemahaman tindak tutur (X2), sedangkan variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah kemampuan mendengarkan.

Populasi penelitian adalah seluruh siswa di SMAIT Nurul Fikri Depok yang berjumlah 230 orang siswa. Sampel penelitian dipilih secara purposive dengan beberapa pertimbangan, yaitu siswa yang telah mengikuti pembelajaran di sekolah minimal selama satu semester pembelajaran. Berdasarkan analisis data hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis statistic regresi dan korelasi sederhana serta regresi dan korelasi jamak yang telah disampaikan dapat disimpulkan sebagai berikut.

Pengujian hipotesis pertama yaitu hubungan antara kemampuan mendengarkan dan penguasaan kosakata diperoleh hasil regresi sederhana Y atas X, yang menghasilkan arah regresi (b) sebesar 0,367 dan konstanta (a) sebesar 33,81. Koefesien regresi sebesar 0,367 bermakna bahwa setiap penambahan skor hasil tes penguadaan kosakata pada siswa akan meningkatkan skor hasil tes kemampuan mendengarkan sebesar 0,367. Sebaliknya, setiap penurunan skor hasil tes penguasaan kosakata pada siswa akan menurunkan pula skor hasil tes kemampuan mendengarkan sebesar 0,367. Berdasarkan temuan penelitian terse but, dapat dibuat kesimpulan bahwa kernampuan rnendengarkan dapat ditingkatkan melalui peningkatan penguasaan kosakata dan pemahaman tindak tutur. Peningkatan penguasaan kosakata akan meningkatkan kernampuan mendengarkan siswa. Demikian pula, peningkatan pemahaman tindak tutur akan meningkatkan kemampuan mendengarkan siswa. Peningkatan tersebut dapat dilakukan secara sendiri-sendiri maupun dilakukan bersarna-sama antara peningkatan penguasaan kosakata dan pernahaman tindak tutur, Oleh karena itu, berbagai upaya yang dapat meningkatkan penguasaan kosakata dan pemahaman tindak tutur juga perlu dilakukan untuk mendukung kemampuan mendengarkan siswa.

Secara lebih khusus, implikasi hasil penelitian ini dapat dirinci sebagai berikut.

1) Perlu diupayakan peningkatan penguasaan kosakata siswa dengan mengarahkan siswa pada pembelajaran kosakata yang dapat dijabarkan dari segi grmatikal, leksikal, dan pragmatic untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan siswa.; 2) Pembelajaran yang berkaitan dengan pemahaman tindak tutur perlu diperhatikan guru karena pemahaman tindak tutur dapat meningkatkan pula kemampuan mendengarkan siswa; 3) Evaluasi terhadap penguasaan kosakata dan pemahaman tindak tutur yang dimiliki siswa perlu dilakukan guru sekalipun dengan cara yang sederhana; 4) Perlu diusahakan peningkatan kemampuanmendengarkan siswa yang dilaksanakan secara terpadu dengan ketiga komponen kemampuan yang lain, yaitu membawa, menulis, dan berbicara. (ALOy)