Judul: Risalah Kanz AI-Marifah: Analisis Struktur dan Makna

Penulis: Dede Hidayatullah

Subjek: Semantik

Jenis: Tesis

Tahun: 2010

Abstrak

Risalah Kanz Al-Marifah (RKM) karya Al-Banjari berisi tentang hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Naskah ini bertuliskan bahasa melayu Dengan mempergunakan huruf Jawi dan tidak pemah dicetak. Penulis meneliti teks RKM dengan menggunakan metode struktur untuk mengungkapkan struktur yang ada dalam naskah. Naskah maupun struktur kalimat yang digunakan dalam naskah. Penulis menggunakan teori semantik untuk mengungkap maknanya.

Rumusan masalah yang diajukan penulis adalah Bagaimana struktur Risalah Kanz Al-Marifah? Dan Bagaimana 'makna teks Risalah Kanz Al-Marifahl Adapun tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan dan menganalisis struktur kitab Risalah Kanz Al-Marifah baik struktur teksnya, maupun struktur kalimatnya dan 2) Mendeskripsikan makna yang terkandung dalam kitab Risalah Kanz Al­Marifah. Tahap penelitian dilakukan dengan pengolahan data, transliterasi, dan suntingan dengan menggunakan metode penyuntingan standar. Pendekatan filologi digunakan penulis sebagai dasar membaca, menggali, serta memahami karya naskah RKM. Data yang dianalisis hanya difokuskan pada kalimat, kata dan maknanya. Berdasarkan analisis, RKM mengandung struktur naskah berupa 1) Pendahuluan yang berisi tulisan Bismi Ilahi r­Rahmani r-Rohim; 2) lsi terdiri dari hakikat mengenai Allah, kewajiban seseorang untuk selalu mengikuti dan merlaksanakan perintah Nabi Sallahu alaihi wasallam dan menjauhi Iarangannya, adab tata cara berzikir, nasihat Al-Banian kepada orang yang menghadapi kematian; dan 3) Penutup yang berisi kalimat Wallahu a'lam Bish Shawab dan tanggal penulisan naskah. Struktur kalimat RKM dipengaruhi oleh tata bahasa Arab. Penggunaan kata kerja yang berfungsi sebagai predikat letaknya di depan subjek. Penggunaan kata kerja dipengaruhi oleh tata bahasa Arab dalam RKM.

Kalimat yang digunakan oleh Al-Banjari berbentuk kalimat tunggal, kalimat majemuk setara, dan kalimat majemuk bertingkat atau campuran. Sedangkan makna yang terkandung dalam RKM adalah hubungan antara manusia dengan Tuhan dan hakikat tentang manusia dengan keberadaannya di muka bumi. RKM ini berisi pengertian hakikat mengenal diri untuk mencapai ma'rifat kepada Allah. .Selain itu, di RKM yang diajarkan tentang adab dzikir, bentuk dzikir model tasawuf yang ada di RKM adalah tasawuf wujudiyyah yang berpegang teguh pada syariat. (RDH)