Judul: Kompetensi Fonologis Anak Penyandang Retardasi Mental di SLB C Negeri 1 dan 2 Yogyakarta

Penulis: M. Luthfi Baihaqi

Subjek: Fonologi

Jenis: Tesis

Tahun: 2009

Abstrak

Dalam berkomunikasi anak retardasi mental mengalami kesulitan dalarn menghasilkan bunyi ujaran, salah atau tidak tepat dalam pengucapan fonem. lsi tesis ini mengenai pola-pola bunyi dan penyimpangan fonologi dalarn kemampuan pengujaran yang dihasilkan oleh anak retardasi mental di SLB C Negeri 1 dan 2 Yogyakarta. Masalah penelitian ini berupa 1) Bagaimanakah pola-pola bunyi yang muncul dalam pengujaran anak retardasi mental di SLB C Negeri 1 dan 2 Yogyakarta; 2) Bagaimana pola-pola penyimpangan fonologi bagi anak retardasi mental di SLB C Negeri 1 dan 2 Yogyakarta, dan 3) Bagaimanakah letak pemulihan secara fonologi bagi anak retardasi mental di SLB C Negeri 1 dan 2 Yogyakarta? Tujuan penelitian untuk mendapatkan garnbaran kemarnpuan menghasilkan fonem pada anak penyandang retardasi mental di SLB C Negeri 1 dan 2 yogyakarta.

Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu menggambarkan tentang pola-pola bunyi dan penyimpangan yang muncul dalam pengujaran-pengujaran anak retardasi mental. Tahap penelitian dengan cara mengumpulkan data, menganalisis data, dan menyajikan hasil analisis data. Pengumpulan data menggunakan metode cakap yang mengakibatkan terjadi kontak antara peneliti dengan informan berupa percakapan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara kunjungan mulai Desember 2008- Mei 2009 (24 kali). Anak menyebutkan garnbar yang ditunjukkan kepadanya dan mengarnati perilaku berbahasa saat di kelas. Data dianalisis dengan mentranskripsikan secara fonemis ujaran anak retardasi mental.

Analisis menunjukkan bahwa 1) kemampuan pengujaran anak retardasi mental adalah rendah karena mereka hanya marnpu mengujarkan tingkat kata atau suku kata, 2) bentuk penyimpangan fonologi mereka adalah penghilangan fonem, pengubahan fonem, penambahan fonem, penghilangan suku kata dan penambahan suku kata, 3) penyimpangan itu mengakibatkan mereka suIit menghasilkan fonem-fonem yang wajar dalarn pengucapan, 4) penyimpangan pengujaran, misalnya perubahan fonem secara berulang-ulang, 5) penyimpangan tiap anak tidak sarna tergantung tingkat intelegensia, kemampuan motorik, dan lingkungan, dan 6) pemulihan anak retardasi mental perlu dilakukan secara latihan dengan dukungan lingkungan. (RDH)