Judul: Refleksivitas Implikatur Percakapan dalam Tayang Bincang Politik di Televisi Indonesia pada Masa Sepuluh Bulan Menjelang Kampanye Resmi Pemilu 2009

Penulis: Natal P. Sitanggang

Subjek: Pragmatik

Jenis: Tesis

Tahun: 2009

Abstrak

Tujuan utarna tesis ini adalah menemukan reflektor-reflektor yang terdapat dalam ujaran­ujaran penutur politik. Dalam hal ini, reflektor-reflektor yang ditemukan dapat dipandang sebagai alat penutur untuk mengkomunikasikan pesan-pesan politiknya. Penelusuran yang pertama dilakukan dengan langkah-Iangkah berikut: pertama, menemukan reflektor, kedua, mengidentifikasi dan mengklasiftkasikan reflektor berdasarkan kesamaan idea tau tema. Ketiga, mengidentifikasi implikatur baik karena pematuhan maupun karena pengabaian terhadap prinsip dan maksim PKS. Keempat, mendeskripsikan reflektor dan pokok-pokok pesan berdasarkan relevansinya terhadap konteks. Kelima, menguji kerelevanan pokok-pokok pesan melalui konstruksi-konstruksi tertentu dengan melakukan manipulasi data terhadap bagian tertentu.

Secara umum, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Dalam hal ini, arah dan hasil penelitian ini tidak berorientasi pada proses perhitungan yang cenderung melibatkan angka, persentasi, atau data statistik, tetapi lebih cenderung pada penggunaan analisis interpretatif. Selain daripada syarat ujaran dan penutur di atas, pengujaran penutur sudah sesuai dengan situasi. Situasi yang turut mendukung pengujaran ujaran performatif yang bersifat politik adalah situasi masa (1-10 bulan) menjelang pemilu 2009 di Indonesia. Masa tersebut bukanlah masa kampanye resmi, tetapi penutur sudah dianggap melakukan tindak kampanye dalam bentuk implikatur-implikatur percakapan. Sebagai kajian pragmatik, proses penelusuran pendukungan refleksivitas atas reflektor-reflektor dan bentuk performatif pengiringnya, harns melibatkan berbagai aspek, baik unit linguistik, maupun unit nonlinguistik. Data untuk penelitian ini bersumber dari percakapan politik di televise Indonesia secara khusus dalam acara tayang bincang politik. Pengambilan data telah dilakukan selama sepuluh bulan: mulai tanggal 1 November 2007 sampai 31 Agustus 2008. Dari sejumlah stasiun televisi di Indonesia, ditetapkan empat stasiun, yaitu Metro TV (Kick Andy, To Day's Dialogue), TV One (Apa Kabar Indonesia), Trans 7 (Kupas Tuntas), dan Jak TV (Jalan Bincang). Percakapan dalam tayang bincang politik menjelang kampanye-resmi pemilu merupakan salah satu bentuk pemakaian bahasa yang sarat implikatur.

Dalam implikatur percakapan itu dimungkinkan terdapat berbagai aspek makna yang bersifat pragmatik, di antaranya, aspek refleksivitas. Aspek refleksivitas bahkan dapat dikatakan sebagai salah satu aspek makna yang diutamakan penutur dalam percakapannya. Oleh karena itu, refleksivitas menjadi ciri yang penting untuk dicermati. Berdasarkan penelusuran terhadap percakapan tayang bincang politik dalam masa sepuluh menjelang kampanye resmi pemilu, terdapat enam reflektor, yaitu 1) perubahan, 2) keadaan-sekarang, 3) keterlibatan pihak asing, 4) keutuhan Negara dan bangsa, 5) ide pendiri bangsa, dan 6) MAP (moral, amanah, dan pengabdian). Reflektor-reflektor tersebut masing-masing diiringi bentuk performatif yang menandakan cara penutur untuk mengkomunikasikan pesan politiknya. Bentuk performatif itu secara berturut-turut adalah mendesakkan, menilia, mempermasalahkan, mempertanyakan, mengargumentasikan, dan 'mengarasnamakan. Konstruksi yang dibentuk performatif terhadap reflektornya akan menunjukkan implikasinya fungsi dan nilai turunan tersebut dapat disebutkan sebagai fungsi-fungsi derivatif. (ALOY)