Judul: Dialektologi Bahasa Melayu di Kabupaten Landak

Penulis: Patriantoro

Subjek: Dialektologi

Jenis: Disertasi

Tahun: 2009

Abstrak

Dalam penelitian ini dibicarakan lima hal yang meliputi (1) variasi leksikon bahasa Melayu di kabupaten Landak; (2) pemetaan variasi leksikon bahasa Melayu di kabupaten Landak, (3) inovasi yang terjadi dalam fonologi bahasa Melayu di kabupaten Landak; (4) leksikon proto yang terdapat pada bahasa Melayu di kabupaten Landak; (5) leksikon pinjaman dari bahasa lain pada bahasa Melayu di kabupaten Landak. Penelitian ini bertujuan untuk mengomparasikan leksikon di daerah yang jadi titik pengumpulan data; membuat peta variasi leksikon yang sudah ditemukan; mendeskripsikan leksikon proto; mendeskripsikan inovasi fonologis yang ada di titik pengamatan, dan mendeskripsikan leksikon pinjaman dari bahasa lain. Teori yang digunakan dalam kajian ini adalah teori dialek. Ada tiga tahap yang dilakukan dalam kajian ini, tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian hasil analisis data.

     Metode yang digunakan dalam penjaringan data adalah metode percakapan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik pancing. Caranya adalah dengan menunjukkan gambar, benda, atau aktivitas. Informan yang digunakan dalam menjaring data dengan metode percakapan adalah mahasiswa yang berasal dari kabupaten Landak. Ada tiga metode yang digunakan untuk analisis data. Pertama, “Metode Komparatif Sinkronis” ,metode ini digunakan untuk menganalisis beda leksikon antartitik pengamatan atau komparatif variasi leksikon antartitik pengamatan dan untuk memetakan variasi leksikon antartitik pengamatan. Selanjutnya, rumus “Dialektometri” digunakan untuk menentukan masing-masing variasi bahasa antartitik pengamatan, berapa jarak linguistik antartitik pengamatan. Ketiga, “Metode Komparatif Diakronis” digunakan untuk analisis bahasa proto yang ditemukan di lapangan, inovasi leksikon yang ditemukan di lapangan, dan bahasa-bahasa pinjaman yang ditemukan di lapangan. Berdasarkan analisis data yang ada, setelah data leksikal dipetakan untuk dihitung beda leksikon atau kata antartitik pengamatan. Jarak linguistik antartitik pengamatan dapat diketahui. Dari 30 data yang dipetakan hasil jarak linguistik dalam prosentase antartitik pengamatan terendah di titik pengamatan 3 – 4 : 6,6 % dan tertinggi di titik pengamatan 1 – 2 : 20 %. Oleh karena itu, jarak linguistik dalam persentase bahasa Melayu di kabupaten Landak dikelompokkan sebagai tidak ada perbedaan. Leksikon proto atau relik masih ditemukan dalam bahasa Melayu di kabupaten Landak. Inovasi fonologi juga masih ditemukan pada bahasa Melayu di kabupaten Landak. Bahasa pinjaman yang masuk dalam bahasa Melayu di kabupaten Landak terutama bahasa Dayak Kanayan dan Jawa.(es)