Judul: Perubahan Fonologis Kosakata Serapan Bahasa Sanskerta dalam Bahasa Indonesia: Analisis Transformasi Generatif

Penulis: I Made Sudiana

Subjek: Fonologi

Jenis: Tesis

Tahun: 2009

Abstrak

Tesis ini bertujuan  untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses dan kaidah fonologis penyerapan kosakata dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Indonesia serta dampak penyerapan kosakata bahasa Sanskerta dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori fonologi generatif didukung dengan teori serapan, teori perubahan bunyi, dan teori perencanaan bahasa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif-komparatif. Dengan metode deskriptif-komparatif ini data yang terkumpul dideskripsikan dengan membandingkan bahasa sumber dengan bahasa sasaran untuk melihat perbedaannya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka.

            Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang ditulis dalam tujug bab disertai dengan subbab-subbab. Data yang digunakan  dalam penelitian ini adalah data tertulis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kamus, buku teks keagamaan, Koran, majalah, naskha Dhamawacana, buku-buku yang menggunakan bahasa Indonesia yang ditengarai dari bahasa Sanskerta. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, dengan teknik catat, yaitu dengan cara mencatat data dengan sebuah slip. Data yang tercatat dalam konteks kalimat diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan maknanya.

       Dalam menganalisis data metode yang diterapkan adalah adalah metode padan translasional. Metode padan digunakan untuk memadankan unsur-unsur yang dianalisis. Unsur-unsur yang dianalisis meliputi kata-kata serapan dari bahasa Sanskerta dengan alat penentu kata asalnya dalam bahasa Sanskerta. Dari perbandingan terhadap bunyi-bunyi dan fonem-fonem pemebntuk kata pada kedua bahasa, diketahui perubahan bunyi yang terjadi sebagai akibat dari proses penyerapan. Hasil analisis data disajikan dengan metode formal dan informal (Sudaryanto, 1993:145). Penyajian dengan teknik formal adalah penyajian hasil analisis dengan menggunakan tanda dan lambang linguistik.

           Berdasarkan analisis pada jabaran tersebut dapat disimpulkan beberapa hal mengenai proses fonologi kosakata serapan bahasa Sanskerta dalam bahasa Indonesia sebagai berikut. Simpulan ini meliputi proses fonologis, kaidah fonologis, implikasi penyerapan berupa persoalan ortografi dan makna kata. Proses fonologis kosakata serapan bahasa Sanskerta dalam bahasa Indonesia meliputi: (1) pelesapan bunyi yang terdiri atas (a) afresis (aphaeresis); (b) apokope (apocope); (c) sinkope; (d) pelepasa gugus konsonan; dan (e) haplologi; (2) penambahan bunyi yang terdiri atas (a) protesis, (b) epentesis, (c) anaptiksis, dan (d) paragog; (3) metatesis; (4)  asimilasi; (5) disimilasi; dan (6) monoftongisasi. Di samping itu, ditemukan pula perubahan bunyi konsonan dan vokal yang tidak dimasukkan ke dalam kelompok tersebut.

         Perubahan konsonan terdiri atas (1) perubahan bunyi konsonan beraspirasi, (2) perubahan bunyi retrosfeksi tak beraspirasi, (3) perubahan bunyi frikatif, (4) perubahan bunyi velar, (5) perubahan bunyi palatal, (6) perubahan bunyi dental, (7) perubahan bunyi nasal, (8) perubahan bunyi semivokal, dan (9) perubahan bunyi glotal. Perubahan bynyi vokal terdiri atas: (1) pelemahan vokal dan (2) penguatan vokal. Makna kata meliputi (1) chidra dan cedera; (2)  churika dan curiga; (3) cita, cipta, dan cinta; (4) dhanda dan denda; (5) dharma, darma, dan derma; (6) diwasa dan dewasa; (7) mitra dan seteru; (8) yasa, jasa, dan yayasan. [ALOY]