Judul: Situasi Pemertahanan Bahasa Ranau

Penulis: Darsita Suparno

Subjek: Sintaksis

Jenis: Disertasi

Tahun: 2012

Abstrak

Disertasi ini bertujuan (1) mencari tahu variasi bahasa yang digunakan warga guyub Ranau dalam berkomunikasi dalam hubungannya dengan situasi pemertahanan bahasa Ranau, (2) mengidentifikasi penggunaan bahasa warga itu pada ranah: pemerintahan, pendidikan, agama, pasar, keluarga, pertemanan, ketetanggaan, yang menunjukkan situasi pemertahanan bahasa Ranau, (3) mencari tahu faktor-faktor penyebab terjadinya pilihan bahasa itu, dan (4) mencari tahu sikap bahasa warga guyub Ranau terhadap bahasa Ranau.

Budaya masyarakat Ranau merupakan salah satu peradaban etnis yang pernah mendapat pengaruh peradaban kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan. Para penutur bahasa Ranau saat ini tinggal di beberapa desa terkonsentrasi di Ogan Komering Ulu (selanjutnya disingkat OKU). Biarpun kelompok etnis itu tinggal di wilayah terkonsentrasi, tetapi mereka tidak terisolasi karena mereka selalu mengadakan kontak sosial dengan kelompok etnis lain. Kontak sosial menyebabkan mereka mendapat pengaruh dan mengalami perkembangan sosial dan budaya yang pesat dalam berbagai aspek kehidupan. Akibatnya mereka menjadi dwibahasawan yang memiliki khasazah bahasa dengan variasi dialek regionalnya, antara lain bahasa Jawa, Ogan, Melayu Palembang, dan Indonesia.

Fenomena pemertahanan bahasa dipandang sebagai masalah sosial dalam masyarakat anekabahasa, terkait dengan nilai-nilai budaya. Dengan alasan itu, pengkajian masalah ini memakai ancangan ilmu sosial, khususnya sosiologi dan antropologi. Pemakaian kedua ancangan ini secara si tesis sangat dimungkinkan karena bahasa mengandung aspek sosial, budaya, dan etnografi komunikasi.

Metode mengacu pada cara atau strategi menyeluruh untuk memperoleh data yang diperlukan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah (1) metode kualitatif, dan (2) metode kuantitatif. Metode kualitatif dipahami sebagai suatu prosedur peneltian untuk menghasilkan uraian deskriptif berupa kata-kata dari perilaku WGTBR (Warga Guyub Tutur Bahasa Ranau) yang menjadi objek peneltian ini. Dengan menggunakan metode ini diperoleh data kalitatif. Penelitian ini dilaksanakan selama satu tahun, yaitu mulai Agustus 2008—selesai awal September 2009. Tempat pelaksanaan penelitian adalah 20 desa di Kecamatan Banding Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu bagian selatan, Provinsi Sumatera Selatan. Populasi penelitian adalah seluruh warga guyub Ranau.

Berangkat dari analisis dan pembahasan hasil-hasil penelitian ini, dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Variasi bahasa WGTBR memiliki ciri khas ditinjau dari interaksi verbal dalam situasi kontak bahasa. Untuk itu indikasi variasi bahasa WGTBR ditemukan satu konsistensi berbahasa Ranau. Konsistensi ini merupakan kontribusi konsep terhadap teori variasi bahasa sebelumnya yang menyebut dua aspek, yaitu alih kode dan campur kode; (2) Ditinjau dari khazanah penggunaan bahasa WGTBR terdapat perbedaan penggunaan bahasa berdasarkan fungsi sosial di kalangan masyarakat itu, khazanah bahasa di situ tidak membentuk dikotomi  diglosia dengan fungsi T (variasi bahasa dengan fngsi tinggi) dan R (variasi bahasa dengan fungsi rendah), tetapi membentuk empat kategori fungsi bahasa, BR (bahasa Ranau) dan BJ (bahasa Jawa) berfungsi sebagai bahasa ‘R’, tetapi BO (bahasa Ogan) berfungsi sebagai bahasa menengah bawah ‘MB’, BMP berfungsi sebagai  bahasa menengah atas ‘MA’, dan BI berfungsi sebagai bahasa tinggi ‘T’; (3)  Ditinjau dari etika bahasa WGTBR merupakan masyarakat yang pilihannya bahasanya ditentukan oleh enam faktor, yaitu faktor situasi, topik pembicaraan, tempat umum, deferensiasi sosial, psikis, dan budaya. (4) Implikasi sikapWGTBR terhadap BR, berdampak bahasa itu tetap bertahan.

Penelitian ini memberi kontribusi metode analisis sikap bahasa dengan menggunakan metode perbandingan engan dua indikator sikap bahasa, yaitu (a) sikap terhadap BR; dan (b) sikap menggunakan BR yang dikaitkan dengan aspek kognitif, afektif, dan konatif. Metode analisis sikap bahasa dalam konteks penelitian pemertahanan BR ini membedakan peneltian ini dengan penelitian  sebelumnya, sejauh peneliti menelusuuri kepustakaan di Indonesia dan luar negeri yang menjadi rujukan dalam penelitian ini. Metode analisis sikap bahasa  dalam konteks pemertahanan bahasa  sebagai wujud pengembangan konsep teoretis pada penelitian ini. Kebertahanan BR didukung oleh beberapa faktor, yaitu a) sikap bahasa WGTBR yang positif terhadap BR dan dalam menggunakan BR, b) konsentrasi pemukiman, c) kestabilan kedwibahasawan, d) pengalihan bahasa BR, dan e) ikatan kekerabatan. Hasil temuan penelitian ini sekaligus menjadi indikator pemertahanan BR di OKU. [ALOY].