Judul: Kompetensi Tindak Tutur Direktif Anak Usia Prasekolah (Kajian pada Kelompok Bermain Anak Cerdas P2PNFI Regional II Semarang)

Penulis: Yuniarti

Subjek: Tindak Tutur Direktif

Jenis: Tesis

Tahun: 2010

Abstrak

Setiap anak memiliki tahapan-tahapan tersendiri dalam memperoleh bahasa termasuk  dalam kemampuan pragmatikdengan tindak tuturnya. Penelitian ini memfokuskan pada tindak tutur direktif yaitu tindak tutur yang dilakukan penuturnya dengan maksud agar mitra tutur melakukan apa yang ada dalam ujaran tersebut (misalnya, menyuruh, memohon, meminta, menuntut).Tindak tutur direktif (TTD) yang banyak dilakukan di sebuah pre-school (Kelompok Bermain)berfungsi mempengaruhi mitra tutur untuk melakukan seperti yang diujarkan penutur.

Di usia Kelompok Bermain, ada beberapa strategi TTD yang dilakukan oleh pendidik agar perintahnya mudah dipahami oleh peserta didiknya dan mudah direspon oleh peserta didik agar dapat melakukan sesuatu sesuai perintahnya,misalnya perlu diperhatikan kemampuan anak dalam merespon atau memahami TTD, kemampuan menerbitkan atau kemampuan memproduksi TTD.Berkaitan dengan hal itu,peneliti ingin mengetahui bagaimana anak usia pra sekolah (3 – 6 tahun) memahami dan menerbitkan TTD dan kaitannya dengan kesantunan berbahasa.Penelitian ini diharapkan bisa menjawab masalah realisasi bentuk pemahaman anak usia pra sekolah terhadap TTD, realisasi bentuk penerbitan TTD anak usia pra sekolah, dan kaitan perkembangan pemahaman dan penerbitan tersebut dengan kesantunan. Adapun bertujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi realisasi bentuk pemahaman anak usia prasekolah terhadap TTD, mengidentifikasi realisasi bentuk-bentuk TTD yang diterbitkan oleh anak usia prasekolah, dan mengidentifikasi keterkaitan perkembangan pemahaman serta penerbitan TTD anak usia prasekolah tersebut dengan kesantunan. 

Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan di masyarakat bahasadi Kelompok Bermain (Play Group) Anak Cerdas Pusat Pengembangan Pendididkan Nonformal dan Informal (P2PNFI).Kajian teori yang mendukung penelitian ini adalah teori tentang perkembangan pragmatik anak, teori tentang tindak tutur, teori tentang tindak tutur direktif, dan teori tentang kesantunan. Tahap penelitian ini dilakukan dengan tiga cara, yaitu (1)Penyediaan data berbentuk percakapan yang mengandung tindak tutur direktif; (2) Analisis data dengan menggunakan metode padan pragmatis yang menggunakan mitra wicara sebagai penentunya; dan (3) Penyajian hasil analisis data.

Fokus penelitian ini dilakukan di Kelompok Bermain Anak Cerdas yang merupakan binaan Pusat Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (P2PNFI) Regional II Semarang yang berlokasi di Jl. Diponegoro no. 250 Ungaran, Kabupaten Semarang Propinsi Jawa Tengah. Sumber data penelitian adalah peserta didik pada Kelompok Bemain tersebut yang berjumlah 101 anak.Subyek penelitian dikelompokkan dalam tiga kelompok usia yaitu: a) kelompok usia 3 – 4 tahun, b) kelompok usia 4 – 5 tahun, dan c) kelompok usia 5 – 6 tahun. Adapun langkah kerja kegiatan penelitian ini meliputi: 1) Pengumpulan data; data dikumpulkan berdasarkan dari hasil menyimak dan mencatat setiap konversasi linguistik antara penutur dan mitra tutur; 2) Pengolahan data; data diolah secara kualitatif yaitu dijabarkan dengan penjelasan-penjelasan tertentu; dan 3) Penyajian hasil pengolahan data; penyajian data dilakukan secara informal, yaitu data dideskripsikan dalam bentuk uraian kata-kata.

Analisis data pada penelitian ini dilakukan denganteori pemerolehan bahasa anak, teori tindak tutur dan teori tindak tutur direktif. Teori pemerolehan bahasa anak diambil dari buku-buku psikologi perkembangan dan psikolinguistik. Sedangkan teori tindak tutur diambil dari buku-buku kajian pragmatik. Hasil temuan penelitian ini menunjukkanbahwa: 1)Dalam menanggapi atau merespon TTD, anak usia prasekolah melakukannya dalam dua bentuk utama yaitu mengiyakan atau menolak. Dalam mengiyakan dan menolak TTD anak melakukannya dalam dua cara yaitu secara verbal dan non verbal. Perkembangan pemahaman anak usia prasekolah terhadap TTD kaitannya dengan kesantunan menunjukkan adanya penggunaan strategi untuk meminimalkan ancaman terhadap muka negatif yaitu melalui penolakan tidak langsung dengan alasan dan penolakan tidak langsung dengan alternatif; 2)Penerbitan TTD anak usia prasekolah menunjukkan bahwa ada dua tipe dasar yang muncul yaitu tipe memerintah dan melarang. Tipe memerintah sendiri kemudian dipilah menjadi 5 kategori yaitu: a) kategori memerintah, b) kategori meminta, c) kategori mengajak, d) kategori menasihati, dan e) kategori mengkritik. Sedangkan tipe melarang dipilah kedalam dua kategori yaitu kategori melarang dan kategori mencegah; dan 3) Perkembangan penerbitan TTD kaitannya dengan TTD menunjukkan bahwa untuk menyampaikan direktif anak menggunakan strategi kesantunan direktif sebagaimana teori Brown dan Levinson yaitu denganmenunjukkan pesimisme, ujaran berpagar, dan  meminimalkan paksaan. Pada usia 5 – 6 tahun selain tiga strategi tersebut, mulai muncul bentuk strategi penghormatan dan permintaan maaf. (RDH)