Judul: Wacana Humor Verbal Tulis Gus Dur: Kajian Sosisopragmatik

Penulis: Sudaryanto

Subjek: Pragmatik

Jenis: Tesis

Tahun: 2012

Abstrak

Masalah dalam penelitian ini adalah aneka konteks dan implikatur apa yang mendukung penciptaan humor verbal tulis Gus Dur dan penyimpangan aspek-aspek pragmatik apa yang terjadi dalam wacana humor verbal tulis Gus Dur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aneka konteks dan implikatur yang mendukung penciptaan wacana humor verbal tulis Gus Our, serta penyimpangan aspek-aspek pragmatik yang terjadi di dalamnya.

Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah buku Tawashow di Pesantren, Saya Nggak Mau Jadi Presiden, Kok..!, dan Ngakak bareng Gus Dur. Data yang dianalisis adalah semua peristiwa bahasa dalam tiga buku kumpulan humor Gus Our dalam bahasa Indonesia, yaitu Tawashow di Pesantren, Saya Nggak Mau Jadi Presiden, Kok..!, dan Ngakak bareng Gus Dur. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen utama penelitian dan data dikumpulkan dengan menggunakan teknik simak dan catat. Keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan validitas semantik dan reliabilitas melalui cara baca dan kaji ulang, serta ketekunan pengamatan, triangulasi, dan pengecekan ternan sejawat.

Analisis data penelitian ini dilakukan dengan menelaah dokumen resmi ekstemal meliputi berita-berita di media massa yang berkaitan dengan sosok Gus Dur dan karya-karya buku pernikiran Gus Dur. Penelitian ini menghasilkan temuan yang menunjukkan bahwa: 1) Aneka konteks dan implikatur yang mendukung penciptaan wacana humor verbal tulis Gus Dur meliputi konteks kebndayaan, konteks pertuturan, tujuan tuturan, topik pembicaraan, dan implikatur. Konteks kebudayaan meliputi ragam bahasa informal, dialek bahasa lokal, dan penggunaan bahasa asing. Konteks pertuturan meliputi penutur-lawan tutur, aspek lingkungan fisik dan sosial, dan latar belakang pengetahuan penutur dan lawan tutur. Tujuan tuturan meliputi media rekreatif, alat provokasi, sarana kritik, alat ekspresi diri, sarana iklan, pengasah otak, alat pelesetan, alat eksistensi diri, dan sarana motivasi. Topik pembicaraan meliputi topik politik, topik agama, topik hukum, topik ekonomi, topik kehidupan sosial dan masyarakat, topik budaya, topik sosok tokoh, topik pendidikan, dan topik pers/media massa; dan 2) Penyimpangan aspek-aspek pragrnatik dalam wacana humor verbal tulis Gus Dur meliputi penyirnpangan prinsip kerja sarna, prinsip kesopanan, dan parameter pragmatik. Penyimpangan prinsip kerja sarna meliputi penyimpangan maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan. Penyimpangan prinsip kesopanan meliputi penyimpangan maksim kebijaksanaan, maksim kemurahan, maksim penerimaan, maksim kerendahan hati, maksim kecocokan, dan maksim kesimpatian. Penyimpangan parameter pragmatic meliputi penyimpangan parameter jarak sosial, parameter status sosial, dan parameter kedudukan tindak ucap. (RDH)