Judul: Badai Laut Selatan Cerita Silat Karya Kho Ping Hoo: Pendekatan Struktural

Penulis: Zaenal Hakim

Subjek: Analisis Struktur Sastra

Jenis: Tesis

Tahun: 2003

Abstrak

Unsur cerita silat adalah kehadiran seorang pendekar yang menggunakan ilrnu silat, ciri utama cerita silat berisi tema hitam putih yang mengangkat kebenaran melawan kejahatan. Konflik dalam cerita silat adalah balas dendam. Penelitian ini difokuskan pada Badai Laut Selatan (BLS) karya Kho Ping Hoo. Masalah yang muncul dalam dari cerita silat BLS adalah 1) Bagaimanakah struktur alur dalam BLS, Apakah fungsi sebenamya dari susunan tersebut?; 2) motif dan ideologi apa yang tampak dan apa yang menjadi tema utama; dan 3) Apakah tokoh, latar, dan tema menampilkan budaya Jawa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur cerita silat BLS dan berupaya memberi makna terhadapnya. Setiap unsur strukturnya dianalisis. Sumber data penelitian ini diambil dari cerita silat BLS karya Kho Ping Hoo, penerbit Gema, Solo pada tahun 1969. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural, yaitu metode yang menganggap objek studinya sebagai suatu gabungan unsur yang berhubungan antara yang satu dengan yang lain. Analisis ditujukan terhadap sernua aspek struktur karya.

Analisis struktur ini untuk mendapatkan susunan teks. Analisis struktur cerita BLS mencakup; a) Urutan teks satuan isi cerita yang terdiri atas sorot balik dan pengulangan cerita; b) urutan peristiwa secara logis yang terdiri atas alur konflik pribadi dan alur konflik kerajaan; c) Waktu, cerita atau urutan kronologis; dan d) Waktu penceritaan. Selain struktur cerita, juga tokoh, latar, motif, tema, dan ideologi dianalisis. Dalam BLS terdapat tokoh figur masyarakat, tokoh utama, dan tokoh bawahan. Latar yang ada dalam cerita silat BLS cenderung terdiri atas latar material atau fisik (berupa Iingkungan alam geografis dan bentuk bangunan) dan Iingkungan sosial (berupa hasil kebudayaan, seperti agama, norma-norma, dan tata cara).

Motif dalam BLS berupa motif perbuatan (hukum karma, motif senjata, dan aji-aji) dan konsep (motif ilmu hitam dan motif ksatria). Tema dalam BLS rnencakup tema kegagahan, tema kebajikan, dan tema balas dendam. Balas dendam dalam BLS ini disebabkan oleh perkosaan, pengusiran, perlakuan tidak adil, perasaan terhina, pembunuhan terhadap anak buah, penculikan anak. Pembunuhan terhadap orang tua, dan penganiayaan. Teks BLS dapat dianalisis dengan metode struktural. Alur utama berisi kisah hidup suami istri yang membalas dendam kepada orang lain.

Alur kedua berisi pertentang kedua raja. Dalam sorot balik terjadi perulangan peristiwa. Unsur balas dendam dalam cerita silat dilakukan sebagai tanda bakti seorang murid terhadap gurunya. Namun dalam BLS, unsur balas dendam digunakan untuk memperlihatkan perjuangan mempertahankan harga diri. Ideologi hukum karma diyakini oleh para pelaku dalam BLS sebagai sangsi bagi orang yang melakukan perbuatan sewenang-wenang. (RDH)