Struktur Sastra Lisan Simeulue

Saifuddin Mahmud, Budiman Sulaiman, Nuriah T.A, dan A Murad E.Ajies

Penelitian ini mendeskripsikan struktur sastra lisan Simeulue terutama yang berbentuk prosa, yang meliputi mite, sage, legenda, dan fabel. Kajian yang dilakukan ditekankan pada tema, alur, penokohan, dan latar. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara. Wawancara dilakukan dengan informan sebagai nara sumber. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strutural yang merujuk pada beberapa ahli teori struktural, antara lain Esten (1987), Sudjiman (1988), Saad (1967), Tarigan (1984), dan Wellek dan Warren (1989).

Simpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, antara lain (1) genre cerita berkisar pada legenda, sage, dan fable, hal ini menunjukan bahwa mite atau mitos tidak ditemukan dalam masyarakat Simeulue; (2) tema yang ditemukan dalam cerita sastra lisan Simeulue secara umum dimaksudkan untuk memberikan pengajaran atau petuah kepada masyarakat; (3) tokoh yang dominan ditampilkan adalah tokoh manusia dan binatang dan penokohan ditampilkan secara analitik-dramatik; (4) dalam sastra lisan Simeulue alur yang dominan digunakan adalah alur maju; dan (5) latar yang ditampilkan adalah daerah Pulau Simeulue sedangkan latar waktu yang digunakan meliputi zaman dahulu dan sekarang.