Semangat Nasionalisme Dalam Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekaan

S. Amran Tasai, dkk

Penelitian ini mencoba mencari wujud semangat nasionalisme yang diungkapkan oleh penyair dalam sajak-sajaknya dan wacana yang digunakan oleh penyair dalam mewujudkan semangat nasionalismenya itu. Sajak-sajak yang diteliti difokuskan pada sajak-sajak sebelum kemerdekaan, yaitu antara tahun 1920 dan 1945. Teori yang digunakan untuk mendukung penelitian adalah teori yang dikemukakan oleh, antara lain, Waluyo (1991), Wellek dan Warren (1989), Nasution (1965), dan Stanton (1965).

Simpulannya adalah wujud nasionalisme penyair diperlihatkan dalam wujud pernyataan (1) cinta tanah air, (2) patriotisme, (3) pemujaan terhadap pahlawan, (4) Harapan kemerdekaan, (5) Kebanggaan akan bahasa nasional, dan (6) pengenangan kejayaan masa lalu. Wacana yang digunakan sebagai sarana pengungkap semangat nasionalisme itu berupa wacana (1) repetisi, (2) personifikasi, (3) perbandingan, (4) metafora, (5) alegori, (6) realis, (7) paradoks, (8) metonimi, (9) simile, (10) hiperbolisme, dan (11) verbalisme.