Humor Di Dalam Sastra Klasik Sulawesi Selatan

Mahmud, dkk.

Penelitian humor dalam sastra klasik Sulawesi Selatan ini membahas tema, alur, penokohan, dan amanat empat belas cerita. Selain menganalisis humor, penelitian ini juga menyajikan dasar pemunculan humor (humor yang dibangun atas dasar penyimpangan, distorsi, ketidaklogisan, kesalahpahaman tokoh, terbongkarnya sesuatu yang tersembunyi, dasar kecerdikan dan kelihaian, dan dasar perlawanan situasi sebelumnya), dan fungsi cerita humor (sebagai rekreasi, alat peringan beban, dan pembawa amanat).

Teori yang digunakan adalah strukturalisme yang dikembangkan oleh Renne Wellek dan Austin Waren (1990). Metode yang diterapkan adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka.

Hasil yang diperoleh adalah bahwa humor sangat mengakar dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan. Fungsi humor, selain sebagai sarana hiburan, juga sebagai sarana penyampai pesan atau amanat. Humor memiliki kaidahnya sendiri yang tidak sama dengan kaidah bidang budaya lain, sedangkan kedudukannya, sama pentingnya dengan kedudukan budaya lain.

Penelitian humor dalam sastra klasik Sulawesi Selatan ini membahas tema, alur, penokohan, dan amanat empat belas cerita. Selain menganalisis humor, penelitian ini juga menyajikan dasar pemunculan humor (humor yang dibangun atas dasar penyimpangan, distorsi, ketidaklogisan, kesalahpahaman tokoh, terbongkarnya sesuatu yang tersembunyi, dasar kecerdikan dan kelihaian, dan dasar perlawanan situasi sebelumnya), dan fungsi cerita humor (sebagai rekreasi, alat peringan beban, dan pembawa amanat).

Teori yang digunakan adalah strukturalisme yang dikembangkan oleh Renne Wellek dan Austin Waren (1990). Metode yang diterapkan adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. Hasil yang diperoleh adalah bahwa humor sangat mengakar dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan. Fungsi humor, selain sebagai sarana hiburan, juga sebagai sarana penyampai pesan atau amanat. Humor memiliki kaidahnya sendiri yang tidak sama dengan kaidah bidang budaya lain, sedangkan kedudukannya, sama pentingnya dengan kedudukan budaya lain.