Kakawin Usana Bali Mayantaka Carita: Suntingan Teks, Terjemahan, serta Telaah Bentuk Kakawin dan Konsep-Konsep Kepercayaan

I Nyoman Weda Kusuma

Usana Bali Mayantaka Carita (UBMC) merupakan naskah tua dibandingkan dengan naskah lainnya. UBMC ditulis oleh Nirartha pada awal abad ke-16 yang menceritakan ajaran pendeta Bali tentang pelaksanaan upacara untuk memuja ke hadapan Dewa Siwa dalam berbagai manifestasinya. Sebenarnya ada sepuluh naskah UBMC yang ditemukan, tetapi yang digunakan sebagai sumber data penelitian adalah teks UBMC naskah A milik Perpustakaan Lontar Fakultas Sastra, Universitas Udayana.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah menentukan bagaimana naskah UBMC dijadikan dasar penelitian membuat transliterasi, suntingan, dan terjemahan ke dalam bahasa Indonesia, bagaimana mengkaji unsur formal dan satuan naratif naskah, serta bagaimana menelaah konsep kepercayaan yang terkandung dalam naskah.

Tujuan penelitian ini adalah menentukan teks UBMC yang dijadikan dasar telaah, mentransliterasikan, menyajikan suntingan, menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia, serta menelaah bentuk, dan konsep kepercayaan yang ada dalam naskah tersebut.

Metode yang digunakan adalah metode landasan, yaitu memilih salah satu naskah yang unggul kualitasnya dengan membandingkan naskah lainnya. Naskah dibandingkan dengan mempertahankan bahasa, sejarah, dan keutuhan isinya. Penelitian dilakukan dengan kajian pustaka, inventarisasi, dan wawancara.

Dalam penelaahan bentuk UBMC ditemukan bentuk metrum yang berasal dari kesusastraan India (Sikharini, Sardulawikridita, Mredukomala, Aswalalita, Sragdhara, Wangsasta, Praharsini, Mattaraga, dan Swangsapatra), metrum asli Indonesia (Jagaddhita, Wibhrama, Kilayu Anedeng, Mretatodaka, Widyutkara, Turidagati, Utgata, dan Wisma/Rahitiga), dan metrum yang tidak diketahui asal dan namanya.

Dari 44 pupuh dalam UBMC ditemukan 25 pupuh yang tidak diketahui asal dan nama metrumnya. Konsep kepercayaan yang terkandung dalam karya UBMC mengenai keberadaan Dewa Siwa dengan berbagai nama ditemukan dari telaah fungsi tokoh cerita. Telaah konsep kepercayaan menunjukkan manifestasi Dewa Siwa sebagai dewa penguasa empat arah mata angin, mengukuhkan keberadaan roh yang menjiwai manusia yang tidak pernah mati dan roh yang menjiwai manusia akan bersatu dengan sumbernya, serta menunjukkan tata cara bertingkah laku dalam kehidupan di masyarakat, dan dalam melakukan pemujaan, dan penyatuan permohonan kesejahteraan lahir dan batin.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) UBMC mengandung konsep kepercayaan agama Hindu, (2) transliterasi UBMC berpedoman pada sistem penulisan aksara swalalita (aksara Bali yang digunakan untuk menulis bahasa Jawa Kuno dan Sansakerta), (3) Penyuntingan naskah A dan naskah lain sebagai pembanding dilakukan untuk menjelaskan keraguan naskah A, dan (4) terjemahan dilakukan berdasarkan kamus Old Javanese-English Dictionary (Zoetmulder).