• "Kalau tiada senapang, baik berjalan lapang."

    Artinya jika tidak bersenjata atau tidak bertenaga, sebaiknya mengalah.

  • "Untung bagaikan roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atas."

    Artinya keberuntungan atau nasib manusia tiada tetap, kadang di bawah dan kadang di atas.

  • "Makan hati berulam rasa."

    Artinya menderita karena perbuatan orang yang kita sayang.

  • "Menanti-nanti bagaikan bersuamikan raja."

    Artinya menantikan bantuan dari orang yang tidak dapat memberikan bantuan.

  • "Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan."

    Artinya perundingan yang baik jangan disia-siakan, tetapi hendaknya dipikirkan secara mendalam.

  • "Menghela lembu dengan tali, menghela manusia dengan kata."

    Artinya segala pekerjaan harus dilakukan menurut tata cara aturannya masing-masing.

  • "Terlalu aru berpelanting, kurang aru berpelanting."

    Artinya segala sesuatu yang berlebihan atau kurang akan berakibat kurang baik.

  • "Di mana kayu bengkok, di sana musang mengintai."

    Artinya orang yang sedang lengah mudah dimanfaatkan oleh musuhnya.

  • "Sehari selembar benar, setahun selembar kain."

    Artinya suatu pekerjaan yang dilakukan dengan keyakinan dan kesabaran akan membuahkan hasil yang baik.

  • "Jangan disesar gunung berlari, hilang kabut tampaklah dia."

    Artinya hal yang sudah pasti, kerjakanlah dengan sabar tidak perlu tergesa-gesa.