Bulan Bahasa dan Sastra

Puncak Acara Bulan Bahasa dan Sastra 2012

Tanggal: 
10/31/2012
Foto Banner: 
Foto atau Gambar: 

Badan Bahasa Menggelar Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2012

Tanggal: 
10/30/2012
Cuplikan: 
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggarakan Acara Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2012 di Gedung Samudra, Rawamangun, Jakarta (Selasa, 30 Oktober).
Isi Berita: 

Jakarta—Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggarakan Acara Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2012 di Gedung Samudra, Rawamangun, Jakarta (Selasa, 30 Oktober). Acara Puncak merupakan akhir  penyelenggaraan Bulan Bahasa dan Sastra 2012 yang telah berlangsung selama sebulan penuh, sepanjang Oktober. Tema yang diangkat adalah “Bahasa Indonesia Perekat Kerukunan Hidup Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara”.

Acara itu dihadiri oleh Kepala Badan Bahasa, pejabat Kemendikbud, pejabat Badan Bahasa, guru, mahasiswa, siswa, dan sastrawan. Dalam acara puncak itu dilakukan pengumuman pemenang lomba dan sayembara, penyerahan hadiah serta pemberian Penghargaan Badan Bahasa 2012 kepada sastrawan dan Penghargaan Sastra kepada pendidik (guru SD, SMP, SMP, dan SMA).

Dalam acara itu ditampilkan, antara lain, tarian “Puspa Wresti” yang dibawakan oleh Kadek Ridoi Rahayu dan I Gde Wahyu Adi Raditya (Duta Bahasa 2012 dari Bali), lagu “Rang Kayo Hitam” yang dibawakan oleh Dellon Kuswari (Duta Bahasa 2012 dari Jambi), dan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh SMAK 5 Penabur, Jakarta (Penampil Terbaik I Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SLTA Se-Jabodetabek). Yang mencuri perhatian adalah penampilan SMAN 6 yang berkolaborasi dengan SMAN 70 Jakarta. Mereka tampil kompak membawakan lima buah karya dalam musikalisasi puisi dengan tema “Jangan Menangis Tanah Airku”. Siswa kedua sekolah itu tampil dengan penuh rasa persahabatan.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Bahasa, Prof. Dr. Mahsun, M.S., menyatakan bahwa kondisi bahasa Indonesia pada saat ini, yang belum menjadi tuan di negeri sendiri, membuat Badan Bahasa sebagai satu-satunya institusi pemerintah yang membidangi masalah kebahasaan dan kesastraan secara rutin menyelenggarakan kegiatan bulan bahasa dan sastra dengan harapan bahasa Indonesia bisa menjadi tuan di negeri sendiri.

Tujuan Bulan Bahasa dan Sastra 2012 ialah menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat terhadap bahasa dan sastra Indonesia dalam rangka mempererat kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menuju masyarakat Indonesia yang berkarakter dan berdaya saing tinggi.

Bulan Bahasa dan Sastra tahun ini melibatkan siswa, mahasiswa, guru, sastrawan, masyarakat umum, dan orang asing (Lomba BIPA). Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi Penilaian Penggunaan Bahasa di Media Massa Cetak (Tingkat Nasional), Debat Bahasa Antarmahasiswa se-Jabodetabek dan Banten, Pemilihan Duta Bahasa (Tingkat Nasional), Sayembara Penulisan Proposal Penelitian Kebahasaan dan Kesastraan (Tingkat Nasional), Sayembara Penulisan Cerpen Remaja (Tingkat Nasional), Lomba Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Peserta BIPA (Tingkat Internasional), Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan  (Tingkat Nasional), Festival Musikalisasi Puisi bagi Siswa SLTA se-Jabodetabek dan Parade Mural Cinta Bahasa Indonesia.(an/lus)

 

 

 

                                                                                            

 

 

 

Gambar: 

Pengumuman Pemenang Lomba dan Sayembara serta Penghargaan Bahasa dan Sastra pada Acara Bulan Bahasa dan Sastra 2012

Tanggal: 
10/30/2012
Cuplikan: 
Daftar Nama Pemenang pada Acara Bulan Bahasa dan Sastra 2012 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Isi Berita: 

I. Pemenang Lomba dan Sayembara Bulan Bahasa dan Sastra 2012

   1. Sayembara Penulisan Cerita Pendek bagi Remaja  Tingkat Nasional

  a.  Pemenang I: Ambar Fidianingsih (Yogyakarta)

      Judul         :  “Matahari  Segitiga”

  b. Pemenang II: Ryan Azhari Rivadana ( Riau)

      Judul         :  “Bangku Kayu”

  c. Pemenang III: Suci Nurani Wulandari (Yogyakarta) 

      Judul          :   “Tetap Ada dan Tinggal”

  d. Pemenang Harapan I: Reny Roswita Nazar (Riau) 

      Judul         :  “Gadis Penjual Koran”

  e. Pemenang Harapan II: Beladiena Herdiani (Yogyakarta)

      Judul          : “Pengamen Bisu”

  f. Pemenang Harapan III: Tiara Padila (Kalimantan Barat)

      Judul            :  “Di Atas Kapuas”

 

    2. Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SLTA Se-Jabodetabek

        a. Penampil Terbaik I: Grup Musikalisasi Puisi SMAK 5 Penabur, Jakarta

        b. Penampil Terbaik II: Grup Musikalisasi Puisi SMA Korpri, Bekasi

        c. Penampil Terbaik III: Grup Musikalisasi Puisi SMA Negeri 6, Depok

        d. Penampil Terbaik IV: Grup Musikalisasi Puisi SMA Perguruan Advent 1, Jakarta

        e. Penampil Terbaik V: Grup Musikalisasi Puisi SMA Negeri 27, Jakarta

        f. Penampil Terbaik VI: Grup Musikalisasi Puisi SMA Negeri 115, Jakarta

 

    3. Debat Bahasa Antarmahasiswa Se-Jabodetabek dan Banten

a. Pemenang I: Program Studi Bahasa Indonesia, Universitas Indonesia

b. Pemenang II: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas 

                             Negeri Jakarta

                c. Pemenang III: Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Indraprasta PGRI

 d. Pemenang Harapan I: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,

                             Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

 e. Pemenang Harapan II: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 

                              Universitas Indraprasta PGRI

 f. Pemenang Harapan III: Program Studi Sastra Daerah untuk Sastra Jawa, Universitas

                               Indonesia

 

    4. Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan Tingkat Nasional

        a. Pemenang I: Drs. Sawali, M.Pd. (Kendal)

        b. Pemenang II: Bekti Patria Dwi Hastuti, S.S. (Madiun)

        c. Pemenang III: R. Kusdaryoko, S.Pd. (Banjarnegara)

        d. Pemenang Harapan I: Sabjan Badio (Yogyakarta)

        e. Pemenang Harapan II: Ferina Meliasanti (Subang)

        f. Pemenang Harapan III: Ahlul Hukmi (Riau)

 

5. Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasiona

      a. Pemenang I    : I Gede Wahyu Adi Raditya dan Kadek Ridoi Rahayu  (Bali)

      b. Pemenang II    : Afri Meldam dan Siska Amelia Maldin (Sumatra Barat)

      c. Pemenang III    : Hendry Rifa’i dan Dhian Kurniawati (DKI Jakarta)

      d. Pemenang Harapan I    : Panji Saputra dan Mita Devi Ayu Hafsari (Jawa Tengah)

      e. Pemenang Harapan II    : Fajar Santoso dan Erdin Juwita P. (Daerah Istimewa Yogyakarta)

       f. Pemenang Harapan III    : Dellon Kuswari dan Meila Rosianika (Jambi)

 

    6. Lomba Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Peserta BIPA

        a. Pemenang I    : Zhang Dongdong (China)

        b. Pemenang II    : Wei Yan (China)

        c. Pemenang III    : Ulviyya Khalilova (Azerbaijan)

 

    7. Sayembara Penulisan Proposal Penelitian Kebahasaan, Kesastraan, dan Pengajaran    

         bagi Mahasiswa Tingkat Nasional

        A. Kebahasaan

  1. Terbaik I : Novi Pamelasari (Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia)  Judul      :  “Kandungan Nilai Kearifan Lokal dalam Leksikon Batik       Trusmi          (Kajian  Etnolinguistik)”
  2. Terbaik II : Jaenudin (Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia)                     Judul       :  “Nama Perkakas Berbahan Bambu dalam Bahasa Sunda di Desa Prapatan, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang (Kajian Ekolinguistik)”
  3. Terbaik III : Nurul Purwaning Ayu (Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia)                                                                                                                         Judul     : “Konsep Hidup dan Mati dalam Leksikon Upacara Adat Khaul Buyut Tambi, Indramayu (Sebuah Kajian Etnolinguistik)”

      

            B. Kesastraan

a. Terbaik I :  Farhana Aulia (Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra  dan Seni, Universitas Sebelas Maret)                                                                                                         Judul       :  “Hikayat Qamaruzzaman: Suntingan Teks dan Analisi Sastra”

b. Terbaik II : Erlita Budi Antari (Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto)                   Judul       :  “Nasionalisme Ideal Anak pada Novel Anak Mimpi Sang Garuda karya Benny Rhamdani; King karya Iwok Abqari; dan Sebelas Patriot karya Andrea Hirata”

c. Terbaik III : Wahyu Awaludin (Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia)                                                                                                             Judul      :  “Gambaran Korupsi dan Perlawanan terhadapnya dalam Novel Indonesia Pascareformasi: Kepengarangan dan Analisis Struktural Novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye dan 86 karya Okky Madasari”

C. Pengajaran

a. Terbaik I : Selly Nurlaely Purnama Sari (Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia)                                                                                                                              Judul     : “Peranan Konsep Diri dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Jenjang Sekolah Dasar sebagai Upaya Sosialisasi Pendidikan Berkeadilan Gender: Analisis Wacana Kritis”

b. Terbaik II : Eka Retnaningsih (Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang)             Judul     :  “Peningkatan Keterampilan Menyimak Dongeng Menggunakan Media Audio dengan Strategi Membangkitkan Rasa Ingin Tahu pada Siswa Kelas VIIA, SMP Negeri 1 Winong, Kabupaten Pati”

c. Terbaik III : Eva Khofiyana (Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret)                          Judul      :  “Aspek Sosial dan Nilai-Nilai Pendidikan Novel Biografi Anak Sejuta         Bintang dan Sepatu Dahlan sebagai Bahan Ajar Membaca Biografi Berbasis Pendidikan Karakter (Tinjauan Sosiologi Sastra)”

II. Penghargaan Badan Bahasa Tahun 2012

    1.  Oka Rusmini (atas novelnya yang berjudul Tempurung)

    2.  Dewi Lestari (atas kumpulan cerita yang berjudul Madre)

    3.  Eka Budianta (atas buku puisi yang berjudul Langit Pilihan)

III. Penghargaan Sastra Untuk Pendidik Tahun 2012

     1. Mezra E. Pellondou, S.Pd., M.Hum.

        Guru SMA Negeri 1 Kupang

        Jalan Cak Doko No. 59, Kupang

     2. Tri Astoto, S.Pd., M.Pd.

         Guru SMP Negeri 10 Pare Pare

         Jalan Bau Massepe No. 474

          Sulawesi Selatan

     3. Triman Laksana

          Guru SD Negeri Pabelan 2

         Kalangan, Pabelan Mungkid

         Magelang,  Jawa Tengah

IV. Penilaian Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa Cetak Tingkat Nasional

      a. Peringkat 1    :  Kompas (Jakarta)

      b. Peringkat 2    :  Media Indonesia (Jakarta)

      c. Peringkat 3    :  Seputar Indonesia (Jakarta)

      d. Peringkat 4    :  Koran Tempo (Jakarta)

      e. Peringkat 5    :  Indopos (Jakarta)

      f. Peringkat 6    :  Kontan (Jakarta)

      g. Peringkat 7    :  Pikiran Rakyat (Bandung)

      h. Peringkat 8    :  Warta Kota (Jakarta)

      i. Peringkat 9    :  Top Skor (Jakarta)

      j. Peringkat 10  :  Rakyat Bengkulu (Bengkulu)

 

                                                                                         Jakarta, 30 Oktober 2012

 

 

                                                                                         Dr. Fairul Zabadi

                                                                                         Ketua Bulan Bahasa dan Sastra 2012

Gambar: 

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Menyelenggarakan Rapat Kerja Bersama SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta

Tanggal: 
10/16/2012
Cuplikan: 
Jakarta—Untuk menindaklanjuti rencana Pemerintah dalam meningkatkan kebersamaan dan solidaritas antarsiswa di DKI Jakarta, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Sekolah SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta sepakat untuk melakukan kegiatan dalam rangka penguatan solidaritas.
Isi Berita: 

Jakarta—Untuk menindaklanjuti rencana Pemerintah dalam meningkatkan kebersamaan dan solidaritas antarsiswa di DKI Jakarta, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Sekolah SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta sepakat untuk melakukan kegiatan dalam rangka penguatan solidaritas.

Rencana tersebut diawali dengan rapat kerja yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kepala Badan Bahasa pada hari Selasa, 16 Oktober 2012. Hadir dalam rapat tersebut adalah Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Sekretaris Badan Bahasa, Kepala Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan, Kepala Bidang Pembelajaran, serta Kepala Sekolah SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta beserta wakilnya.

Dalam rapat itu diputuskan bahwa kegiatan jangka pendek yang  akan  dilakukan  untuk penguatan solidaritas adalah  bengkel sastra, baca puisi, dan teater. Kegiatan tersebut  akan ditampilkan dalam acara puncak  Bulan Bahasa dan Sastra 2012.

Selain itu, juga akan dilakukan pertemuan rutin antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dengan SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta. (nv/lus)

 

 

Gambar: 

Bulan Bahasa dan Sastra 2012

URL: 
http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/berita/1273/Bulan%20Bahasa%20dan%20Sastra%202012
Display
Main Slideshow: 
Tidak
Second Slideshow: 
Tidak
Urutan: 
9

Bulan Bahasa dan Sastra 2012

Tanggal: 
10/03/2012
Cuplikan: 
Tantangan kehidupan global yang kita hadapi saat ini mengharuskan kita untuk lebih memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Penguat­an kerukunan ini menjadi suatu keharusan agar bangsa Indonesia dapat tetap bersatu dan eksis di tengah-tengah derasnya arus kehidupan dan budaya global.
Isi Berita: 

Latar Belakang

Tantangan kehidupan global yang kita hadapi saat ini mengharuskan kita untuk lebih memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Penguat­an kerukunan ini menjadi suatu keharusan agar bangsa Indonesia dapat tetap bersatu dan eksis di tengah-tengah derasnya arus kehidupan dan budaya global. Bangsa yang hidup rukun tidak saja bangsa yang mampu memperlihat­kan jati diri dan kepribadian yang kuat, tetapi juga penuh tanggung jawab, jujur, disiplin, berkualitas, dan mem­punyai kompetensi yang tinggi.

Terkait dengan hal tersebut, bahasa Indonesia—termasuk sastra di dalamnya—memegang peranan yang amat penting dalam membentuk kerukunan hidup ber­masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mencintai bahasa Indonesia berarti juga mencintai bangsa Indonesia karena bahasa pada hakikatnya bahasa merupakan simbol iden­ti­tas bangsa yang juga dapat mencerminkan karakter bang­sa. Karakter yang bertumpu pada kecintaan dan kebangga­an terhadap bahasa dan bangsa seperti itu pada dasarnya juga merupakan refleksi dari kecintaan dan kebanggaan ter­ha­dap Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pilarnya.

Bahasa juga menunjukkan bangsa. Ungkapan itu ju­ga berarti bahwa bahasa menunjukkan jati diri yang di­harap­kan dapat mempersatukan penuturnya dalam wujud ke­hidup­­an yang rukun dan damai, baik dalam hidup ber­masya­rakat, berbangsa, maupun bernegara. Pada sisi lain, karya sastra juga mengandung nilai-nilai kearifan yang mam­pu memperhalus akal budi dan mempertajam etika dan daya estetika. Nilai-nilai yang ada dalam karya sastra itu dapat menjadi patokan dan dasar dalam menciptakan ke­rukunan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan ber­negara. Oleh karena itu, kemampuan mengapresiasi karya sastra juga berperan penting dalam membangun manusia yang berbudi luhur, bertenggang rasa, dan arif dalam mengatasi persoalan dan tantangan zaman.

Tema

Sejalan dengan latar belakang tersebut, kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2012 dilaksanakan dengan me­ngu­sung tema “Bahasa Indonesia Perekat Kerukunan Hidup Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara”.

Tujuan

Untuk mewujudkan tema tersebut, kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2012 bertujuan menumbuhkembangkan ke­cinta­an masyarakat terhadap bahasa dan sastra Indonesia dalam rangka mempererat kerukunan hidup ber­masyarakat, ber­bangsa, dan bernegara menuju masyarakat Indonesia yang berkarakter dan berdaya saing tinggi.

Kegiatan

Selaras dengan tujuan Bulan Bahasa dan Sastra 2012, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyeleng­gara­kan sepuluh kegiatan berikut.

  1. Pemberian Penghargaan Adibahasa

Adibahasa merupakan penghargaan yang diberikan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa ter­­hadap pemerintah provinsi yang menunjukkan ke­sung­­guhan­nya dalam pengutamaan penggunaan bahasa Indonesia di tempat-tempat umum dan di da­lam ranah ke­dinasan. Proses penilaiannya akan dilaku­kan oleh pa­nitia khusus terhadap (1) peng­gunaan ba­hasa di tem­pat-tempat umum, (2) peng­gunaan bahasa Indonesia di dalam tata naskah dinas, (3) keaktifan pemerintah provinsi dalam mendukung kegiatan ke­bahasaan dan kesastraan di wilayah masing-masing, dan (4) keter­se­dia­an peraturan per­undang-undangan pada tingkat pro­vinsi yang terkait dengan pengaturan masalah ke­ba­hasaan dan kesas­tra­an di wilayahnya masing-masing.

  1. Penilaian Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa Cetak (Tingkat Nasional)

Media massa sering dijadikan sebagai barometer da­lam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh masyarakat. Namun, pada kenyataannya belum se­luruh media massa dapat dijadikan sebagai contoh dalam penggunaan bahasa Indonesia. Oleh ka­rena itu, guna mendorong peningkatan mutu peng­gunaan baha­sa Indonesia di media massa, khu­sus­nya media massa cetak, akan dilakukan penilaian terhadap penggunaan bahasa Indonesia di media massa cetak. Penilaian itu ju­ga dilakukan untuk memperoleh pemeringkatan me­dia massa cetak yang menggunakan bahasa Indonesia terbaik.

  1. Debat Bahasa Antarmahasiswa

Di tengah-tengah munculnya berbagai persoalan yang di­hadapi dalam kehidupan global ini, mahasiswa diajak untuk ikut memikirkan persoalan kebahasaan dan ke­sastraan yang terjadi akhir-akhir ini. Terkait dengan itu, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengasah ke­mahir­an ber­bahasa para mahasiswa dalam menge­mu­ka­kan pen­dapat secara kritis dan argumentatif. Se­jalan dengan itu, kegiatan debat bahasa antarmaha­siswa ini juga me­­­rupa­kan ajang bagi para mahasiswa untuk ber­adu argumentasi persoalan kebahasaan dan kesastra­an yang dihadapi saat ini.

  1. Pemilihan Duta Bahasa (Tingkat Nasional)

Peran para pemuda dalam membangun semangat dan konsep kebangsaan telah terbukti nyata sejak dicetus­kan­nya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Semangat dan ketokohan para pemuda itu harus tetap diper­tahan­kan, diperkuat, dan diteruskan kepada generasi mu­­­da masa kini agar semangat kebangsaan itu terus mem­­­­­bara di dada para pemuda Indonesia. Oleh ka­re­na itu, kegiatan duta bahasa dilaksanakan sebagai upaya me­libatkan para pemuda dalam menjaga dan me­­nye­bar­luaskan semangat kebangsaan melalui baha­sa. Di samping itu, kegiatan ini juga dimaksudkan un­tuk me­milih pemuda-pemudi Indonesia yang memiliki ke­mahir­an dalam berbahasa Indonesia dan sikap serta perilakunya dapat dijadikan sebagai teladan.

  1. Parade Mural Cinta Bahasa Indonesia

Di perkotaan cukup banyak ruang publik, seperti tiang-tiang jembatan layang, yang dibiarkan kosong. Ruang seperti itu tidak jarang dimanfaatkan sebagai ajang corat-coret yang kontraproduktif oleh orang-orang yang suka iseng. Padahal, ruang seperti itu dapat di­man­faatkan secara baik untuk mengingatkan kembali perlu­nya mencintai bahasa Indonesia, bahasa ke­bang­sa­an kita. Terkait dengan itu, Badan Bahasa me­nga­jak berbagai pihak untuk mengisi ruang-ruang ko­song itu dengan grafiti kebahasaan atau mural yang berisi im­bau­an atau ajakan untuk mencintai bahasa Indonesia dengan kata-kata bijak.

  1. Sayembara Penulisan Proposal Penelitian Kebahasa­an dan Kesastraan (Tingkat Nasional)

Para mahasiswa S-1 pada umumnya mempunyai ke­wajiban menulis karya ilmiah yang berupa skripsi un­tuk mengakhiri masa studinya. Terkait dengan itu, un­tuk mem­­bantu para mahasiswa dalam menyelesaikan skrip­si­nya, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyelenggarakan sayembara Penulisan Pro­po­sal Penelitian Kebahasaan dan Kesastraan tingkat nasional bagi para mahasiswa S-1. Peserta yang pro­posal penelitiannya terpilih sebagai pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang sebagai bantuan biaya penelitian.

  1. Sayembara Penulisan Cerpen Remaja (Tingkat Nasional)

Untuk menggairahkan kehidupan sastra yang ber­tema­kan kehidupan remaja serta meningkatkan ke­giatan penulisan kreatif di kalangan remaja, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyeleng­gara­kan sayembara Penulisan Cerpen Remaja tingkat nasional. Pesertanya adalah para remaja di seluruh Indonesia. Adapun penilaiannya akan dilakukan secara berjenjang. Untuk tingkat provinsi, di luar DKI Jakarta, penilaian akan dilakukan di balai/kantor bahasa pro­vinsi masing-masing, sedangkan untuk Provinsi DKI Jakarta, penilaian dilakukan di Badan Bahasa. Pering­kat sepuluh terbesar dari setiap provinsi akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti seleksi tingkat nasional.

  1. Lomba Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Pe­ser­ta BIPA (Tingkat Internasional)

Akhir-akhir ini bahasa Indonesia tidak hanya dipelajari oleh warga negara Indonesia, tetapi telah dipelajari pula oleh warga negara asing. Para pelajar asing tersebut perlu diberi forum agar dapat mempraktik­kan kemampuan mereka dalam berbahasa Indonesia. Untuk itu, Lomba Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Peserta BIPA (bahasa Indonesia bagi penutur asing) diselenggarakan. Tujuannya adalah untuk mem­beri­kan peluang bagi para pembelajar BIPA untuk menunjukkan kemampuannya dalam berbahasa Indonesia.

  1. Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan (Tingkat Nasional)

Dalam perkembangan teknologi informasi saat ini, blog berhasil merebut perhatian masyarakat dan men­jadi tren yang sangat digemari, terutama di ka­lang­an pengguna internet. Atas dasar itu, kegiatan ini dise­leng­garakan dengan maksud untuk memberikan peng­hargaan kepada pembuat blog kebahasaan dan kesas­tra­an yang bernilai unggul, baik dari sisi artistik, infor­matika, maupun kemanfaatan isi yang termuat di dalam blog tersebut.

  1. Festival Musikalisasi Puisi bagi Siswa SLTA se-Jabodetabek

Musikalisasi puisi merupakan salah satu bentuk apre­siasi puisi melalui musik. Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap sastra. Setiap tahun penyeleng­garaan kegiatan ini selalu banyak peminat. Oleh ka­rena itu, kegiatan seperti itu diselenggarakan lagi ta­hun ini dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2012. Pada tahun ini pesertanya dibatasi pada siswa SLTA, termasuk Madrasah Aliyah dan SMK, se-Jabodetabek.

Puncak Acara

Puncak acara Bulan Bahasa dan Sastra 2012 akan dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2012. Dalam acara tersebut akan dilaksanakan, antara lain, pengumuman hasil kegiatan, pementasan seni budaya, serta persembahan karya kreatif kebahasaan dan kesastraan.

Informasi Lengkap

Informasi lebih lanjut secara lengkap dari setiap kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2012 selain dapat dibaca di dalam edaran khusus, juga dapat diperoleh balai/kantor bahasa terdekat atau melalui alamat panitia berikut.

Alamat Panitia

Panitia Bulan Bahasa dan Sastra 2012

Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta 13220, Telepon (021) 4896558, 4706287, 4706288, 4750406, Faksimile (021) 4750407.

Laman: www.badanbahasa.kemdikbud.go.id

Gambar: 

Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan Bulan Bahasa dan Sastra 2012

Tanggal: 
10/01/2012
Cuplikan: 
Pada bulan Oktober 2012 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyelenggarakan Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2012. Salah satu kegiatannya ialah Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan 2012
Isi Berita: 

Pada bulan Oktober 2012 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyelenggarakan  Bulan Bahasa dan Sastra  Tahun 2012. Salah satu kegiatannya ialah Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan 2012. Kegiatan itu dapat diikuti oleh masyarakat umum, baik yang berminat pada bidang bahasa maupun sastra. Informasi selengkapnya mengenai lomba tersebut  dapat dilihat melalui tautan di bawah ini.

Gambar: 
Lampiran: 

Lomba BIPA 2012

URL: 
http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/berita/1268/Lomba%20Keterampilan%20Berbahasa%20Indonesia%20bagi%20Peserta%20BIPA,%20Bulan%20Bahasa%20dan%20Sastra%202012
Display
Main Slideshow: 
Tidak
Second Slideshow: 
Tidak
Urutan: 
8

Lomba Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Peserta BIPA Bulan Bahasa dan Sastra 2012

Tanggal: 
09/25/2012
Cuplikan: 
Dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2012, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyelenggarakan berbagai kegiatan. Salah satu kigiatannya ialah Lomba Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Isi Berita: 

Pada bulan Oktober 2012 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyelenggarakan  Bulan Bahasa dan Sastra  Tahun 2012. Salah satu kegiatannya ialah Lomba Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kegiatan itu dapat diikuti oleh peserta BIPA yang tersebar di lembaga pengajaran BIPA, baik yang ada di Indonesia maupun yang ada di luar Indonesia,. Informasi selengkapnya mengenai lomba tersebut  dapat dilihat melalui tautan di bawah ini.

 

 

Gambar: 

Bulan Bahasa dan Sastra 2011

Tanggal: 
03/14/2012
Syndicate content