Bulan Bahasa dan Sastra

Sambut Bulan Sastra, Gemasastrin Unsyiah Laksanakan AKAS

Tanggal: 
04/28/2016
Cuplikan: 
Dalam rangka mendukung pembinaan mental dan karakter generasi muda, Gelanggang Mahasiswa Sastra Indonesia (Gemasastrin) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah menyelenggarakan Ajang Kreativitas Aneuk Sastra (AKAS). Acara itu berlangsung sejak Senin-Kamis, 25-28 April 2016 di Gedung FKIP Universitas Syiah Kuala.
Isi Berita: 

BANDA ACEH - Dalam rangka mendukung pembinaan mental dan karakter generasi muda, Gelanggang Mahasiswa Sastra Indonesia (Gemasastrin) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah menyelenggarakan Ajang Kreativitas Aneuk Sastra (AKAS). Acara itu berlangsung sejak Senin-Kamis, pada tanggal 25-28 April 2016 di Gedung FKIP Universitas Syiah Kuala. Ketua Panitia Pelaksana, Ramonalisa yang ditemui dilokasi acara menyebutkan rangkaian AKAS dilaksanakan sebagai bentuk kegiatan pada peringatan Bulan Sastra yang jatuh pada 28 April, hal itu bertepatan dengan tanggal meninggalnya tokoh sastrawan Indonesia, Khairil Anwar. "Ini tahun pertama diadakan oleh Gemasastrin. Dengan adanya AKAS ini kami berharap dapat meningkatkan kreatifivas mahasiswa dalam berkarya," ujar mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Unsyiah ini.  

Beberapa kegiatan besar sebagai bagian dari AKAS, diantaranya; Expo, bazar buku, pameran karya keluarga besar Gemasastrin, lomba baca cerpen dan puisi, lomba bercerita tingkat SD, dialog sastra bersama Riki Syah R, Rahmatsyah dan Nanda Muliana yang baru saja menerbitkan novel. Lalu ada pemutaran film biografi Sastrawan Indonesia, WS Rendra, H.B Jassin, Pramoedya Ananta Toer. Pembina Gemasastrin, Herman RN rangkaian acara dilakukan dengan penuh persiapan oleh panitia. Ia menyebutkan acara seperti tidak hanya dilakukan sekali saja. "Saya sangat mengapreasisasi dengan kegiatan ini, langkah awal sesuatu yang luarbiasa. Harapan kita, bukan hanya di Bulan Sastra saja, acara-acara kegiatan kreativitas lain akan dilakukan juga oleh Gemasastrin dan himpunan mahasiswa lainnya. Kerja-kerja bisa terbangun secara solid oleh pengurus,” ujar Herman RN yang juga dosen tetap di kampus tersebut. Ia mengajak bagi peminat dan mencintai dunia sastra, ajang ini merupakan kesempatan bagus untuk berkunjung ke acara tersebut di Gedung FKIP Universitas Syiah Kuala, yang akan ditutup pada hari Kamis, 28 April 2016. Herman menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung, kegiatan itu terlaksana berkat dukungan Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dekan FKIP, Dinas Pendidikan Aceh, Sekolah Menulis Do Karim dan semua pihak yang telah membantu acara itu. AKAS itu dibuka dengan resmi oleh Dekan FKIP Unsyiah, Dr. Djufri, M. Si (Muhadzdzier M. Salda/Kontributor Aceh)

Gambar: 

Penilaian Penampilan Peserta Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional Tahun 2015

Tanggal: 
10/29/2015
Cuplikan: 
Dalam rangka meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap sastra, khususnya puisi, Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional.
Isi Berita: 

Jakarta— Dalam rangka meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap sastra, khususnya puisi, Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional, yang dilaksanakan pada tanggal 28--31 Oktober 2015, di Hotel Ciputra, Jakarta.

Kegiatan Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional merupakan salah satu sarana pengembangan kreativitas remaja dan ajang pertukaran budaya melalui puisi dan musik. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mengembangkan rasa kesatuan dan persatuan serta menambah wawasan budaya bagi para pelajar yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Dalam kegiatan musikalisasi tersebut, diharapkan nantinya kekayaan tradisi bermusik (musik tradisional) dan tradisi bersastra di daerah dapat dipadukan dalam suatu bentuk yaitu musikalisasi puisi. Kolaborasi antara musik etnik dan makna puisi dalam wujud musikalisasi puisi diharapkan dapat memberi warna bagi model apresiasi sastra dan corak musik unik dan khas dalam dunia seni musik.

Pada hari kedua kegiatan tersebut, ke 28 tim peserta mulai memberikan penampilan terbaik mereka untuk dinilai oleh tim penilai yang terdiri atas lima orang juri, antara lain Embie C. Noer (penata musik untuk teater, film, dan televisi), Jose Rizal Manua (seniman teater, pujangga, dan pendiri teater Tanah Air),  Acep Zamzam Noor (penyair, pelukis), Ari Malibu (penyanyi), dan Ine Febrianty (aktris film dan bintang sinetron).

Untuk kemudahan dan kelancaran kegiatan tersebut, panitia memberikan jadwal penampilan sesuai dengan nomor undian yang telah didapatkan pada hari pertama, yaitu untuk tim peserta dengan nomor undian 1—9 dijadwalkan untuk tampil pada hari Kamis, pukul 08.30—12.00 WIB, kemudian untuk tim peserta dengan nomor undian 10—17 dijadwalkan untuk tampil pada hari Kamis, pukul 13.30—17.00 WIB, dan tim peserta dengan nomor undian 18—22 dijadwalkan untuk tampil pada hari Kamis, pukul 19.00—21.00 WIB, dan tim peserta dengan nomor undian 23—28 dijadwalkan untuk tampil pada hari Jumat pukul 08.30—11.00 WIB.

Dalam kegiatan itu dilakukan penilaian terhadap penampilan seluruh peserta oleh tim juri, untuk menentukan enam penampil terbaik. Adapun kriteria penilaian meliputi penafsiran/interpretasi dan penghayatan, harmoni kepaduan, vokal, dan penyajian (teknik dan kelompok). Dalam penyajiannya tiap tim mendapatkan jatah waktu selama 20 menit. (Nav)

Gambar: 

Berita

URL: 
http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/berita/1833/Badan%20Bahasa%20Mengadakan%20Upacara%20Hari%20Sumpah%20Pemuda%202015
Display
Main Slideshow: 
Tidak
Second Slideshow: 
Tidak
Urutan: 
6

Badan Bahasa Mengadakan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2015

Tanggal: 
10/28/2015
Cuplikan: 
Dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda, Rabu, 28 Oktober 2015, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) mengadakan upacara bendera di halaman kantor Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK), Sentul, Jawa Barat.
Isi Berita: 

Sentul—Dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda, Rabu, 28 Oktober 2015, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) mengadakan upacara bendera di halaman kantor Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK), Sentul, Jawa Barat. Upacara itu dipimpin oleh Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan, Dr. Sugiyono.

Dalam upacara itu, Sugiyono membacakan sambutan dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, yang bertema “Revolusi Mental untuk Kebangkitan Pemuda Menuju Aksi “Satu untuk Bumi”.

Melalui Revolusi Mental Pemuda diharapkan lahir generasi muda Indonesia yang tangguh, berkarakter, mandiri dan rela berjuang untuk kepentingan bangsa dan negaranya. Rela berkorban menanggalkan ego sukunya, ego agamanya, ego kedaerahannya, ego kelompoknya dan ego pribadinya demi kepentingan yang lebih besar yaitu Indonesia, seperti yang pernah dilakukan oleh para pemuda pendahulu kita.

Selain diikuti oleh karyawan dan pejabat di lingkungan Badan Bahasa, upacara itu juga diikuti oleh 52 orang Finalis Duta Bahasa Tingkat Nasional 2015 dari 26 provinsi.  (an)

Gambar: 

Duta Bahasa: Melahirkan Generasi Muda yang Siap Menerjemahkan dan Menyelaraskan Cita-Cita Pemuda Angkatan 1928

Tanggal: 
10/27/2015
Cuplikan: 
“Generasi muda harus berpikir kreatif dan ke luar dari kotak (out of the box) dan selalu memanfaatkan momen, “ ungkap Putri Indonesia 2008, Zivanna Lestisha.
Isi Berita: 

Jakarta—“Generasi muda harus berpikir kreatif dan ke luar dari kotak (out of the box) dan selalu memanfaatkan momen, “ ungkap Putri Indonesia 2008, Zivanna Lestisha. Hal itu disampaikan pada saat berbagi pengalaman dalam pembekalan materi Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2015, di Hotel Ciputra, Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2015.

Lebih lanjut, Zivanna menyampaikan bahwa menyambut Hari Sumpah Pemuda, inilah waktunya, kita sebagai pemuda Indonesia untuk bisa mengetahui arah tujuan kita mau ke mana, tidak hanya banyak protes mengenai kondisi bangsa tanpa mengetahui arah kita sendiri mau ke mana, tetapi dimulai dari diri sendiri dengan menemukan dahulu kesukaan terhadap suatu bidang.    

Sementara itu, Kepala Pusat Pembinaan, Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim, M.S., berharap duta bahasa sebagai generasi muda dapat menjadi penggerak penggunaan bahasa Indonesia yang cermat, apik dan santun kepada lingkungan di sekitarnya dan mempromosikan gerakan literasi melalui forum literasi atau rumah baca. Selain itu, duta bahasa sebagai seorang multi-bahasawan yang bisa dan biasa menggunakan lebih dari satu bahasa juga harus cerdas dalam menggunakan bahasa asing.

Selanjutnya, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan, Dr. Sugiyono, saat memberikan paparannya menekankan bahwa, “Duta bahasa tidak ada menang dan tidak menang, semuanya duta bahasa, karena kita (Badan Bahasa) menginginkan terbentuknya komunitas untuk melawan gerakan yang mengingkari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928  bahwa bahasa Indonesia itu bahasa yang dicetuskan pemuda sebagai bahasa persatuan, “ tegas Sugiyono.

Bukti nyata peran pemuda dalam membangun konsep kebangsaan Indonesia tecermin dalam ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Kesadaran pemuda pada masa itu terhadap pentingnya menempatkan bahasa Indonesia sebagai perekat bangsa merupakan wawasan yang sangat bermasa depan. Alhasil, bangsa Indonesia kini dapat menikmati sebuah negara kesatuan yang berdaulat sehingga dapat duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan bangsa- bangsa lain.

Semangat, idealisme, dan kepeloporan pemuda Indonesia pada masa sebelum kemerdekaan itu patut diteladani oleh generasi penerus masa kini guna senantiasa memupuk jati diri keindonesiaan. Di tengah tantangan pergaulan antarbangsa yang kian bebas tanpa sekat, keanekaragaman suku bangsa serta budaya dan bahasa daerah justru seharusnya dapat menjadi modal untuk memperkuat jati diri bangsa. Namun, bangsa Indonesia masa kini cenderung abai terhadap modal kekuatan identitasnya sendiri. Dampak globalisasi dan otonomi daerah menimbulkan gejala yang ekstrem dalam kehidupan masyarakat: pada satu sisi lebih membanggakan bahasa dan budaya asing, sedangkan pada sisi lain terlalu mengedepankan identitas kedaerahan.

Untuk mendayagunakan modal kekuatan jati diri keindonesiaan guna menjawab tantangan era global, diperlukan generasi yang mampu menjernihkan dan menyeimbangkan kedua cara pandang yang sempit itu. Oleh karena itu, diperlukan barisan generasi muda yang cakap dan tangguh untuk mengawal dan memperkuat jati diri bangsa dengan modal kekuatan bahasa dan sastra Indonesia dan daerah. Pada saat yang sama, diperlukan pula pemuda-pemudi Indonesia yang sanggup memanfaatkan bahasa asing strategis sebagai sarana meningkatkan daya saing bangsa dalam pergaulan internasional.

Berlandaskan pada pemikiran tersebut, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sejak tahun 2006 menyelenggarakan kegiatan Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan misi untuk senantiasa melahirkan generasi muda yang siap menerjemahkan dan menyelaraskan cita-cita pemuda Angkatan 1928 dalam tindakan nyata sesuai dengan dinamika perkembangan zaman. (an/mla)

Gambar: 

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Menyelenggarakan Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional Tahun 2015

Tanggal: 
10/28/2015
Cuplikan: 
“Musikalisasi puisi merupakan sajak yang dimerdusuarakan atau sajak yang dimelodikan, sajak yang awalnya hanya dituturkan atau diutarakan saja kemudian dikuatkan dan diestetikakan dengan menggunakan instrumen-instrumen yang terlihat begitu sederhana namun begitu menggugah hati kita ketika para penampil menyajikan atau memainkan pertunjukkannya”.
Isi Berita: 

Jakarta— “Musikalisasi puisi merupakan sajak yang dimerdusuarakan atau sajak yang dimelodikan, sajak yang awalnya hanya dituturkan atau diutarakan saja kemudian dikuatkan dan diestetikakan dengan menggunakan instrumen-instrumen yang terlihat begitu sederhana namun begitu menggugah hati kita ketika para penampil menyajikan atau memainkan pertunjukkannya”.  Hal tersebut  dikemukakan oleh Prof. Gufron Ali Ibrahim, M.S., Kepala Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, dalam sambutannya pada acara pembukaan Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional, yang diselenggarakan pada hari, Rabu, 28 Oktober 2015, di Hotel Ciputra, Jakarta.

Kegiatan Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional merupakan salah satu sarana pengembangan kreativitas remaja dan ajang pertukaran budaya melalui puisi dan musik. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mengembangkan rasa kesatuan dan persatuan serta menambah wawasan budaya bagi para pelajar yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Gufron Ali mengatakan bahwa untuk kegiatan festival musikalisasi puisi pada tahun yang akan datang disarankan untuk menampilkan sajak-sajak yang bertema  lingkungan, bertema kemajemukan, dan bertema kebangsaan. “Hal itu menjadi penting, karena saya kira pengalaman asap yang terjadi di beberapa provinsi di seluruh Indonesia menggugah saya, apakah itu juga berkaitan dengan tumpulnya kecerdasan ekologis kita yaitu tumpulnya kemampuan kita untuk beradaptasi untuk belajar dari pengalaman dan secara efektif dengan lingkungan” tambahnya.

Gurfon Ali menambahkan, berkaitan dengan yang terjadi di Indonesia, apa yang kurang dari pendidikan kita di Indonesia, mungkin memang kita miskin batin, maka dengan musikalisasi puisi diharapkan dapat menjadi suatu alat pencerah yang menggetar hati jiwa kita agar kita tidak rakus, agar kita tidak pongah mengolah lingkungan kita. “Ada seorang ahli mengatakan kita orang Indonesia ini memiliki ingatan kolektif yang pendek. Asap yang terjadi di beberapa daerah di negeri ini terjadi berulang-ulang pada tiap tahunnya, tahun kemarin, dua tahun yang lalu, tiga tahun yang lalu, saya kira sastra, sajak khususnya perlu mendorong dalam menggetarkan hati jiwa kita agar kita juga menjaga dan merawat lingkungan kita terutama merawat kemajemukan di lingkungan kita” tambahnya.

Beliau menjelaskan bawah rencananya pada tahun 2016 Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan mencanangkan beberapa program baru, antara lain Gerakan Literasi Bangsa, Penguasaan Bahasa Indonesia di Daerah Perbatasan, dan Pementasan Musikalisasi Puisi di Daerah Perbatasan yang direncanakan untuk di empat daerah perbatasan. “Selamat kepada seluruh teman peserta kegiatan musikalisasi puisi, diharapkan musikalisasi puisi ini tidak hanya berhenti pada titik mengestetikakan sajak saja, tidak hanya untuk berkarya seni saja, namun dapat berfungsi untuk mencerahkan, menjadi pencerah kepada orang-orang yang mendengarkan, yang mengikat hati batin mereka dan kita semua, agar kita menjadi bangsa yang mulia yang memuliakan sesama” tegasnya.

Tim penilai kegiatan tersebut terdiri atas lima orang juri, antara lain Embie C. Noer (penata musik untuk teater, film, dan televisi), Jose Rizal Manua (seniman teater, pujangga, dan pendiri teater Tanah Air),  Acep Zamzam Noor (penyair, pelukis), Ari Malibu (penyanyi, pemain musikalisasi puisi), dan Ine Febrianty (aktris film dan bintang sinetron).

Sementara itu, Dr. Fairul Zabadi, Kepala Bidang Pembelajaran, yang sekaligus sebagai Ketua Panitia Kegiatan tersebut dalam laporan pertanggung jawabannya menerangkan bahwa kegiatan musikalisasi di tahun 2015 ini sangat istimewa, hal itu dikarenakan jumlah peserta telah mencapai rekor. Selama ini jumlah peserta musikalisasi puisi tingkat nasional pada tahun sebelumnya diikuti oleh 18 sampai 19 tim dari Provinsi di seluruh Indonesia, namun Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional tahun 2015 kini diikuti oleh 28 tim dari Provinsi di seluruh Indonesia. Antara lain:

  1. Provinsi Lampung
  2. Provinsi Riau
  3. Provinsi Sulawesi Tenggara
  4. Provinsi DKI Jakarta
  5. Provinsi Sumatera Barat
  6. Provinsi Nusa Tenggara Timur
  7. Provinsi Sulawesi Utara
  8. Provinsi Sumatera Utara
  9. Provinsi Sumatera Selatan
  10. Provinsi Kalimantan Tengah
  11. Provinsi D.I. Yokyakarta
  12. Provinsi Banten
  13. Provinsi Kalimantan Selatan
  14. Provinsi Jawa Barat
  15. Provinsi Sulawesi Tengah
  16. Provinsi Maluku Utara
  17. Provinsi Gorontalo
  18. Provinsi Bengkulu
  19. Provinsi Kalimantan Barat
  20. Provinsi Sulawesi Selatan dan Barat
  21. Provinsi Aceh
  22. Provinsi Kalimantan Timur
  23. Provinsi Kepulauan Riau
  24. Provinsi Jambi
  25. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
  26. Provinsi Jawa Tengah
  27. Provinsi Nusa Tenggara Barat
  28. Provinsi Bali

Fairul Zabadi menambahkan bahwa Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional ini juga dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan Duta Bahasa Tingkat Nasional, sehingga nantinya pengumuman pemenang juara Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional akan diumumkan bersamaan dengan pengumuman juara Duta Bahasa Tingkat Nasional, serta pengumuman Anugerah Kebahasaan dan Kesastraan, pada hari Jumat, tanggal 30 Oktober 2015. (Nav)

Gambar: 

Daftar Peserta Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2015

Tanggal: 
10/26/2015
Cuplikan: 
Daftar Peserta Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2015
Isi Berita: 

Daftar Peserta Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2015

 

No.

Nama

Provinsi

1.

Effo Anggara Agung Sumanda

Aceh

2.

Natha Bella

3.

Philip Chandra Himawan Sinulingga

Sumatra Utara

4.

Nayara Hafiza Surbakti

5.

Febri Aziz

Sumatra Barat

6.

Putri Wulandari

7.

Fembriarta Binar Putra

Riau

8.

Silvia Rizki

9.

Bakri Prakarso Andi Wiyono

Jambi

10.

Marlia Gusti Ramadhani

11.

Rahmat Aulani

Bengkulu

12.

Naeyza Islamey Ningrum

13.

Daved Ogantarah

Sumatra Selatan

14.

Meri Amalia Utami

15.

Herima Hendrawan

Kepulauan Riau

16.

Dwi Agrina

17.

Ferriyanto

Bangka Belitung

18.

Mira Handayani

19.

Rinaldo Rusli

Banten

20.

Dinda Eka Savitri

21.

Euodia F. Lasroha

DKI Jakarta

22.

Apsari Rara Nastiti

23.

Achmad Ridwan

Jawa Barat

24.

Kemala Wijayanti

25.

Wahyu Seta Aji

Jawa Tengah

26.

Dian Rahmatika

27.

Albertus Danang Satria Nugraha

DI Yogyakarta

28.

Yopa Arfi Yoanda

29.

Maulana Rizqi Aldiansyah

Jawa Timur

30.

Venezia Indra Ghassani

31.

Ketut Gede Wiguna

Bali

32.

Ni Putu Gian Linda Juwita

33.

Muhammad Zaini

Nusa Tenggara Barat

34.

Mia Rusmayanti

35.

Semuel Riwu Hadjo

Nusa Tenggara Timur

36.

Debora Ndaparoka

 

 

 


 


37.

Elvin Adrin

Kalimantan Tengah

38.

Liza Apriani

39.

Said Abu Bakar

Kalimantan Selatan

40.

Anak Agung Ayu Ratih Frismanti

41.

Gilang Mukti Rukmana

Kalimantan Timur

42.

Ratna

43.

Ashabul Qahffi

Sulawesi Selatan

44.

Muawinatul Rahma

45.

Juan Ryan Rarumangkay

Sulawesi Utara

46.

Falensia Kumendong

47.

Moh. Setia Novandi

Gorontalo

48.

Dahlia Badaru

49.

Mark Maryadat Ulfie

Maluku

50.

Mega Saffira Almadjin

51.

Faisal Fahrian Putra

Maluku Utara

52.

Mahartika Fatdana Nasution

 

 

Gambar: 

Badan Bahasa Menggelar Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2015

Tanggal: 
10/25/2015
Cuplikan: 
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2015.
Isi Berita: 

Jakarta—Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2015 di Hotel Ciputra, Grogol, Jakarta pada tanggal 25—31 Oktober 2015. Acara itu dibuka oleh Kepala Badan Bahasa, Prof. Dr. Mahsun, M.S., Minggu malam, 25 Oktober 2015.

Dalam sambutannya, Mahsun menyampaikan  bahwa Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2015 ini adalah pemilihan yang ke-9 kalinya. Pemilihan duta bahasa sudah berlangsung sejak tahun 2006.  Jadi, kalau diperkirakan setiap tahun ada 46 orang (23 pasangan yang mewakili 23 provinsi) yang menjadi peserta, berarti selama sembilan tahun penyelenggaraan sudah ada sekitar 414 orang duta bahasa yang dihasilkan oleh Badan Bahasa. Itu artinya, ada delapan belas orang duta bahasa di setiap provinsi. “Masa delapan belas orang tidak bisa menggerakkan wilayah masing-masing?” Tanya Mahsun.

Mahsun berharap duta bahasa yang sudah berjumlah ratusan dan menyebar di seluruh provinsi itu mampu menggerakkan dan mempercepat upaya pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa karena Badan Bahasa memerlukan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan duta bahasa, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Sebelumnya, Dr. Nilam Suri, dalam laporannya selaku ketua panitia, mengatakan bahwa tujuan diadakannya Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2015 adalah untuk meningkatkan peran generasi muda dalam memantapkan fungsi bahasa Indonesia, daerah, dan asing sesuai dengan ranah pengunaannya masing-masing guna memperkuat jati diri dan daya saing bangsa.

Dari kegiatan ini diharapkan dapat dihasilkan duta bahasa yang mampu melaksanakan tugas memasyarakatkan kepedulian, kecintaan, dan kebanggaan pada bahasa dan sastra Indonesia serta memperkuat jejaring kerja sama secara berkesinambungan dengan duta bahasa tingkat provinsi dalam berbagai kegiatan pengembangan. pembinaan, dan pelindungan bahasa.  

Peserta pemilihan duta bahasa kali ini berjumlah 52 orang yang merupakan pasangan duta bahasa dari 27 Provinsi, yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten, dan Jakarta.

Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2015 diselenggarakan melalui dua tahapan yaitu pemilihan duta bahasa di tingkat provinsi dan pemilihan duta bahasa di tingkat nasional. Pemilihan di tingkat nasional dilaksanakan melalui tiga tahapan.

Tahapan pertama adalah pembekalan materi. Pembekalan materi diberikan oleh para pakar kebahasaan dan kesastraan serta pakar komunikasi, antara lain, Prof. Dr. Mahsun, M.S., Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim, M.S., Dr. Yeyen Maryani, Agus R. Sarjono, Arie Ardianto, dan juga Putri Indonesia 2008, Zivanna Letisha.

Tahap kedua berupa penilaian yang meliputi pembuatan desain/proposal kegiatan kebahasan dan kesastraan, pengetahuan kebahasaan serta keterampilan berbahasa daerah dan asing, kepribadian dan penampilan, serta bakat, sikap dan kedisiplinan. Penilaian akhir berupa presentasi proposal desain kebahasaan dan kesastraan yang inovatif.

Tahap ketiga berupa pemberian penghargaan kepada enam pasang peserta terbaik. Hadiah yang diberikan kepada pemenang pertama adalah uang tunai sejumlah Rp20 juta dan berbagai hadiah lainnya. Pemberian hadiah ini akan dilaksanakan pada acara puncak, tanggal 30 Oktober 2015, yang direncanakan akan diserahkan secara langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, Ph.D.  (an/mla)

Gambar: 

Pendaftaran Pemilihan Duta Bahasa Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015 Telah Dibuka

Tanggal: 
09/01/2015
Cuplikan: 
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengundang pemuda dan pemudi untuk mengikuti Pemilihan Duta Bahasa Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015.
Isi Berita: 

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengundang pemuda dan pemudi untuk mengikuti Pemilihan Duta Bahasa Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015.

Pendaftaran dapat melalui pos-el ke penghargaanbb@gmail.com dengan mencantumkan judul (subject) Dubas DKI 2015. Batas akhir pendaftaran adalah Jumat, 11 September 2015. Pendaftaran akan ditutup apabila jumlah peserta telah memenuhi kuota.

Peserta yang memenuhi persyaratan akan menerima surat undangan melalui pos-el untuk mengikuti seleksi lanjutan.

Untuk melakukan konfirmasi telah mengirim pos-el pendaftaran atau memperoleh informasi lebih lanjut, hubungi Ayu Widari melalui Whatsapp nomor 085959593563.

Silakan klik tautan di bawah ini untuk mengunduh brosur kegiatan.

Gambar: 

Penganugerahan Penghargaan Badan Bahasa dalam Rangka Bulan Bahasa 2014

Tanggal: 
10/30/2014
Cuplikan: 
Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah menyelenggarakan Penganugerahan Penghargaan Badan Bahasa dalam rangka Bulan Bahasa Tahun 2014 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, 30 Oktober 2014.
Isi Berita: 

Jakarta—Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah menyelenggarakan Penganugerahan Penghargaan Badan Bahasa dalam rangka Bulan Bahasa Tahun 2014 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, 30 Oktober 2014.

     Penghargaan tersebut meliputi Penghargaan Sastra Badan Bahasa, Festival Musikalisasi Tingkat Nasional, dan Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional.

     F. Rahardi yang mewakili dewan juri Penghargaan Sastra Badan Bahasa yang terdiri dari Melani Budianta, Seno Gumira Ajidarma, Linda Christianty, dan dirinya sendiri menyampaikan bahwa setelah membaca 30 karya sastra yang terbit selama lima tahun terakhir diputuskan bahwa pemenang pertama adalah Baju Bulan yang merupakan kumpulan puisi dari Joko Pinurbo, pemenang kedua adalah Gendang Pengembara, kumpulan puisi dari Leon Agusta, dan pemenang ketiga adalah Buli-Buli Lima Laki, kumpulan puisi dari Nirwan Dewanto. Selanjutnya pemenang akan dikirim untuk mengikuti SEA Write Award di Bangkok, Thailand.

     Sementara itu, Embi C. Noer mewakili dewan juri Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional menetapkan peserta dari Provinsi Sulawesi Selatan yang terdiri dari enam orang yaitu Faisal Yunus, Humaerah Auliya Umar, Khusnul Hatimah, Aldi Anwar, Muhamad Aris, dan Andi Abdillah yang berasal dari SMAN 2 Barru sebagai penampil terbaik pertama.

     Selanjutnya, Dra. Ira Hapsari, M.Hum. yang mewakili dewan juri Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional memutuskan bahwa pemenang pertama adalah pasangan Duta Bahasa Provinsi Bali yaitu Ayu Ladah Carolina dan Made Adi Suadnyana.

     Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Badan Bahasa, Prof. Dr. Mahsun, M.S. mengatakan bahwa tiga kegiatan ini terkait dengan pemanfaatan bahasa sebagai mediumnya, pertama bagaimana penulis kita memanfaatkan bahasa untuk menuangkan gagasannya, kedua bagaimana melantunkan puisi dengan musik, dan ketiga penguatan kompetensi berbahasa Indonesia (UKBI).

     Berbicara bahasa Indonesia tidak lepas dari NKRI, bagaimana melalui ikrar sumpah pemuda yang merupakan momentum awal revolusi mental, pola pikir kita dari mental yang menganggap kita terdiri dari suku bangsa yang berbeda dengan menempati pulau yang berbeda, kemudian saat sumpah pemuda kita melakukan revolusi mental melalui kesepakatan berbahasa hingga menuju kemerdekaan.

     Lebih lanjut, Mahsun mengatakan bahwa untuk selanjutnya, kegiatan ini rencananya akan diselenggarakan tidak selalu di Jakarta tetapi di daerah lain sehingga semangat keindonesiaan dapat terus terjaga.

     Kepala Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Dra. Yeyen Maryani, M.Hum. mengatakan bahwa secara umum seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar hanya ada beberapa peserta duta yang sakit ringan. Terkait peran duta bahasa, menurutnya yang terpenting adalah bagaimana badan bahasa memberdayakan duta bahasa dalam konteks membina dan memasyarakatkan bahasa Indonesia sehingga memberikan kontribusi dalam pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa Indonesia. (an)

Gambar: